Chapter 59: Twins' Birthday and Other Surprises

111 2 0
                                    

Dengan dekorasi ulang tahun yang sudah terpasang di dalam kamar Camila dan Cecelia, terdengar nyanyian ulang tahun yang dinyanyikan oleh Valerie, Ryke, dan juga Rhae. Kedua anak itu pun terbangun karena nyanyian tersebut dan pada saat mereka membuka matanya, Camila dan Cecelia langsung menghampiri ayahnya yang memegang kue ulang tahun mereka.

Agar Ryke dapat membalas pelukan kedua gadisnya, Valerie membantu Ryke untuk memegangkannya beberapa saat.

"Happy birthday to my princesses, my greatest blessing. Daddy loves you," ucap Ryke setelah mencium kedua anaknya secara bergantian. "I don't know how to live without you two. Thank you for being born into this world, to be my beautiful daughters."

"Thank you, Daddy. You are the best. Look at the decorations!" seru Camila pada saat Cecelia memeluk kaki Valerie.

"Bukan Daddy yang mendekorasi kamar kita, Mil, tapi Mummy Valerie! Aku mengintip semalam saat Mummy Valerie sedang menerbangkan balon-balon ini ke atas. Terima kasih, Mummy!" ujar Cecelia sembari menatap ke atas, dimana ia dapat menatap wajah Valerie.

Setelah apa yang terjadi di sofa itu, Ryke kembali membuat kue sedangkan Valerie, ia masuk ke dalam kamar Camila dan Cecelia untuk menaruh kado-kado mereka dan juga mendekorasi kamarnya karena Rhae lupa melakukan itu dan Ryke juga pastinya sudah lelah karena sudah banyak sekali hal yang ia kerjakan hari ini. Jadi, untuk meringankan pekerjaan Ryke, ia yang mendekorasi kamar tersebut dengan balon-balon dan tulisan 'Happy Birthday' dan jujur saja, ia tidak sadar kalau Cecelia terbangun. Jadi, ia cukup terkejut saat Cecelia mengatakan hal tersebut.

"Thank you, Mum!" seru Cecelia pada saat Ryke mengambil kembali kue dari tangan Valerie agar wanita itu dapat memeluk Cecelia dan juga Camila, kalau gadis berambut cokelat mau menerima pelukannya.

Valerie menarik Cecelia dalam pelukannya. "Of course! Today's your birthday. Happy birthday, my dearest Cecelia." Kemudian ia menatap ke arah Camila yang juga sedang menatapnya disela pelukannya dengan Cecelia. Dengan tangannya yang terbuka, Valerie tersenyum dengan lebar sambil mengisyaratkan Camila untuk ikut berpelukan dengan mereka berdua. Ketika Camila berjalan dengan langkah kecilnya dan bergabung dengan kembarannya untuk memeluk dirinya, Valerie terkejut. Ia bahkan menoleh ke arah Ryke untuk menunjukkan betapa terkejutnya dan bahagianya dia. Pria itu pun juga ikut senang melihat Camila yang kelihatannya sudah mulai mau menerima keberadaan Valerie.

"Happy birthday to you too, my special girl. I just want you to know, Camila, I'm beyond happy that you want to hug me," bisik Valerie di telinga Camila. "Thank you."

"I do want to hug you from the day you entered our home, but I'm too scared that you're like our real mother."

Valerie tidak menjawab. Ia hanya terdiam di dalam pelukan yang diberikan oleh Camila dan Cecelia, tidak tahu harus merespon apa.

Setelah itu, Ryke mengajak kedua anak-anaknya untuk meniup lilin kue ulang tahunnya meleleh semuanya. Momen seperti ini adalah sesuatu yang wajib diabadikan, jadi Valerie mengeluarkan ponselnya untuk mengambil foto kedua anak itu yang sedang bersiap untuk meniup lilin ulang tahunnya, sementara Rhae mengabadikannya dengan bentuk video dengan handycam di tangannya.

Ternyata seperti ini penampakan dari keluarga yang hangat, yang tidak pernah Valerie miliki selama hidupnya. Ibunya jarang sekali merayakan dirinya pada saat ia berulang tahun, dari dulu sejak ia masih kecil hingga saat ini ketika ia sudah beranjak dewasa. Untungnya saja dulu, Stefan Salvatore, ayah dari Stella, selalu menyiapkan kue untuknya dan juga pesta kecil-kecilan di suatu restoran, sampai satu kali media membuat berita tentang dirinya yang mengira ia sedang makan bersama dengan ayahnya yang sampai sekarang masih menjadi misteri untuk dirinya dan juga media.

Irresistible Sight | Irresistible Series #2Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang