Pagi ini, kondisi mansion baru Jung bersaudara sangat hening. Hanya ada suara wajan yang berdenting ketika bersentuhan dengan sutil yang proses itu menyebabkan masakan jadi matang dan siap disajikan untuk dimakan, intinya cuma suara masak dari dapur sih.
Dan yah.., yang ada di dapur adalah Jin yang masih bisa bangun pagi walaupun kelelahan akan pelatihan intensif kemarin. Walaupun sebenarnya, Hoseok juga sudah bangun pagi itu. Hanya saja, karena penyakit yang dideritanya kambuh lagi tadi pagi jam 3 sampai jam 5. Jadi dia masih mengumpulkan energi dan mencoba meredakan pusing yang dia rasakan dari tadi hingga sekarang.
"Duh.., ayolah.. Nih kepala jangan ikut ikutan deh.., lihat itu Jin Hyung udah masa buat yang lain. Masak kamu cuma diem aja gini, ayolah.., jangan sekarang kumohon.." Ucap Hoseok sambil frustasi akan kondisinya yang tak bisa bergerak karena kepalanya yang terlalu menyiksanya.
"Tok..,Tok.."
"Hoba.., kamu nggak papa..?" Ucap Yoongi dari luar kamar tersebut dengan cukup cemas, karena adik pertamanya itu tak keluar juga setelah Jin menyelesaikan masakannya.
"Hyung.., to-tolong aku.. A-ada dar-darah dis-sini.." Ucap Hoseok dengan panik ketika melihat darahnya sendiri keluar dari hidungnya dengan cukup deras.
"Tunggu, Hyung akan masuk sekarang." Teriak Yoongi tak kalah paniknya dengan Hoseok.
Di buka lah pintu kamar Hoseok yang sudah berhiaskan ceceran darah milik Hoseok yang mengalir begitu saja, Yoongi langsung menahan lubang hidung Hoseok dengan tisu agar darahnya tak begitu berceceran di mana mana.
Lalu dengan cepat, Yoongi langsung membawa Hoseok pergi ke kamarnya yang berada diantara kamar Hoseok dan juga Jimin. Di dalam kamarnya, Yoongi dengan cekatan memasang infus, kantong darah, mesin EKG. Baru setelah mimisan Hoseok berhenti, dia memasangkan masker oksigen pada Hoseok agar tidak merasa sesak.
Setelah semua sudah dipastikan stabil oleh Yoongi, dengan wajah takut, cemas dan khawatir dia duduk di samping ranjangnya sendiri sambil memantau mesin EKG. Dengan wajah lelah dan tubuh lemas, Hoseok pun masih mencoba meraih tangan Yoongi dan menyakinkannya kalau dirinya baik baik saja.
"Yo-Yoongi Hyung.., a-aku udah nggak papa kok. Ja-jangan nangis dong.." Ucap Hoseok setelah dapat menggenggam tangan Yoongi walaupun dengan tangan yang lemas, dan wajah pucat yang menampilkan senyuman hangatnya. Yoongi yang mendengar suara lirih Hoseok pun malah semakin menangis dengan cukup deras.
"Ja-jangan gini lagi ya.., Hoba.. Aku takut kamu bakal pergi, ka-kalau kamu kambuh lagi jangan diem aja. Bilang sama aku.." Ucap Yoongi dengan badan bergetar tanpa disadari olehnya sendiri saking takutnya untuk kehilangan seorang Jung Hoseok.
"Iya.., ma-maaf ng-gak ngo-mongh s-sama Hyungh tadih.." Hoseok pun hanya bisa meminta maaf dengan terbata bata saking lelahnya dia setelah bertahan melawan penyakit dan trauma nya sekaligus.
"Hy-Hyungh.., a-aku mau ti-tidur dul-lu bo-leh?."
"I-iya.., tapi jangan lupa buat bangun lagi yaa.. My Sunshine.., selamat istirahat.."
"Wangi ka-mar Hy-Hyung mi-rip ar-aromanya Eomma.., han-ngat.."
Setelah Hoseok benar benar tertidur, Yoongi pun akhirnya menumpahkan semua air mata yang dia tahan. Baik badan, tangan ataupun kakinya seperti tak berfungsi karena terlalu syok akan kejadian tadi.
"Ini sudah kali ketiga aku melihat kamu kambuh, tapi aku masih nggak bisa menahan diriku untuk merasa takut kalau kamu bakal meninggalkan aku. A-aku masih nggak bisa Hoba.., nggak bisa.." Yoongi pun hanya menangis dan terus menangis dengan cukup keras, sampai Jin yang di dapur pun mendatangi kamar setelah membangunkan adiknya yang lain.
"Yoon?, kamu nggak papa?." Teriak Jin dari luar. Karena tak ada jawaban dari Yoongi, Jin pun langsung masuk saja ke dalam kamar Yoongi.
"Yoon?, HOBI..??!!" Jin pun terkejut dengan keadaan kedua adiknya yang sama sama mengenaskan. Hoseok yang tertidur dengan badan penuh alat serta wajah dan badannya yang pucat, dan Yoongi yang hanya bisa menangis dan menatapnya dengan tatapan kosong putus asa.
"Yoon.., kamu nggak papa?. Hobi kenapa..?. Kambuh lagi ?, terus kamu kenapa kayak gini?. Ayo bicara sama Hyung.., yaa..?" Ucap Jin dengan lembut, mencoba menenangkan adiknya yang terlihat syok dan menangis seolah kehilangan harapan.
"Hy-Hyung..?, Jin Hy-Hyung.?" Yoongi terlihat sangat linglung dan ketakutan ketika memeluk Jin kala itu.
"Hy-Hyung..?, adikku akan baik baik saja kan?. D-Dia nggak bakal berani ninggalin kita kan?. AYO JAWAB AKU HYUNG.., DIA NGGAK BAKAL PERGI KAN..!!!." Teriak Yoongi dengan frustasi.
"Tolong bilang.., dia nggak bakal ninggalin kita kan?. Dia bakal sama kita terus kan.., bilang Hyung.., Tolong.." Yoongi dengan putus asa pun hanya memukul kecil Hyungnya itu, dan tak di balas apa pun oleh Jin.
Karena dia tahu, kalau pertanyaan dari Yoongi susah untuk dijawab. Karena masa depan tak akan ada yang tahu, dan dia tak ingin mengatakan apa pun yang belum pasti.
Di luar, Jimin yang tak tahu apa pun hanya bingung mendengarkan ucapan dari Yoongi dari luar. Tapi yang dia tahu pasti, Hyungnya Hoseok Hyung memiliki penyakit parah yang bahkan membuat seorang Jung Yoongi putus asa kalau adiknya itu akan baik baik saja.
"Aku memang nggak tahu apa yang terjadi sama Hobi Hyung, tapi aku janji bakal jagain Hyung walaupun aku nggak tahu apa yang Hyungdeul simpan dari ku."
Di perpustakaan keluarga, Jungkook dan Namjoon yang gabut nungguin masakan Jin yang nggak selesai selesai akhirnya mereka baca di perpustakaan. Walaupun Jungkook itu maknae, dia lumayan suka membaca buku mirip Namjoon.
"Hyung.., kan Jimin-ie Hyung udah insaf nih. Kapan kita kasih tahu soal Hobi Hyung ?, yah.., takutnya nanti Ncim Hyung marah loh kalau kita ngga kasih tahu tentang itu.." Ucap Jungkook dengan mulut mencucu.
"Entahlah.., Hyung juga nggak tahu si Kook. Soalnya kan semua itu terserah Hobi Hyung, mau kasih tahu Jimin atau nggak. Lagian kamu nggak boleh ngomong kayak gitu juga, Jimin itu bukan insaf. Tapi dia itu menyadari kesalahannya dan mau minta maaf dan menerima konsekuensinya gitu." Kata Namjoon sih gitu yaa, oh ya selama dia ngomong sama JK bukunya di bawa dan dibaca loh..
(Nggak kaya kalian, kalau ke perpustakaan nggak niat. Awalnya baca buku terus akhirnya malah ngobrolin hal yang gak penting. Eh.., itu temennya MyroX deh. Maap, salah orang.)
"Itu mah bahasa halus dan ribetnya insaf sih Hyung, oh ya. Nanti kelas pagi ku ada kaitannya sama matematika sama sejarah. Boleh.., minta ajarin nggak ?" Tanya Jungkook dengan wajah yang di imut imutkan.
"Hem..., ya boleh mana sini yang ngga paham ?." Dan.., mereka pun belajar sampai mereka kelaparan dan akhirnya makan makanan yang di masak Jin di meja makan tanpa tahu apa yang terjadi sama Yoongi, Jin, Jimin, dan.. Taehyung.
Eh.., kok?. Taehyung nggak ada ?.
Ternyata di tempat lain, Taehyung lagi e'e di kamar mandi dekat dapur karena diare dari kemarin sore gara gara jajan sembarangan. Mangkanya kalo Jin Hyung bilang didengerin Tae.., jangan masuk telinga kanan keluar telinga kiri dong..
"Persiapan sudah selesai, saatnya menjalankan rencana.."
_???_
------------------------------------------------------
*Hwai.., surprice double up.*
*Untuk memperingati besok hari senin..🙃*
*Semoga suka sama ceritanya..*
*Jaa naa*

KAMU SEDANG MEMBACA
I Just Need Happiness // BTS •Jung Hoseok•
FanfictionHanya sebuah kisah dari seorang pemuda yang menahan semuanya sendirian dalam sebuah kebohongan yang ia ciptakan karena keterpaksaan.