dua minggu berlalu, Salma berdiri di halam rumah sembari menyiram tanamannya. Santi yang baru saja tiba pun segera menghampriinya.
"Salma" Salma terkjut, dia menoleh dan segera mencium tangan ibu mertuanya.
"mama"
"kamu ngapain sihh, pake siram siram taneman?" Santi merebut selang yang ada di tangan Salma.
"nanti kalau kamu cape gimana? kalau kamu kenapa napa lagi gimana?" Santi menunjukkan wajah khawatirnya.
"mamah" Salma mengambil kedua tangan mamanya.
"aku nggak apa apa kok, nih, aku kan udah baik baik aja sampai hari ini" Salma berputar di depan Santi, dengan senyum yang terus mengembang di bibirnya.
"ya tetap saja mama khawatir nak, mama nggak mau, kamu dan calon cucu mama kenapa napa" Santi mengusap wajah Salma.
"hehe makasih ya mah, udah sayaaang banget sama Salma.
"harus dong, kamu itu kan menantu mama, ibu dari anaknya anak mama"
"oh iya, ini mama bawakan kamu sambel pete, mama udah bikinkan, kita masuk ke dalam yuk, udah sore ini" Santi merangkul tubuh Salma, dan diajaknya untuk masuk ke dalam rumah.
"Rony belum pulang?"
"belum ma, kalau udah mana boleh juga Salam pegang pegang selang"
~srek~ Santi menarikakn kursi meja makan untuk Salma.
"duduk nak" dan Salma pun menurut, sementara Santi, dia di sibukkan kesana kemari untuk menyiapkan makanan Salma.
"makanya, ambil art ya, jangan di kerjain sendirian. nanti kamu malah kecapean"
"aku nggak ngerjain sendiri kok ma, di bantuin sama mas Rony"
"tuh apalagi, Rony kan cape habis kerja sayang. kalau bisa, jangan boleh kerjain kerjaan rumah. kalau emang kamu nggak mau ada art yang stay di sini. ambil aja yang bisa pulang tiap hari. cuma bantuin kamu bersih bersih aja"
"nanti masak sama cuci baju suami kamu, tetap kamu" Santi menyampaikan sebaik mungkin, dia tidak mau Salma merasa tersudutkan dan salah paham.
"kalau kamu nggak setuju dengan usul mama, nggak apa apa nak" Santi tersenyum pada Salma.
"eh enggak kok mah, Salma setuju sama usul mama. nanti kalau mas Rony pulang, Salma bilang deh"
"yaudah nih makan dulu" Santi meletakkan piring yang berisi telur dadar dan sambal pete buatannya di depan Salma.
"makasih ya ma, padahal tadi aku bisa ambil sendiri"
"udah buruan makan, janhan banyak banyak ya petenya, dua aja, nggak boleh sama suamimu"
"iya" Salma mengangguk, lalu makan dengan lahap. Santi pun memperhatikan dengan senang, dia senang karena Salma begitu lahap memakan masakannya.
~drep~
~drep~
~dredp~
"wahhh makan apa tuh?" tanya Rony yang baru saja tiba, dia menghampiri kedua perempuannnya sembari melonggarkan dasi di lehernya.
Rony menarik kursi di sebelah Salam setelah mencium tangan mamanya "jadi makan petenya?" tanya Rony sembari menatap piring Salma.
"he'em" Salma menciun tangan suaminya.
"udah habis berapa? mah aku udah bilang ke mama loh ya, Salma nggak boleh banyak banyak" Rony beralih menatap mamanya.
"iyaa, cuma ambil dua kok, itu sama kaya makan sebiji, kan petenya mama belah" jelas Santi.
