She Took a Piece of My Mind

4 1 0
                                    

Song: Sparks - Coldplay

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Song: Sparks - Coldplay

But I promise you this
I'll always look out for you
Yeah, that's what I'll do
I say, "Oh"

***

Dulu sekali, waktu giginya masih ompong 2 di depan, waktu kawan-kawannya masih sibuk bermain robot-robotan—bersaing siapa ultraman paling hebat, Jax sudah bermimpi menjadi seorang dokter, spesifiknya spesialis ortopedi saat ia tau apa yang menyebabkan kakeknya meninggal.

Kakeknya, Dimas Jayendra adalah seorang arsitek yang meninggal karena kecelakaan kerja. Jax kecil berpikir bahwa spesialis ortopedi harusnya cukup mahir mengobati cedera dan komplikasi kakeknya.

Waktu umurnya 17 tahun, Jax kehilangan lagi. Kehilangan yang jauh lebih besar saat tau ibunya meninggal menjadi korban tabrak lari.

Tak ada yang menyangka bahwa mimpinya menjadi seorang spesialis ortopedi itu berubah drastis, Jax memilih menjadi penyanyi—hal yang dirasa lebih mudah, dan minim merasa kehilangan. Karena ditinggalkan kakek yang ia cintai dan kehilangan ibu sebagai separuh jiwanya membuat Jax trauma dengan yang namanya 'kehilangan' dan 'ditinggalkan,' makanya ia memilih menyerah pada mimpinya menjadi dokter ortopedi.

Namun, Jax tak pernah tau ia akan ditinggalkan oleh teman seperjuangannya di Alpha Echo. Jax tak pernah tau ia akan kehilangan Kian Asher.

Hari di mana Ki pergi, Jax bersumpah ia akan menjaga yang tersisa. Ia akan menjaga Nero, menjaga Ha, bahkan Irvine sekalipun.

"Lo nggak bisa hubungin dia, Ha."

"Sejak kapan lo larang gue?"

Jax menatap Hael Ivalo nyalang waktu keduanya makan malam di apartemen Nero bersama Irvine karena hari ini Irvine ulang tahun.

"Ini buat kebaikan band kita. Kalau lo terjebak rumor sama cewek ini, dia juga yang bakal diserang, Ha."

"Easy, Man. Gue punya batasan," tutur Ha sambil kembali merangkai pesan tak terkirim untuk Juni.

Namun, tangan Jax menahan Ha melakukannya.

"Nggak, Ha. Lo nggak tau batasan semenjak lo mutusin buat kabur 5 bulan lalu."

"Serius lo masih mau permasalahin ini?"

"You've changed, Man! Lo udah nggak menghabiskan waktu sama kita lagi, lo sibuk stalking cewek yang namanya Juniper itu! Lo bahkan nekat nyamperin dia beberapa kali. Bukannya kesepakatan kalian udah beres? Lo nggak perlu usik dia lagi, Ha."

"Oke, gue rasa kalimat lo terlalu protektif dan perdebatan ini kalau kita lanjutin akan terkesan kekanak-kanakan. I swear to God." Ha kembali meraih ponselnya.

"Ha!" Jax nekat mencengkram tangan Ha kuat-kuat, matanya membulat sempurna. "Lo ngerti nggak? Alpha Echo nggak bisa jatuh cinta sama orang sembarangan!"

FateTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang