cuman komen “next” atau “lanjut” kayak gitu aja udah bikin aku seneng + semangat nulis book ini.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
°
Lorenzo berdecak kesal, dengan terpaksa ia turun dari ranjangnya lalu berjalan ke arah pintu kamarnya. “siapa coba malem gini ketok-ketok, gangguin orang aja” gumam Lorenzo. Walaupun setelah itu ia tetap membukakan pintu untuk seseorang yang mengetuknya itu.
Cklek
Pintu dibuka oleh Lorenzo, terlihat Orion didepannya dengan raut wajah yang panik mampus. Lorenzo hanya menatapnya dengan wajah datar, Orion lalu segera berbicara “Davin di keroyok geng nya Reza, boss!” ujar Orion panik.
Lorenzo yang mendengarnya juga kaget, karena tidak biasanya Davin dikeroyok. Ia segera mengambil kunci motornya dan berpamitan kepada kekasihnya itu.
“lo kesini sama siapa, yon?” tanya Lorenzo dengan menaiki motornya. Orion menunduk, “gua tadi panik banget, jadi kesini lari doang ga sempet bawa motor hehehe” balasnya. Lorenzo segera menyuruhnya untuk menebeng bersamanya.
Setelah sampai di markas khusus, mereka berdua masuk kedalamnya. Terlihat Davin yang sedang duduk di sofa dan Ayrin disampingnya yang sedang mengobati beberapa lukanya. Disana juga ada Juan yang sedang merokok sambil menatap Davin.
“lagian kok bisa sih pin? kan udah lu udah gue bilang, gausah lewat jalan situ! gue sebenernya mau bilang kalo disitu ada mereka, tapi keburu lo nya pergi" ujar Ayrin.
"ya gua kira gaada apa-apa, soalnya biasanya itu kata kata lo itu gaada yang bener, gua kira lo ngejoke. Ternyata engga, keseringan bercanda sih." balas Davin lemah.
“siapa aja yang keroyok lo?"
“gua inget, tapi ga semua gua tau. Soalnya keburu pandangan gua burem gitu, yang gua liat cuma Reza, Ello, Dori, Janu—”
“wait, Janu?!” potong Juan. Davin mengangguk, “hah! janu yang suka sama Cathrina?” tanya ayrin.
Davin kembali mengangguk “iya, dia, gua juga ga nyangka sama ga percaya kalo tu anak masuk Arregos. Tapi gua yakin kalo itu dia, soalnya jelas banget, gua kenal mukanya” jelas Davin.
“watafakkk!” seru Orion tiba-tiba.
“emangnya lo gabisa lawan, vin?” tanya Lorenzo, karena menurutnya, Davin cukup berbakat di acara jotos menjotos orang, walaupun kurang darinya.
“ya gua kaget, pas gua pulang dari rumah ayrin kan mayan gelap, ditambah lampu motor gua redup. Nah itu tiba tiba tuh mereka nabrak gua dari samping terus di keroyok gitu.”
“terus mau gimana ini, udah malem gini jir gua kangen Natalia pengen pulang." ujar Juan. Orion mengulum senyumnya, "ooh lu mau nyuruh Natalia se—" belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Juan sudah menutup mulut Orion menggunakan tangannya terlebih dahulu.