Guys, sorry, ya.
Ini kayaknya agak lama jeda author update chapter ini, dibanding chapter sebelumnya.Ya, sebagaimana yang kalian tahu. Aku sibuk nyusun skripsi dan kalau malam ngajar. Jadi, ya ... kalau bukan capek otak tuh capek badah. Setiap ada waktu istirahat kumanfaatkan buat rebahan sambil scroll atau malah sampai tidur.
Tapi, tidak apa-apa, kok. Wajar kalau kita sibuk dan capek, author selalu berpikir gitu untuk memberikan energi positif ke diri sendiri. Dan semuanya baik-baik saja selama kita tetap berpikir positif, jaga pola makan.
Semoga kalian juga selalu sehat, ya.
Eh, kalian merasa cerita ini semakin ke sini, semakin gaje? Iya tidak, sih? Feelnya masih ada, kah? Karena jujur saja, agak terkena writers block aku tuuhh😭🙏🏻. Kayaknya kehabisan kata-kata buat parafrase dan buat kalimat di skripsi:(
Sorry malah author curhat 😭😁
Okey, kembali lagi dengan cerita si bocil Nono dan Nana, tak lupa si manis Injuni. Jangan salah lapak kalau, loh!!
JANGAN LUPA VOTE!
HARUS TEMBUS 40 VOTE, YA. 🥰👊🏻
DILARANG MENJADI SIDERS😌👊🏻[Tetap pencet bintang di bawah, meksipun cerita ini sudah end!]
(。◕‿◕。)
Sekolah begitu ramai dengan anak-anak yang sedang berlarian di lapangan sekolah. Ada yang bermain kejar-kejaran, perosotan, jungkat-jungkit, ayunan, dan ada pula yang duduk manis.
Contohnya saja Renjun dan Haechan. Dua bocil itu sedang memakan buah yang dibawa bungsu Lee. Sambil melihat teman sekolah yang bermain.
Bukan tanpa alasan, Renjun sedang marah pada si kembar. Ini sebuah rekor. Padahal mereka sangat lengket dan dekat layaknya lem dan kertas, sehingga Renjun memilih menghabiskan waktu dengan Haechan, berdua saja.
Oh, tentu saja ada pemicu kemarahan Renjun. Si kembar merusak barang Renjun. Dua hari lalu, si kembar telah berjanji akan menjaga boneka peri Renjun yang tertinggal di kediaman Jung. Hari ini, mereka telah menyerahkan pada Renjun.
Namun, tragedi buruk terjadi. Boneka moomin kesayangan Renjun robek karena dijadikan rebutan si kembar. Kepalanya hampir lepas dengan badannya. Hal tersebut membuat Renjun sempat menangis kencang di dalam kelas saat kelas bernyanyi, sehingga guru menghentikan kegiatan untuk beberapa menit.
Si kembar sudah meminta maaf bahkan berkali-kali, tetapi Renjun masih sakit hati karena perinya terluka. Ya, tentu saja. Anak sekecil itu pasti memiliki pikiran polos dan lugu.
Saat istirahat, Renjun mengajak Haechan keluar, sekadar melihat teman-teman. Kebetulan Haechan membawa bekal buah semangka dan pir.
"Echan suka semangka, ya?" tanya Renjun.
"Suka, tapi kakakku lebih suka lagi. Suka sekali dengan semangka," jawab Haechan dengan mulut penuh semangka.
Renjun mengangguk. "Oh ...."
"Tapi kakaknya aku ndak ada di sini, dia masih di Kanada. Lumahnya papi aku," jelas Haechan.

KAMU SEDANG MEMBACA
Kunti Bogel ||• NoRenMin (S¹)
Fanfic[wajib vote meskipun sudah end!] "Injun punya dua pacal, hoyee!!" "Kalo sudah besal, Injuni menikah dengan Nana!" "Injuni selamanya punya Nono!" Secuil kisah si kembar, Nana dan Nono, untuk memenangkan hati si mungil Injun. ===Ƹ̵•••Ʒ=== ⚠️ Norenmi...