Caramela • Part 33

112 37 0
                                    

halooo! selamat datang di cerita CARAMELA versi terbaru!

⚠️ WARNING ⚠️
PLAGIAT DILARANG MAMPIR

happy reading!
•••

Di dalam ruang ujian yang hening, hanya suara jam dinding yang terdengar berdetak, semakin menambah tekanan di dada setiap siswa/i.

Caramela menatap lembar jawabannya dengan mata yang mulai berat, kepalanya terasa seperti dipenuhi kabut karena kurang tidur. Tapi ini bukan waktunya untuk menyerah.

"Oke, fokus, Mel! Jangan samp3 ada yang kelewat!" batinnya sambil menegakkan punggung dan menggenggam pensil lebih erat.

Matanya kembali ke soal yang tersisa. Tangannya bergerak cepat, menandai jawaban yang paling masuk akal di antara opsi yang ada. Ia membaca cepat soal terakhir, berusaha memahami inti pertanyaannya dalam waktu singkat.

"Lima menit lagi," suara pengawas mengingatkan, membuat jantungnya berdebar lebih cepat.

Caramela menulis dengan tempo lebih cepat, memastikan tidak ada jawaban yang tertinggal. Napasnya tertahan saat ia menuliskan jawaban terakhir tepat ketika bel berbunyi.

"Selesai!" Ia meletakkan pensilnya dan menghela napas panjang.

Ketika pengawas mulai mengumpulkan lembar jawaban, Caramela menyandarkan tubuhnya di kursi dengan lega.

Meskipun penuh perjuangan dan rasa kantuk yang mengganggu, setidaknya ia berhasil menyelesaikan semuanya tepat waktu.

Begitu keluar dari ruang ujian, Caramela langsung menghirup udara dalam-dalam, seolah ingin mengusir semua kepenatan dari pikirannya.

Di sebelahnya, Laura meregangkan tubuh, sementara Laras dan Sherly berjalan santai di belakang mereka.

Namun, satu orang di antara mereka tidak bisa diam - Vinia.

"Gue tuh masih kepikiran soal nomor 12! Kalian jawab apa? Gue sempet ragu antara B atau C, tapi akhirnya milih C. Aduh, bener gak, ya?" ocehnya tanpa jeda, membuat Caramela menoleh dengan tatapan lelah.

"Lagian nomor 12 itu soal apa sih? Gue aja udah lupa," kata Sherly sambil tertawa kecil.

"Yang tentang teori ekonomi itu loh!" Vinia terus berbicara dengan semangat. "Terus nomor 18 juga susah banget, kan? Gue tuh awalnya mikir jawabannya A, tapi setelah dipikir-pikir lagi - "

"Vin, kita baru aja keluar dari ruang ujian, dan gue cuma pengen makan tanpa mikirin angka-angka atau teori apa pun," potong Laras sambil merangkul bahu Vinia.

Caramela mengangguk setuju. "Bener banget. Udah ya, Vin. Jangan bahas ujian lagi. Kita harus selamatin otak kita pake makanan,"

Vinia mengerucutkan bibirnya, tapi akhirnya ikut tertawa. "Iya, iya, abisnya gue masih kepikiran sih!"

Kantin sekolah dipenuhi suara riuh para siswa yang baru saja selesai ujian.

Caramela dan teman-temannya baru saja tiba, namun tempat yang biasa mereka duduki sudah ditempati oleh kelompok lain.

"Ya ampun, tempat kita diambil," keluh Sherly sambil melayangkan pandangan ke sekeliling kantin yang penuh sesak.

"Padahal gue udah ngekhayal duduk di situ sambil makan ayam geprek," gumam Laura kecewa.

"Liat di sana, ada meja kosong di dekat jendela!" tunjuk Laras.

Tanpa pikir panjang, mereka berlima langsung berjalan cepat ke meja kosong itu sebelum didahului orang lain. Begitu duduk, Caramela langsung menghela napas panjang.

"Astaga, akhirnya bisa santai juga," katanya, meregangkan bahu.

Mereka segera memesan makanan, sementara Vinia - seperti yang sudah bisa ditebak - masih saja membahas soal ujian.

•••
don't forget to vote n comment ‼️

Caramela (SELESAI) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang