🍭Ruang Terapi (Mitzu)

117 15 0
                                    

Tzuyu, psikolog muda dengan senyum menawan dan mata yang menyimpan kedalaman, menatap Mina, pasiennya yang duduk di seberangnya, tangannya menggenggam erat di pangkuannya. Keheningan di antara mereka terasa tebal, hanya dipecah oleh detikan jam di dinding. Mata  Mina  menatap  kosong  ke  arah  jendela,  mencerminkan  jiwanya  yang  terluka.

"Mina," Tzuyu memulai dengan lembut, "Aku mengerti ini sulit, tapi aku butuh kau untuk berbicara denganku

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Mina," Tzuyu memulai dengan lembut, "Aku mengerti ini sulit, tapi aku butuh kau untuk berbicara denganku. Katakan padaku apa yang membawamu terus ke sini."

Bibir Mina bergetar, tapi tak ada kata yang keluar. Tzuyu menunggu dengan sabar, tangannya tergeletak lembut di atas meja. Keheningan berlanjut, menjadi penghalang nyata di antara mereka.

"Mina, kau sudah beberapa kali datang ke sini, namun kau masih enggan untuk bercerita," kata Tzuyu dengan lembut   "Aku tahu kau sedang terpuruk. Aku di sini untuk mendengarkanmu."

Mina menarik napas dalam-dalam, berusaha untuk menahan air mata yang menganak sungai di matanya. Ia telah mencoba untuk melupakan masa lalunya,  namun  bayangan  itu  terus  menghantuinya.

Tatapan Tzuyu begitu tulus dan simpati padanya. Seakan-akan ia ingin mengatakan "bantu aku yah?"

"A-ku… Aku tidak bisa," Ucapnya setelah beberapa saat, suaranya nyaris tak terdengar.

Tzuyu mengangguk mengerti. "Tidak apa-apa. Kita bisa melakukannya perlahan. Apa yang kau takutkan?"

Mina  menunduk,  tak  berani  menatap  mata  Tzuyu.  Ia  takut  untuk  menceritakan  segala  sesuatu.  Ia  takut  akan  menyakiti  diri  sendiri.

"Aku takut pada kenangan. Takut pada rasa sakit, dan aku merasa aku tidak berharga"

Hati Tzuyu sakit untuknya. Dia tahu ini akan menjadi perjalanan yang panjang, tapi dia bertekad untuk membantu Mina menemukan kembali suaranya.









********

Selama beberapa minggu berikutnya, Tzuyu dengan cermat membimbing Mina melalui masa lalunya, menyatukan potongan-potongan cerita hidupnya yang hancur. Dia belajar tentang masa kecil Mina, mimpinya, dan kecelakaan tragis yang telah menghancurkan dunianya.  Tzuyu mendengarkan dengan penuh empati, memberikan ruang bagi Mina untuk merasakan dan memproses emosinya.

Dengan setiap sesi, secercah cahaya mengintip melalui kegelapan yang telah menelan Mina. Tzuyu menyadari bahwa Mina bukanlah sekadar pasien, tetapi seorang wanita yang kuat dan tangguh, yang telah melalui banyak hal. Dia merasakan ketertarikan yang mendalam pada Mina, dan dia bertekad untuk membantu Mina menemukan kembali kekuatannya.

Garis antara terapis dan pasien menjadi kabur. Sesi mereka menjadi lebih dari sekadar terapi; mereka menciptakan momen tawa bersama, pemahaman yang tenang, dan kerinduan yang tak terucapkan. Tzuyu mendapati dirinya menantikan pertemuan mereka, jantungnya berdebar lebih cepat saat melihat senyum lembut Mina.

Suatu malam, setelah sesi yang sangat emosional, Tzuyu mendapati dirinya mengulurkan tangan ke Mina, tangannya menyentuh tangannya. Percikan menyala di antara mereka,  Namun, mereka berdua menyadari bahwa perasaan mereka adalah sesuatu yang istimewa.

Tzuyu dan Mina memutuskan untuk memulai hubungan, dengan Tzuyu tetap menjaga profesionalitasnya sebagai terapis. Mereka saling mendukung dalam perjalanan penyembuhan masing-masing. Tzuyu membantu Mina untuk menghadapi trauma masa lalunya, dan Mina memberikan Tzuyu kekuatan untuk menghadapi ketakutannya sendiri.

Mereka menghadapi masa lalu Mina bersama-sama, dengan Tzuyu memberikan Mina ruang untuk bercerita dan merasakan emosinya.  Mereka belajar untuk saling mencintai dan menghargai, dan mereka menemukan kekuatan dalam kelemahan mereka.

Setelah melewati masa-masa sulit, Tzuyu dan Mina akhirnya menemukan kebahagiaan bersama. Mereka membangun kehidupan baru yang penuh cinta dan saling pengertian.  Mina menemukan kembali suaranya, dan dia belajar untuk mencintai dirinya sendiri lagi.  Tzuyu menemukan arti cinta yang sejati, dan dia bersyukur telah bertemu dengan Mina. Mereka belajar bahwa cinta sejati dapat menyembuhkan luka terdalam dan membangun masa depan yang lebih baik.




 Mereka belajar bahwa cinta sejati dapat menyembuhkan luka terdalam dan membangun masa depan yang lebih baik

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


ONESHOT (SATZU/MITZU/JITZU)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang