Nanon terbangun dari tidurnya karena sinar matahari masuk melalui jendela yang tidak tertutup rapat oleh gorden. Ia menyalakan handphonenya untuk melihat jam, di situ masih ada notif chat dari chimon semalam, sampai saat ini ia masih enggan membuka pesan tersebut.
Ia berjalan ke arah pintu balkon yang setengahnya tertutup oleh gorden, nanon membuka gorden itu sepenuhnya hingga sinar matahari benar-benar masuk ke dalam kamar. Ia membuka pintu balkon dan di situ nanon bisa melihat beberapa orang sedang berlalu lalang kesana kemari.
“Gue tiba-tiba keinget lo chi... apa gue terlalu jahat ya semalem?” ucap nanon sambil terus memandang lurus kedepan.
“Apa gue terlalu memihak chimon ya? Gue ga bermaksud buat ngelarang lo deket sama perth, tapi gue takut kejadian beberapa bulan lalu terulang lagi” nanon kembali lagi di hantui dengan pikiran itu, sungguh ia tak mau menjadi sahabat yang gagal untuk yang kedua kalinya.
Memikirkan masalah seperti itu ternyata lumayan menguras tenaga, jadi nanon memutuskan untuk keluar dari balkon dan turun ke bawah untuk minum.
Sesampainya ia di bawah, nanon langsung di sambut dengan senyuman manis dari mama nya, saat ini beliau sedang memasak sarapan di dapur.
“Masak apa ma?” tanya nanon sambil mengisi air di dalam gelas.
“Semur biawak nak, bercanda, mama masak kari ayam” nanon mengangguk paham, ia langsung berjalan menuju ke kamarnya kembali.
Sesampainya di kamar, nanon mendudukkan dirinya di ujung kasur, menatap lurus ke arah foto yang tertempel di dinding meja kerjanya.
Di foto itu ada 2 anak laki-laki yang sedang tertawa lepas sambil membawa permen di tangannya, nanon tersenyum tipis mengingat memori yang sudah beberapa tahun berlalu, chimon tampak sangat ceria di foto itu.
“Kalo di inget-inget lagi, ternyata seseru itu ya dulu waktu kuliah, lo belum kenal sama yang namanya cinta, begitupun gue” ucap nanon dengan nada yang lirih.
💫💫💫
Chimon sudah rapi dengan kaos berwarna coklat dan celana pendek berwarna hitam, saat ini chimon sedang duduk di meja makan sambil terus memandang ke arah ponselnya, berharap ia mendapatkan notif chat dari nanon, namun, sampai chimon selesai sarapan tidak ada notif dari nanon sedikit pun, itu membuat chimon sedikit khawatir dan merasa bersalah.
“Hari ini berangkat sendiri aja” ucap chimon sambil sedikit merapikan rambutnya.
Saat chimon keluar dari rumah, ia melihat mama nya sedang menyiram tanaman di halaman depan. Chimon tersenyum sebagai tanda sapaan.
“Tumben nanon belum dateng?” ucap mama chimon sambil mengarahkan selang ke sana kemari.
“Iya, nanon nya lagi sibuk hari ini, jadi chimon berangkat sendiri” belum sempat ucapan chimon itu di jawab oleh ibu nya tiba-tiba ada seseorang yang menjawab ucapannya.
“Kata siapa gue sibuk?” ohhoo, sudah tau lah ya siapa yang ngomong?
“Eh non, sejak kapan lo di sini?” tanya chimon dengan wajah yang kebingungan, perasaan waktu chimon keluar ga ada orang di depan gerbang deh.
“Udah gausah banyak nanya, ayo berangkat keburu telat ntar”
“Mae, nanon sama chimon berangkat dulu ya” ucap nanon sambil menggandeng tangan chimon.
“Iya nak, hati-hati ya”
:
:
:

KAMU SEDANG MEMBACA
Kembali bertemu tapi tidak untuk bersatu (perthchimon) END
Teen FictionJika kamu air lautnya maka aku ikannya, Jika kamu langitnya maka aku senjanya, Jika dunia tidak menerima maka kita tidak akan bisa bersama.