Kumohon Lupakan Aku

20 1 0
                                    

"Kamu pikir, kamu bisa mengakhiri hubungan ini begitu saja?" Heeseung tersenyum miring.

"Kamu ga akan bisa lepas dari aku sampai kapanpun"tegas Heeseung sambil menarik tangan Alya dengan kuat.

Alya memberontak, dia mencoba melepaskan cekalan tangan Heeseung dengan sekuat tenaga.

"Lepas" Lirih Alya.

Heeseung menatapnya nyalang.

"Lepas Heeseung!!" Bentak Alya.

"Kubilang lepas" Lirih Alya dengan air mata yang mengalir dari kelopak matanya yang sudah basah oleh air mata, wajah dengan raut kecewa begitu tergambar disana.

Saat ini keduanya berada di ruangan tertutup, lebih tepatnya di kamar apartemen milik Heeseung. Awalnya Alya datang hanya untuk memberikan makan siang untuk heeseung, karena hari ini heeseung tidak mengunjunginya di butik.

Tapi ternyata, saat pintu apartment heeseung terbuka dia melihat heeseung sedang bercumbu dengan seorang perempuan yang sangat cantik, berkulit putih, mata bulat yang menggemaskan dan wajah yang benar-benar mampu memikat siapa saja.

"Heeseung"lirih Alya yang mulai melangkah mundur dengan air mata yng menetes, hatinya sakit.

Heeseung yang melihat Alya hanya menatapnya dingin dan datar tanpa berniat menjelaskan bahkan malah terus melanjutkan aksinya yang seakan tidak memperdulikan sekitar.

Alya saat ini sedang merenung di kamarnya, dengan wajah sembab, mata yang memerah dan air mata yang terus menerus menetes tanpa berniat untuk berhenti.

Wajahnya sayu, matanya menatap lurus dengan kekosongan. Hatinya sakit, tapi tubuhnya mati rasa.

"Sudah seminggu Alya seperti ini, bahkan tidak merespon ucapan kita, makan pun dia menolak untuk membuka mulutnya. Hatiku sakit melihatnya" Ucap Kiki, teman dekat Alya.

"Tidak ada semangat hidup." Ucap sisi teman dekat Alya lainnya.

"Yang terpenting, jauhkan barang berbahaya didekatnya dan kita tidak boleh menghilangkan pandangan darinya barang sedetikpun. Aku takut dia yang seperti ini. Malah akan berbahaya untuk dirinya sendiri. Kamu udah hubungi Heeseung kan? Apa katanya?" Ucap sunny dengan pertanyaan di akhirnya.

"Heeseung tidak menjawabnya. Apa ini ada hubungannya sama heeseung ya? Kalo iya gue ga bakal maafin dia kalo terjadi apa-apa sama Alya" Ucap sisi kesal.

Ketiganya menari kearah Alya yang tetap berada di posisi itu tanpa beranjak dari sana sedikitpun.

Ketiganya berfikir bahwa ini berkaitan dengan Heeseung yang tidak bisa dihubungi seminggu ini. Ada masalah aka keduanya sampai Alya serapuh ini?

"Kalian berangkatlah bekerja sekarang, setelah itu gantian denganku nantinya. Hari ini jadwal pemotretanku padet sampe seminggu kedepan" Ucap sunny sampai berjalan menjauhi kamar Alya.

"Gue juga ada meeting di kantor, bisa-bisa bos gue marah lagi karena gue sering meliburkan diri. Jadi gue ga bisa bolos hari ini maaf ya... " Ucap kiki yang langsung pamitan untuk segera berangkat biar ga telat.

"Mmm... Gue juga harus buka butik Alya hari ini. Karena banyak yang mau ambil pesanan. Kalo ga buka Bisa-bisa omset butik menurun. Maaf ya Sun"ucap Sisi yang merasa tak enak. Sunny hanya tersenyum dan mengangguk lalu sisi pamitan kelaur dari apartemen.

Kini tersisa Sunny seorang diri yang menjaga Alya. Alya hidup seorang diri, dia sebatang kara, hidupnya selama inj sudah begitu berat, tapi ketika Alya memulai perkembangan bisnisnya di butik membuat kehidupan nya sedikit lebih tercukupi.

Oneshoot Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang