Setelah kedatangan Alisha kemarin. Pagi itu anak-anak Magic 5 berangkat dengan perasaan gelisah yang menyelimuti hati mereka.
Sesampainya di parkiran, ternyata mereka harus bertemu lebih awal dengan Alisha yang juga baru datang dan memakirkan motornya.
"Gak nyangka ya kita bisa ketemu lebih awal?!" ucap Alisha seraya turun dari motor.
Magic 5 tak menyahut.
"Oh ya, kalian pasti lagi mikir kan gua sekelas sama siapa?" ujar Alisha. "Mungkin ada kemungkinan kalo gua bisa sekelas sama kalian"
Kemudian pergi meninggalkan mereka berlima. Dengan senyuman yang dia kembangkan.
"Aduhh, kira-kira dia masuk kelas mana? Kalo sampe masuk di kelas gua sama Irsyad gimana dong?!" ucap Adara panik.
"Kayaknya gak mungkin masuk ke kelas lo sama Irsyad. Kan selama ini setiap ada murid baru selalu masuk ke kelas gua kalo gak ke kelas yang lain?!" tutur Naura.
"Lo kayak gak tau dia aja Nau. Dia kan bisa kendalikan pikiran orang sesuai yang dia mau?!" sambung Irsyad.
Mereka pun terdiam sesaat memikirkan ucapan yang di lontarkan oleh Irsyad. Tanpa mereka ketahui, ternyata Alisha mendengarkan pembicaraan mereka dibalik mobil yang berada tak jauh dari tempat mereka.
"Setakut itu ya kalo sekelas sama gua. Dan lo Irsyad, ternyata lo masih ingat kalo gua bisa kendalikan pikiran orang lain sesuai yang gua mau?!" ucap Alisha.
Bel masuk berbunyi. Mereka segera pergi dari parkiran begitu juga dengan Alisha yang segera pergi dari tempat persembunyiannya.
Di kelas, perasaan Adara menjadi gelisah tak menentu. Sesekali ia menengok arah pintu masuk dengan harapan Alisha tak masuk ke kelasnya. Sehingga membuat Irsyad yang duduk di sampingnya harus dia buat heran.
"Heh lo kenapa sih liat pintu mulu?!" tanya Irsyad bingung dengan perilaku Adara.
"Kalo sampe Alisha masuk ke kelas kita gimana?"
"Ya jangan sampe. Gua gak mau sekelas sama dia?!"
"Apa lagi gua, mana bangku belakang gua kosong lagi?!" gerutu Adara.
Terdengar suara langkah kaki menuju ke arah mereka. Ya, itu adalah langkah kaki guru pengajar hari ini. "Selamat pagi anak-anak...!"
"Pagi, Buuu...!" sahut para siswa.
"Baik kita akan memulai pembelajaran, muka buku B.Indonesia kalian?!" suruh guru pengajar.
Untung dia gak masuk ke kelas ini, gumam Adara.
Kalo dia gak masuk ke kelas ini, kemungkinan dia masuk ke kelas Naura, Rahsya sama Gibran dong?!,pikir Irsyad.
Di kelas anak magic 5 yang lain, mereka pun tengah memikirkan kira-kira kelas mana yang akan di masuki oleh Alisha.
"Guys kira-kira Alisha masuk ke kelas mana?" tanya Gibran.
"Mana gua tau, kalo gak kelas ini yang kelas Adara sama Irsyad. Kalo gak ya ke kelas lain?!" jawab Naura.
"Eh katanya ada murid baru loh?!" ujar siswi lain.
"Iya, katanya dia cantik?! Bisa jadi cewek gua yang ke-5 nih?!" sambung murid cowok.
"Buaya lu?!" teriak siswi yang lain.
"Eh lo tuh mau bikin asrama cewek apa gimana, banyak banget?!" tanya Gibran ikut menimbrung.
"Bagi gua itu masih kurang?!" jawab murid itu yang dikenal dengan nama Galih.
"Selamat pagi anak-anak...!" sapa guru pengajar dari ambang pintu.
"Pagi buuu...!" sahut para siswa.
Guru pengajar pun melangkah ke arah bangkunya. Menaruh sekumpulan buku yang ia bawa dan meletakkannya di meja.
Alisha gak sekelas sama gua, jadi kemungkinan besar dia sekelas sama Adara, pikir Naura.
Di sisi lain, Alisha tengah memandang ke arah kelas Adara sama Irsyad. Ia mengepal kedua tangannya dengan raut wajah menunjukkan kemarahan.
"Kalo bukan gara-gara tu cowok, gua pasti berhasil kendalikan pikiran kepsek dan masuk ke kelas itu?!" ucapnya dengan amarah yang menyelimuti dirinya.
Bersambung....
Informasi:
Hay,aku cuma mau menyampaikan.Kalo tanggal 1 Januari 2025 nanti aku bakal bikin cerita ku yang ke dua.....
Aku berharap kalian mau baca cerita keduaku. Judulnya Hanya bisa menyukai tanpa harus memiliki buat informasi lebih lanjutnya aku bakal sampaikan besok malam ya.. Dan makasih juga buat kalian yang udah mau baca cerita Magic 5 aku ..🙌🙌
KAMU SEDANG MEMBACA
MAGIC 5
Teen FictionMenceritakan tentang lima orang anak yang memiliki kekuatan berbeda-beda dan di temukan di tempat dan waktu yang berbeda
