Sinar sang surya membangunkan-ku lewat celah celah jendela di kamarku. Burung burung berkicauan dengan merdunya bertebangan menjelajahi bentangan langit.
Aku masih memikirkan kata mas Bentala kemarin. Ada beribu ribu pertanyaan dibenakku. Semakin larut aku dengan pertanyaan yang berterbangan di otak ku. Hari ini adalah hari kamis tapi hari ini aku tidak masuk sekolah karena sedang ada rapat di Sekolah ku.
5 menit yang lalu tepat pukul jam 08.00. Aku masih saja bergelut di selimut ku entah kenapa aku merasa malas untuk melakukan kegiatan. Aku di rumah sendiri saat ini. Ibu sedang ke pasar, ayah mengantar pelita kesekolah dan langsung bekerja, dan Mas Bentala ke kampus tentunya.
Aku termenung memikir kan perkataan Zein dan Mas Bentala seperti ada hubungan didalam cerita itu aku tak tau mana yang benar mana yang salah. Entah siapa Zein itu, aku pun heran dengan hubungan kita. Kenapa orang itu menyeretku di tengag teka teki yang rumi. Dia seperti orang asing yang tiba tiba datang di kehidupan ku dan memberi teka teki ini.
"Kamu sebenarnya siapa Zein."
Tentang gelang, kenapa orang itu memberi gelang itu kepada ku. Aku bukan siapa siapa nya tetapi kenapa dia..?
Ah sudah lah, semakin rumit untuk dimengerti. Semakin dalam aku memikirkan nya semakin pusing kepala ku.
Aku melihat sepasang burung gereja yang bertengger didahan pohon depan kamarku. Burung itu ber kicau dengan irama yang begitu merdu. Aku memmotret burung itu dengan kamera hp ku. Entah aku iri dengan sepasang burung itu yang nampak serasi. Aku sendiri di sini.
Berbicara mengenai pasangan sebenarnya aku menyukai kakak kelas ku. Dia tampan dan baik, aku sering mencuri pandang kearahnya. Setelah sekian lama aku mengetahui nama nya. Dia adalah kak Regan kalau ga salah dia anak mipa. Banyak kaum hawa yang terpesona dengan ke tampanan nya termasuk aku. Banyak orang yang ingin menjadi pacarnya. Tapi entah kenapa sampai sekarang dia belum juga punya pacar.
Memikirkannya membuat aku tersenyum. Hingga melupakan pertanyaan tadi.
Tanpa sadar perutku berbunyi ingin diisi. Tanpa kata aku langsung menuju ke dapur. Keadaan rumah ku masih sepi. Ibu belum pulang ternyata. Aku makan makanan dengan lahab. Tak berselang lama ibu ku pulang dari pasar membawa belanjaan yang lumayan banyak. Ada sayuran buah dll.
"Eh kakak. Udah bangun kak." Ucap ibuku sambil mengelus surai ku."
"Iya nih buk."
"Ibu beli pesenan ku tidak."lanjut ku
"Bawa dong. Nih buat kamu." Aku mengambil pesanan ku di tangan ibuku.
"Makasih bu."
Jangan lupa vote dan komen
makasih banyak
Maaf klo ceritanya gaje

KAMU SEDANG MEMBACA
Belenggu Kasih Dikota Bengawan
Teen Fiction"sebenarnya kamu siapa zein" renjana yang penasaran dengan kehidupan kakak kelasnya yang diasingkan semua murid disekolah. bagaimana kelanjutannya.... langsung aja membaca Terispirasi dari kisah nyata. Tapi ada yang ku buat non fiktif. Asli dari ot...