halooo! selamat datang di cerita CARAMELA versi terbaru!
⚠️ WARNING ⚠️
PLAGIAT DILARANG MAMPIRhappy reading!
•••Caramela terbangun dengan mata yang berat, melihat sekeliling kamar yang remang-remang akibat cahaya sore yang masuk melalui tirai jendela.
Menguap sebentar, lalu ia meregangkan tubuhnya, merasakan otot-ototnya yang kaku setelah tidur siang yang panjang.
Dengan malas, ia menggerakkan tubuhnya untuk bangkit dari kasur, merasakan rasa lengket di kulit akibat keringat yang menempel.
Namun, sebelum melangkah ke kamar mandi, Caramela berjalan menuju cermin besar yang ada di sudut kamar. Ia berdiri di depan cermin, menatap dirinya sendiri dalam keheningan.
Pikirannya melayang sejenak, namun perhatian utamanya jatuh pada perutnya yang semakin membulat.
Perlahan, dengan kesadaran penuh, ia menarik baju oversize yang ia kenakan ke atas, memperlihatkan perutnya yang buncit.
Meskipun ia merasa aneh melihat perubahan itu, ada perasaan yang tidak bisa ia ungkapkan.
"Kalian udah semakin besar, ya," bisiknya pelan pada perutnya, seakan berkomunikasi dengan calon bayinya.
Setelah beberapa saat memandangi perutnya, Caramela menghela napas pelan dan menurunkan baju oversize-nya kembali.
Dengan langkah ringan, ia berjalan menuju kamar mandi, membuka pintu yang masih berembun akibat udara lembap.
Suara tetesan air dari shower memenuhi ruang kecil itu. Caramela melepaskan pakaian yang menempel di tubuhnya, merasakan dinginnya udara yang menyambut kulitnya yang hangat.
Ia menyalakan shower, air hangat mengalir deras, dan sejenak, ia menutup matanya, membiarkan tetesan air itu membasahi rambut dan tubuhnya.
Setelah mandi dan berpakaian rapih, Caramela melangkah keluar dari kamar, merasakan udara sejuk yang menyambut.
Perutnya terasa lapar, dan keinginan untuk makanan manis datang begitu saja. Apakah ini yang dinamakan ngidam?
Tanpa berpikir panjang, ia menuju dapur, membuka pintu kulkas dengan penuh harapan.
Di dalam kulkas, ia melihat beberapa bahan makanan yang biasa ia simpan, tetapi tak ada yang langsung menarik perhatian.
Namun, di bagian rak paling atas, ada beberapa cup kecil puding berbagai rasa.
Wajah Caramela langsung tersenyum lega. Puding itu pasti akan memuaskan rasa laparnya.
Ia mengambil beberapa cup puding, lalu membuka penutupnya, dan memilih satu puding dengan lapisan cokelat di atasnya.
"Ngiler banget aku liatnya," gumamnya pelan lalu memakan puding itu dengan sendok kecil.
Manis dan lembut, rasa itu langsung menyebar di mulutnya, membuat perutnya merasa sedikit lebih tenang.
Tiba-tiba, Elvio sudah berdiri di sampingnya, senyum kecil terukir di bibirnya. Ia memandang puding yang ada di tangan Caramela dengan mata penuh keingintahuan.
"Lagi ngidam ya?" tanya Elvio, suaranya ringan namun ada sedikit tawa di ujung kata-katanya, seakan tahu betul apa yang sedang Caramela rasakan.
Caramela menatap Elvio sejenak, sedikit terkejut dengan pertanyaannya. Ia tersenyum kecil, lalu mengangguk pelan, "Mungkin... tapi pudingnya manis dan enak banget Om. Mau coba?"
"Gak, kamu aja,"
"Oke Om,"
Caramela yang tengah menikmati pudingnya tiba-tiba berhenti. Sebuah pikiran terlintas begitu saja, membuatnya terdiam sejenak.
Dengan ragu, ia meletakkan sendok dan menatap Elvio, yang masih berdiri di dekat meja.
"Om Elvio," suara Caramela pelan namun serius, "Apa pelakunya udah ketemu, Om?"
Elvio menatap Caramela sejenak, lalu mengangguk pelan. Senyum di wajahnya menghilang, digantikan dengan ekspresi lebih serius. "Udah," jawabnya tegas. "Dia laki-laki pengangguran. Tapi dia cuma seorang eksekutor yang diiming-imingi uang banyak sama pelaku aslinya untuk ganggu kamu."
Caramela terdiam, mendengarkan setiap kata Elvio. "Jadi... siapa pelaku aslinya?" tanyanya dengan nada khawatir. Rasa penasaran dan sedikit ketakutan mulai muncul kembali.
Elvio menghela napas panjang, kemudian melanjutkan, "Pelaku aslinya masih belum tau pasti, tapi kamu gak usah khawatir. Biantara lagi selidiki lebih lanjut,"
"Bang Biantara?" kaget Caramela.
"Iya, karena Biantara itu detektif yang udah dikenal kehandalannya dalam menangani kasus-kasus seperti ini,"
•••
don't forget to vote n comment ‼️

KAMU SEDANG MEMBACA
Caramela (SELESAI)
AcakCaramela Start : 1/1/25 Finish : 18/2/25 ••• Deskripsi : Caramela selalu percaya bahwa hidupnya akan semanis namanya. Namun, dalam satu malam, segalanya hancur. Ia dipaksa menanggung luka yang tak terlihat, meninggalkan bekas yang tak akan pernah h...