halooo! selamat datang di cerita CARAMELA versi terbaru!
⚠️ WARNING ⚠️
PLAGIAT DILARANG MAMPIRhappy reading!
•••
Di kamar Elvio, suasana terasa begitu sunyi, namun di balik kesunyian itu ada ketegangan yang menggantung di udara.Caramela duduk di tepi ranjang dengan wajah pucat, jari-jarinya saling menggenggam erat di pangkuannya.
Sementara itu, Elvio duduk di depan layar laptopnya, matanya tajam menatap rekaman CCTV rumah yang tengah ia periksa.
Namun, beberapa menit berlalu tanpa hasil. Ekspresi Elvio semakin menggelap, lalu tiba-tiba -
"Brengsek!"
Elvio memukul meja dengan keras, membuat Caramela sedikit tersentak kaget.
"CCTV rusak. Dan rekamannya gak ada," gumam Elvio dengan rahang mengeras. "Orang itu bener-bener niat. Dia tau cara mainnya. Ini bukan kebetulan Caramela,"
Caramela hanya diam, menunduk dalam ketakutan. Jantungnya berdetak cepat.
Elvio menghela napas panjang, mencoba meredam emosinya. Ia berbalik, menatap Caramela dengan ekspresi serius. "Sekarang Om yang mau nanya sama kamu,"
Caramela mengangkat wajahnya, menatap Elvio dengan waspada.
"Kamu sembunyiin sesuatu, kan?" suara Elvio terdengar tenang, tapi ada nada tajam di dalamnya. "Caramela, Om tau ada yang gak beres sama kamu. Dari awal Om udah curiga,"
Caramela langsung menggeleng cepat. "Aku gak nyembunyiin apa-apa, Om," katanya pelan, nyaris seperti bisikan.
Elvio memicingkan matanya, lalu dengan tenang, ia berdiri dan berjalan ke lemarinya.
Dari dalam, ia mengambil sebuah map dan membawanya ke depan Caramela.
Lalu, tanpa berkata apa-apa, ia mulai mengeluarkan isinya satu per satu dan meletakkannya di ranjang.
Test pack dengan dua garis merah.
Vitamin ibu hamil.
Susu khusus ibu hamil.
Hasil USG dengan nama "Caramela Liora" tertera di atasnya.Caramela terdiam, wajahnya seketika memucat. Dadanya terasa sesak, matanya membulat melihat barang-barang itu. Tangannya bergetar, bibirnya sedikit terbuka, tetapi tak ada kata-kata yang keluar.
Elvio menatapnya tajam. "Om nemuin ini di kamar kamu. Awalnya Om cuma mau ngecek kamar kamu setelah kejadian pelemparan batu,"
Caramela menggigit bibirnya. Ia merasa tenggorokannya kering, sulit berbicara.
"Caramela," suara Elvio melembut, tapi masih penuh ketegasan. "Jangan bohong lagi. Om udah tau semuanya,"
Air mata mulai menggenang di mata Caramela. Ia ingin berbohong, ingin menghindar, tapi sudah tak ada gunanya.
Perlahan, ia mengangkat wajah dan menatap Elvio dengan mata yang mulai memerah.
"Aku..." suaranya bergetar. "Iya Om, aku hamil,"
Keheningan menyelimuti ruangan.
Elvio menutup matanya sejenak, menghembuskan napas panjang. Meskipun ia sudah menduganya, mendengar pengakuan itu langsung dari Caramela tetap membuat hatinya terasa berat.
"Berapa usia kandungan kamu? Dan siapa Ayah bayi itu?" tanyanya akhirnya.
Caramela mengusap air matanya yang mulai jatuh. "Usianya 10 minggu dan aku gak tau siapa Ayah bayi ini karena aku diperkosa Om,"
Elvio memejamkan matanya, lalu mengusap wajahnya dengan kasar. "Caramela, kenapa kamu gak bilang dari awal?"
Caramela hanya menunduk, tangisnya semakin deras.
"Maaf,"
"Denger Caramela. Mulai sekarang, kamu harus selalu bareng Om, gak boleh menghindar lagi. Paham?"
"Gimana sama Mamah dan Papah, Om? Gimana kalau-"
"Kamu fokus aja buat ujian kelulusan, sisanya biar Om yang urus," potong Elvio penuh penekanan.
•••
don't forget to vote n comment ‼️

KAMU SEDANG MEMBACA
Caramela (SELESAI)
CasualeCaramela Start : 1/1/25 Finish : 18/2/25 ••• Deskripsi : Caramela selalu percaya bahwa hidupnya akan semanis namanya. Namun, dalam satu malam, segalanya hancur. Ia dipaksa menanggung luka yang tak terlihat, meninggalkan bekas yang tak akan pernah h...