Chapter 8

110 10 0
                                    

"Krathong itu bakal tenggelam gak?" tanya chimon kepada perth.

"Nggak, karena janji kita akan selalu bersama selamanya" jawab perth sambil mengelus rambut chimon.

Apakah semua ini akan selamanya? apakah cinta mereka akan selalu abadi di setiap janji yang sudah mereka ucapkan?

Semua orang akan ada masanya untuk mereka bersama, jika memang ini masanya mereka berdua untuk kembali menjadi seseorang yang saling mencintai maka biarkanlah sampai maut memisahkan.
:
:
:
:
:
:
"Ayo pulang udah malem" ajak perth kepada chimon karena saat ini jam sudah menunjukkan pukul 9 malam.

"Gak mau, gue masih mau di sini" tolak chimon sambil terus memandangi langit malam yang bertabur bintang.

"Udah malem chi.... inget, lo belum sembuh total, bahkan ini udah lewat jam lo minum obat" chimon mengernyit heran, kenapa perth bisa tau tentang kesehatan tubuhnya se detail ini? bahkan ia tidak memberitahu kondisi kesehatannya kepada perth, apakah ini semua ulah nanon? ah tapi sangat tidak mungkin, nanon saja sangat membenci perth.

"Lo tau darimana kalo gue belum sembuh? terus tau darimana kalo ini udah lewat jam gue minum obat?" perth tersenyum sambil mencubit hidung mancung milik chimon.

"Lo lupa kalo gue intel?" rasanya perth sangat ingin memakan manusia di depannya ini.

"Ck, iya iya, ayo pulang, tapi beliin gue susu ya" perth mengangguk lalu mencium pipi chimon singkat.

Manis banget etdah, mau juga dong di cium apon.

Saat di dalam mobil mereka tidak lupa memakai sabuk pengaman dan menyalakan musik dengan suara yang keras.

"Perth anjing, gausah gede gede volumenya budek kuping gue" ucap chimon sambil mengecilkan volume musiknya.

"Aelah, biar seru, kaga enak kalo pelan" tangan perth akan meraih tombol volume musik tapi dengan cepat chimon menepis tangan perth.

"Gausah aneh-aneh ya njeng, dada gue jedag-jedug ini, mana lo milihnya yang dj lagi" kali ini perth tidak dapat menyangkal perkataan chimon, ia menghela nafas lalu menginjak gas dan melesat pergi dari parkiran.
:
:
:
:
:
:
"Cerewet banget tu orang, tau gitu gue tolak aja tadi" gerutu nanon sambil menendang botol kosong di depannya.

Sepertinya mood seorang nanon saat ini sedang tidak baik-baik saja.

"Nanon" panggil seseorang yang membuat nanon menoleh ke arah suara itu.

"Eh nani" nanon tersenyum ke arah nani, nani itu sahabat chimon, juga sahabat nanon jadi ga heran sih kalo mereka bertiga deket banget.

"Lama ga ketemu njir, kangen gue" ucap nani sambil memeluk tubuh nanon.

"Iya cok, padahal kita se gedung tapi ga pernah ketemu" jawab nanon.

"Maklum lagi anget anget nya" nanon mengangguk paham apa yang baru saja di maksud oleh nani.

"Eh iya, tadi chimon udah lo anterin sampe rumahnya kan?" ucapan nanon itu membuat nani bingung.

"Hah? chimon? chimon udah sembuh?" nanon juga di buat terkejut dengan ucapan nani barusan, kan nani sendiri yang nganterin chimon pulang kenapa malah nanya chimon udah sembuh atau belum?

"Hah? bukannya lo udah tau ya? kan lo yang nganterin chimon pulang" ucap nanon sambil mengangkat alisnya sebelah.

"Lah, nggak njir, gue dari tadi ada acara di luar, ini aja baru balik" nani bingung nanon pun ikut bingung.

Nanon mengepalkan tangannya untuk menahan emosi dan kini wajahnya sudah memerah.

"Non, nanon, lo kenapa?" nani melambaikan tangannya di depan wajah nanon.

Kembali bertemu tapi tidak untuk bersatu (perthchimon) ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang