Prolog

38 8 0
                                    

Langit senja mengguratkan warna keemasan yang menari di atas cakrawala. Di bawahnya, tiga sosok berdiri terpisah, masing-masing memandangi horison yang sama, namun dengan hati yang diisi oleh perasaan berbeda.

Kawaki, pemuda berambut hitam dengan tatapan tajam, berdiri membelakangi bayangannya sendiri. Angin sore membawa bisikan masa lalu yang ia coba lupakan. Hidupnya penuh luka, dan ia percaya bahwa cinta hanyalah ilusi yang melukai. Tapi, kenapa ia merasa begitu berat saat melihat Sumire tersenyum pada orang lain?

Sumire, gadis yang selalu membawa kehangatan, berdiri dengan tangan menggenggam sebuah buku sketsa. Di halaman-halaman itu, ia telah menggambar wajah Kawaki berkali-kali, meski pria itu tak pernah tahu. Baginya, Kawaki adalah teka-teki, dan hatinya terus berbisik, berharap suatu hari ia bisa memecahkan rahasia di balik tatapan kosongnya.

Eida, seorang perempuan dengan keindahan yang membuat siapa pun terdiam, berdiri di tempat yang paling tinggi. Di matanya, dunia hanyalah panggung di mana ia adalah bintang utama. Tapi pesonanya tidak pernah berhasil menjangkau Kawaki, satu-satunya pria yang tak tergoda olehnya. Ironisnya, itulah yang membuatnya terobsesi.

Mereka bertiga, masing-masing membawa luka dan harapan, tanpa tahu bahwa takdir telah menuliskan cerita yang akan menghubungkan mereka di bawah langit senja ini.

Di mana cinta yang mereka kejar akan membawa mereka? Dan siapa yang akan menjadi titik terakhir dalam hati masing-masing?

Langit mulai gelap, tetapi kisah mereka baru saja dimulai.





------------------------------------------------------------




Maaf yaa kalau cerita ini tidak sesuai ekpetasi kalian, karena saya baru pemula dan saya akan lebih baik untuk membuat cerita lainnya. Dan jangan lupa untuk votee dan komen yaa☺

Tiga Titik di Langit SenjaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang