•Chapter 38

691 53 3
                                    

🧛🏻

Kini di ruangan serba putih itu suasana terasa hening,semua tatapan bingung ketara jelas pada wajah mereka

Daniel meremat kuat ujung Hoodie yang ia kenakan, matanya yang sembab kembali mengeluarkan cairan bening membasahi pipinya

Padahal tadi ia sudah merasa lega, karena perkataan Jeonghan bahwa mereka telah menemukan Jungwon

Namun seketika semuanya runtuh,di saat seongcheol dan Hoshi kembali dengan kabar bahwa tidak ada Jungwon di rumah sakit itu,sama sekali tidak

Daniel terduduk lemah di sofa, dadanya naik turun karena nafasnya tersendat-sendat

Tenggorokannya sakit,hatinya sakit, bibirnya bergetar,ia benar-benar tidak tahan, sudah berapa hari kakaknya menghilang?

Jeonghan yang melihat itu langsung mendekatinya, memeluknya erat dan mengelus punggungnya untuk menenangkan

Hembusan nafas bera terdengar dari Mingyu,sakit rasanya kepalanya,sampai kapan akan terus seperti ini

"Jangan menyalahkan diri sendiri, karena kita sudah berusaha"ujar Hoshi, sebelum semuanya mengeluh,mata tajamnya menatap semua orang di sana

"Anu... begini..."mereka menatap Dino yang gugup

"Ada apa?"tanya Woozi

"Umm...aku merasa tidak tenang... bagaimana dengan Jungkook?,kita tidak bisa terus menundanya seperti ini....kita harus memberi tahunya"jawabnya hati-hati

Semua diam,hanya isakan tangis Daniel yang terdengar

Tak lama terdengar suara nada dering handphone yang terletak di atas meja

"Siapa?"tanya Dino

Jeonghan melepaskan pelukannya, membiarkan Daniel mengambil handphonenya itu

Daniel menyusut pipinya terlebih dahulu"papa"ucapnya membuat semua tergugup

"Cepat angkat"suruh Jeonghan dan Daniel menurut

"Hallo..."sapanya

"Hallooo anak papa yang imuttt bagaimana kabarmu hm?"

Daniel tersenyum kecil mendengarnya,suara papanya terdengar sangat bersemangat

"A..aku baik pa"jawabnya dengan suara yang sedikit serak

"Bagaimana dengan kakakmu hm?,papa menghubunginya dari kemarin kemarin kemarin kemarin, handphonenya tidak aktif"

"Apa handphonenya hilang?,apa dia mengganti nomernya?,kenapa sulit di hubungi?"

"Ah, bagaikan kabarnya?,apa dia masih sakit?, hari ini papa pulang, kalian mau apa?"

Jderrr!

Bagaikan di sambar petir di siang bolong, semuanya terhenyak saat mendengar itu

"Apa?...papa pulang sekarang?"tanya Daniel memastikan

"Iya sayangku cintaku,kenapa hm?,mau apa nanti papa belikan"

"Itu suaramu kenapa juga bindeng-bindeng begitu?,kamu sakit?,apa nangis?, bertengkar lagi dengan kakakmu?"

ENHYPEN BITE (Holy-blooded Human)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang