🍭 Love is Jenius (Mitzu)

77 9 0
                                    


Aroma khas formaldehida dan berbagai zat kimia lain sedikit menyengat hidung, namun bagi Tzuyu, itu adalah aroma surga. Laboratorium sekolah, yang sebenarnya hanya sebuah ruangan kecil di pojok gedung adalah tempat favoritnya. Di sana, di tengah tabung reaksi, buret, dan labu Erlenmeyer, ia merasa paling nyaman. Rambutnya yang sedikit berantakan, kemeja putih yang selalu sedikit kusut, dan tatapan matanya yang tajam menggambarkan seorang jenius kimia muda yang pendiam dan cool. Tzuyu, siswa SMA yang jenius, tengah asyik meracik larutan untuk eksperimen terbarunya.

Mina, siswi SMA yang cantik dan cerdas, seringkali memperhatikan Tzuyu dari kejauhan. Ia duduk di bangku laboratorium, pura-pura membaca buku, namun matanya selalu tertuju pada Tzuyu. Mina, siswi jurusan IPA yang bercita-cita menjadi dokter, terpesona oleh ketelitian dan konsentrasi Tzuyu. Ia merasakan aura misterius dan menarik yang terpancar dari sosok pendiam itu.

Sana, sahabat Mina yang ceria dan ekstrovert, juga tak kalah kagum. Ia seringkali menggoda Mina tentang ketertarikannya pada Tzuyu, namun Mina hanya tersenyum malu-malu. "Dia kayak alien, jenius banget!" kata Sana suatu hari, sambil melirik Tzuyu yang tengah asyik berhitung di buku catatannya. Sana, dengan keberaniannya, beberapa kali mencoba mendekati Tzuyu, namun selalu berakhir dengan jawaban singkat dan tatapan dingin dari Tzuyu.

Bahkan Jihyo, ketua OSIS yang terkenal cantik, pintar, dan tegas, juga diam-diam mengagumi Tzuyu.  Dari kejauhan, ia mengamati Tzuyu dengan tatapan kagum.  Kejeniusan Tzuyu dalam bidang kimia membuatnya terkesan.  Meskipun ia tak pernah menunjukkannya secara terang-terangan,  Jihyo seringkali sengaja melewati laboratorium hanya untuk sekilas melihat Tzuyu bekerja.  Ia terpesona oleh dedikasi dan fokus Tzuyu.  Namun, sifatnya yang teramat gengsi membuatnya tak berani mendekati Tzuyu.

  Namun, sifatnya yang teramat gengsi membuatnya tak berani mendekati Tzuyu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Suatu hari, sekolah mengadakan lomba sains tingkat regional. Lomba ini membutuhkan tim yang mampu menyelesaikan masalah kimia yang kompleks. Mina dan Sana, yang tahu akan kemampuan Tzuyu, langsung mengajaknya bergabung. Awalnya, Tzuyu menolak. Ia lebih suka mengerjakan eksperimennya sendiri, tanpa gangguan.

Namun, Mina dan Sana, dibantu sedikit desakan halus dari Jihyo (yang beralasan membutuhkan tim yang kuat untuk mengharumkan nama sekolah), tidak menyerah. Mereka tahu bahwa Tzuyu bukanlah antisosial, melainkan hanya pemalu dan kurang percaya diri. Mereka pun mengubah strategi. Mereka menawarkan dukungan, bukan paksaan. Mereka menawarkan persahabatan, bukan hanya kerja sama. Mereka seringkali membantunya membersihkan peralatan laboratorium, membawakan buku-buku referensi, dan mendengarkan keluh kesahnya tentang rumus-rumus kimia yang rumit.  Jihyo, meskipun tak terlalu terlibat secara langsung dalam membantu Tzuyu,  memberikan dukungan moral dengan cara yang halus, misalnya dengan memberikan semangat lewat pesan singkat atau memastikan Tzuyu mendapatkan fasilitas yang dibutuhkan.

Perlahan-lahan, Tzuyu mulai luluh. Ia melihat ketulusan Mina, Sana, dan bahkan dukungan terselubung dari Jihyo. Ia mulai membuka diri, berbagi ide dan kesulitannya dengan mereka. Kerja sama mereka dalam mempersiapkan lomba sains berjalan dengan lancar. Mereka menghabiskan waktu berjam-jam di laboratorium, berdiskusi, bereksperimen, dan saling mendukung. Di tengah kerja keras mereka, benih-benih cinta mulai tumbuh di antara Tzuyu dan Mina.

Mina, dengan kecerdasannya, mampu memahami pikiran Tzuyu yang rumit. Ia mampu menjangkau sisi lembut Tzuyu yang selama ini tersembunyi di balik sikap cool-nya. Tzuyu, yang terbiasa dengan kesendirian, menemukan kenyamanan dan kebahagiaan dalam kehadiran Mina.

Pada hari lomba, tim mereka berhasil memenangkan juara pertama. Kejeniusan Tzuyu, dikombinasikan dengan kecerdasan Mina, Sana, dan dukungan Jihyo, telah membuahkan hasil. Namun, bagi Tzuyu, kemenangan itu terasa lebih manis karena ia telah menemukan sesuatu yang lebih berharga: cinta.

Setelah lomba, di bawah langit senja yang indah, Tzuyu mengungkapkan perasaannya kepada Mina. Ia menyatakan cintanya dengan kata-kata yang sederhana, namun tulus. Mina, yang juga menyimpan perasaan yang sama, membalas pengakuan Tzuyu dengan senyuman manis dan pelukan hangat. Cinta mereka, yang terlahir di tengah-tengah tabung reaksi dan rumus kimia, begitu murni dan begitu indah. Love, bagi Tzuyu, memang jenius. Ia telah menemukan formula sempurna untuk kebahagiaan: Mina.


 Ia telah menemukan formula sempurna untuk kebahagiaan: Mina

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



AI





.







ONESHOT (SATZU/MITZU/JITZU)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang