Apakah kita mengganti rute perjalanan dari Paris kemari tetap membuatmu senang?-Kim Nam Gil-
Tentu..
-Song Hye Kyo-
—————————- START —————————-
= Naypyidaw, Myanmar =
Cuaca cukup berkabut tapi matahari berani mengintip sedikit dari arah timur, seorang pria tegap turun dari pesawat Asiana Airlines, diikuti sepuluh orang yang merupakan timnya dari NGOnya dan kementrian luar negeri yang enam diantaranya adalah pria dan satu adalah tim perempuan, serta dua adalah bodyguard untuk menjaga Namgil dan Hye Kyo. Sementara satu perempuan lagi adalah kekasih tercintanya yang ikut mendampingi suaminya untuk pertama kali dalam kegiatan sejenis ini.
Tepat hari ini harusnya pasangan ini akan berangkat ke arah barat dari Korea Selatan yaitu menuju ke Paris untuk berlibur bersama, namun rute itu berubah menjadi ke sebuah negara yang tidak terpikirkan untuk melakukan perjalanan indah.
Tapi untuk apa liburan bersama khas honey moon, toh mereka sudah menjalani pernikahan selama dua tahun, romanca dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun. Putri mereka sudah genap berusia satu tahun tepat bulan lalu, syukurlah putra dan putri mereka tumbuh menjadi anak yang semakin hebat.
Namgil berjalan di lintasan bandara Yangon yang merupakan bandara internasional di negara ini, dengan pakaian kaos putih dan celana jeans hitam dengan sederhananya, mereka sudah ditunggu oleh tiga orang yang merupakan warga korea yang sudah di negara ini sejak 2 hari lalu.
"Hallo, Namgil ssi.." Kata salah satu pria tersebut
Namgil membungkkukan badannya sedikit, "Hallo, pasti kalian sudah lama menunggu kami."
"Tidak, kebetulan kami juga baru datang beberapa menit yang lalu. Sesuai jadwal." Senyum dari mereka.
"Oh iya aku mengajak Hye Kyo, kebetulan dia ingin ikut. Serta para tim kami." Namgil memperkenalkan Hye Kyo dan para timnya
Hye Kyo menundukkan badannya juga, "Semoga aku tak merepotkan kalian." dengan senyumnya menyapa
Song Hye Kyo dengan tampilan sporty menggunakan atasan kaos putih lengan pendek sama seperti Namgil, lalu bawahan celana jeans navy potongan cutbray, serta sneaker putih. Sangat nyaman dilihat siapapun yang memandangnya. Dia menyamakan dengan style Namgil yang cenderung lebih santai.
Mereka semua masuk ke dalam sebuah mobil van yang sudah disiapkan, Namgil masih bersama para timnya. Sementara Hye Kyo masuk ke dalam mobil satunya yang lebih mewah ditemani staff perempuan dari NGO Gilstory, serta satu bodyguardnya.
Hye Kyo sadar bahwa bagaimana kelemahan Namgil ketika sudah terjun ke dunia seperti ini, istrinya sendiri akan terlupakan, kadang membuat Hye Kyo menarik nafas panjang tapi ia sangat memahami hal tersebut dan tak akan protes.
Apakah Namgil terkesan egois? menurut Hye Kyo tidak, karena sebenarnya mengenai kepergian ke Paris yang sudah direncakan harusnya sesuai schedule dan Namgil pun tak ada niat membatalkannya. Namun Hye Kyo sendiri yang membatalkannya, mengganti rute terbang ke Myanmar hari ini.
-Flashback 3 hari lalu-
Namgil menyetir mobilnya melewati jalanan kota Seoul dengan tenang, pendengarannya masih tersambung dengan telepon lewat earphone di telinganya.

KAMU SEDANG MEMBACA
You Are my Destiny (Hye Kyo dan Nam Gil)
Storie d'amore"Setelah aku memutuskan menjadi seorang single lagi, maka aku tidak memiliki keinginan untuk membuka hatiku mencintai sosok pria manapun.. Aku bisa mengembangkan sayapku sendiri saat ini, dengan segala kemampuanku. Aku bukanlah perempuan yang akan...