Kali ini Januar di panggil ke ruang guru,entah untuk apa ia hanya bisa berdoa agar tidak terjadi apa-apa.
Saat ia memasuki ruangan guru,ia pun langsung mendekati meja kepala sekolahannya.
Januar menoleh ke seseorang yang berada di sampingnya,ternyata dia tak sendiri,ada Neira juga yang di panggil.
"Maaf sudah mengganggu waktu kalian,saya cuman mau bicara sama kalian tentang ulang tahun sekolah ini"
"Cih udah tau pake nanya,lagian gua mau ngapel sama vian juga"
-batin Januar."Saya tahu kalian sudah hampir lulus,tapi kalian lah yang seringg membanggakan sekolah ini,dan kalian juga yang sudah meramaikan 2 tahun di sekolah ini"Sambungnya.
Januar masih diam ia hanya mengehanapasnya ia tahu apa maksud kepala sekolah dan mengapa ia di undang ke sini.
"Neira kamu mantan ketua osis,tahun lalu kamu sudah membuat saya bangga dan kamu juga murid yang cukup pintar,saya bangga sama kamu"
"Dan kamu Januar,kamu juga anak yang berprestasi,semuanya kamu bisa,saya juga bangga sama kamu"Sambungnya dan itu membuat Januar memutar bola matanya bosan.
Kepala sekolah yang melihat bola mata Januar pun kaget"Kamu kenapa Nu? itu mata kamu kenapa?"Tanya kepala sekolah.
"Ahh itu pak,tadi nyamuk lewat ngibas sayapnya kenceng terus anginya kena mata saya,makanya kaya begini,udah pak lanjutkan"Jawab Januar di anggukki kepala sekolah mengerti.
"Jadii saya mengundang kalian ke sini untuk sesuatu hal yang menyangkut ulang tahun sekolah kita"Ucapnya lagi.
Grepp!
Bunyi suara pintu,Neira menutup pintu ruangan guru,ia sekarang berada di luar bersama Januar."Mmm itu Nu"
Januar menghelakan napasnya"Udahlah jangan canggung,kaya kaga pernah deket aja,nanti kita diskusiin sama yang lain,nanti minggu ketemuan di sekolah aja,lu bilang ke anak eskul lainnya juga"Printah Januar.
Neira pun menganggukki ucapan Januar"Yaudah jangan lupa makan,lu sering telat makan,gua ke kantin dulu"Pamit Januar dan langsung pergi meninggalkan Neira.
Saat berada di kantin Januar langsung duduk bersama Vian yang ia pinta untuk duluan ke kantin.
Ternyata Vian sudah memesankan makanan untuk Januar"Makan dulu Kak Nunu"Printah Vian.
Januar bersender di bahu Vian"Maunya di suapin"Januar mengedip-kedipkan matanya.
"Arghh kan gua bilang apa,kita tuh jangan istirahat sama mereka Olaa,kaya dunia milik mereka kita mah numpang doang"Jengkel Lala.
Sedari tadi Vian sudah bersama Lala dan Lora,aslinya Lala ingin menolak ajakan Vian dan Januar namun Lora mengiakannya akhirnya Lala pun hanya bisa ikut.
"Lahh sewott,kalian pasti ga bisa kaya begini kan"Januar memeluk Vian dan menciumnya beberapa kali.
"Kakak aku tusuk Kakak nih,Lala ga boong"Lala menyodorkan sumpitnya ke arah Januar.
"Ayoo kalo beranii,sinihh-sinihh"Tantang Januar semakin membuat Lala marah.
"Udahh,udahh,banyak orang"Lora menengahkan mereka berdua namun tetap saja ucapan Lora tak di hiraukan oleh mereka.
"Udah!"Ucap Vian dengan wajah seramnya dan mereka pun duduk seperti semula.
Vian tersenyum"Hehehe banyak orang,udah makan gih,keburu bell lohh"Ucapnya dengan nada yang berbeda.
Mereka pun menurutinya"Oh ya! Kak Nunu di panggil kepala sekolah buat apa? apa jangan-jangan Kakak...."Tanya Lala.
"Kaga,Kakak cuman di suruh ngatur ini itu buat ulang tahun sekolah ini"Jawab Januar.
"Kenapa Kakak? kan masih ada Vian sebagai ketua osis,ada juga Kak Rechel ada yang lain kenapa Kakak yang mau lulus?"Tanyanya lagi.
"Sebenernya aku udah ada ide,cuman aku nyaranin buat senior kayak Kak Neira dan Kak Nunu buat ngatur,soalnya biar rame aja,aku juga ngundang alumni buat ikut ngebantu"
"Jadi bukan aku ga mau kerja,aku kerja ko cuman aku juga butuh bantuan mereka sebagai senior aku,makanya aku minta mereka buat ikut dalam acara ini"
Penjelasan Vian membuat Januar terharu dan langsung memeluk Vian"Akan ku lakukan semuanya untukmu sayanggkuu"Ucapnya.
"Huekk! cuihh! amit-amittt"Timpal Lala.
"Ga nyangka lu sepinter itu Ian,gua jadi kaga sabar nanti ulang tahun sekolah ini kaya gimana"Puji Lora kepada Vian.
Vian tersenyum manis"Hehehe itu masih belum cukup ko,tapi aku bakal usahain biar anak-anak sekolah ini bisa dapet kenangan yang ga bakal mereka lupain"
"Sayang kamu ko baik banget,aku tambah jatuh cinta ini lohh"Januar menyentuh dadanya lalu memeluk Vian lagi.
"Stop dehh Kak,kasian Viannya ituu"Pinta Lala namun tak di hiraukan oleh Januar.
"Udah makan buru,bentar lagi masuk tau"Printah Vian dan Januar pun langsung melepaskan pelukannya dan kembali makan.
Sesekali Januar menatap Lala dan Lala juga menatap Januar,seperti orang yang akan baku hantam.

KAMU SEDANG MEMBACA
Kakel Itu Pacarku || On Going
Teen Fiction"Kak Nunu ga papa kan?"Tanya Vian. "Gimana ga papa,lu nyium gua bjir"Jawab Januar nafasnya terngah-engah. "Kan kak Nunu yang nyuruh buat Vian cium,gimana si" "Ga gitu,ahh udah lah" Tentang seseorang anak muda yang baru kelas 11 SMA bertemu dengan ka...