Selamat membaca.
Hari minggu aku lewati dengan bercengkrama dengan keluarga. Menggoda pelita sampai menangis, menonton film horor di ruang tamu dan saat menonton film itu pelita dan mas Bentala lah yang paling bersemangat tapi pada pertengahan film yang berteriak paling kencang ya mereka berdua lucu sekali. Aku masih teringat bagaimana wajah ketakutan mas Bentala.
Tanpa sadar besok adalah hari senin. Cepat sekali hari minggu berlalu. Kenapa hari minggu ke hari senin cepat berlalu tapi kenapa hari senin ke hari minggu lama sekali.
Saat ini aku sedang berada di meja belajar ku. Mengemasi barang ku untuk sekolah besok, lagu sempurna by andra & backbone menggema diseluruh penjuru kamar ku.
Sayang ku kau begitu~
Aku menyanyikan sebagaian lirik lagu itu. Sembari membayangkan wajah nya. Entah kenapa lagu itu mengingatkan aku tentang dia.
Sempurna~
Sembari tersenyum tipis aku mengingat bagaimana pertama kali kita bertemu. Sebenarnya aku sudah berkali kali menyangkal perasaan ku kepada dia. Tapi entah kenapa perasaan itu semakin besar. Ditambah kita tak bertemu beberapa hari menambah perasaan ku ke dia.
.
Setelah selesai menyelesaikan mengemasi buku. Aku pun menuju jendela kamarku untuk menghirup udara di malam hari. Bisa ku lihat lampu lampu dari rumah tetangga sudah menyala menyinari setiap rumah. Tak lupa dengan lampu lampu dijalan yang sudah menerangi jalannan. Teriakan anak anak yang sedang bercanda dan bermain bersama temannya menjadi objek pertama ku.
Disana ada beberapa anak anak yang sedang bermain kelereng. Dan disana juga adek ku yaitu pelita. Beberapa anak mulai mencoba mengenai kelereng ditengah lingkaran tapi hampir semua gagal. Aku hanya terkekeh kecil saat melihat wajah kesal anak anak yang gagal.
Karena udara mulai dingin aku mulai menutup jendela ku dan beranjak dari sana menuju ke kasur yang tak terlalu besar itu yang cukup untuk 2 orang itu. Saat ingin merebahkan badan ku ke kasur aku mendengar ketukan di pintu kamar. Dengan malas aku membuka pintu itu.
"Ada apa mas." Dan kalian semua benar yang mengganggu ku adalah mas bentala.
"Em. Mas boleh masuk." Aku hanya mengangguk dan membiarkan mas masuk.
"Ren. Nanti liburan akhir tahun mau enggak naik gunung sama temen temennya mas. Ga semua laki laki kok dek tapi juga ada yang perempuan. Please ya dek. Mas mohon."
"Enggak Ren ada acara nanti."
"Enggak bakalan lama kok sumpah paling mentok 3 harian kok."
"Tumben maksa."
"Iya. Sebenarnya mas waktu main truth or dare mas milih dare dan disuruh bawa km buat naik gunung bareng. Enggak cuma kamu kok dek ada mentari juga. Please dek. Kali ini bantu mas. Mas janji nurutin apa mau kamu mas janji."
"Yaudah iya. Tapi udah izin ayah belum nanti dimarahin lagi."
"Udah dong. Makasih ya Ren."
Makasih banyak sudag baca.
Jangan lupa vote dan komen
Jangan lupa koreksi jika ada yang salah.
Terimakasih.
Tau ah ga jelas.

KAMU SEDANG MEMBACA
Belenggu Kasih Dikota Bengawan
Teen Fiction"sebenarnya kamu siapa zein" renjana yang penasaran dengan kehidupan kakak kelasnya yang diasingkan semua murid disekolah. bagaimana kelanjutannya.... langsung aja membaca Terispirasi dari kisah nyata. Tapi ada yang ku buat non fiktif. Asli dari ot...