~
~
~A (Ayam)
"Bang, kemarin gue WA lo buat mesen ayam. Kok gak lo bales sih?" Jaemin merengut, melabrak pedagang ayam potong langganannya yang biasa mengantarkan ayam potong segar ke rumahnya. Jaehyun -si tukang ayam, biasanya akan sangat sumringah dan semangat saat Jaemin memintanya membawakan ayam ke rumah Jaemin, tapi kemarin sangat aneh. Jaehyun bahkan tidak membaca pesannya sama sekali.
"Ngapain lo nyari gue lagi? Bukannya udah ada si Mark bule abal-abal itu?" Jaehyun memotong bagian paha bawah ayam dengan wajah merengut sebal.
"Ya elah bang, masih cemburu gegara minggu lalu gue beli ayam di warungnya Markidi?" Jaemin mengusap keningnya yang berkeringat, cuaca hari ini sangat panas, suasana pasar juga sangat ramai yang membuat Jaemin sedikit tidak nyaman.
Tapi demi bertemu bang Jaehyun, kiamatpun akan Jaemin lewati.
Jaehyun tidak menjawab, tangannya masih sibuk memotong ayam.
"Ya udah deh, kalo emang lo gak mau gue langganan sama lo lagi. Gue ke warungnya Markidi aja." Belum sempat Jaemin berlalu, Jaehyun sudah lebih dulu menggenggam tangan kanannya.
Jaemin menoleh, melihat wajah tertekuk Jaehyun dengan bibir sedikit manyun dan kepalanya yang tertunduk.
"Maaf.." Gumam Jaehyun tanpa berani menatap balik pada Jaemin. "Maaf udah ngambek, tapi kamu janji jangan beli ayam di bule abal-abal itu."
Jaemin tersenyum, gemas dengan tingkah kekasihnya yang kadang kekanakan seperti ini.
"Iya aku maafin, tapi lepasin tangan aku. Kamu habis motong ayam, bau."
B (Burung)
"Kalo reinkarnasi itu ada, kamu mau reinkarnasi jadi apa di kehidupan selanjutnya?" Haechan menggenggam tangan Jaemin erat, tubuhnya semakin merapat pada Jaemin yang sudah terhimpit tembok di sisi kirinya.
"A-aku, mau jadi burung?" Haechan tersenyum. Dipeluknya tubuh Jaemin yang bergetar ketakutan juga kedinginan.
"Aku juga, setelah ini kita jadi burung sama-sama ya sayang."
"Chan, aku takut."
"Aku tau, tenang aja. Disini ada aku."
"Sial! Mereka malah bawa polisi!" Suara berat pria berkaos hitam membuat Jaemin makin bergetar.
"Bangsat! Kita abisin aja semuanya! Bawa barang-barang yang berharga dari rumah ini! Udah dibilang jangan bawa polisi! Biar mereka tau akibatnya." Suara lain yang menyahuti membuat Haechan semakin mengeratkan pelukannya.
"Echan.."
"Sttt.. Echan disini, Nana tutup mata aja. Peluk Echan, yang erat." Jaemin menangis, menutup erat kedua matanya lalu balas memeluk tubuh Haechan.
Hal terakhir yang mereka dengar hanyalah suara letupan dari Kaliber 7.62 dan teriakan kedua orang tua mereka dari luar rumah mereka.
C (Culun)
"Kok bisa sih Jaemin pacaran sama Shotaro? Jaemin si anak berandalan itu pacaran sama Shotaro si culun? Kok bisa?" Jaemin muak, mendengar beberapa teman sekolahnya berbisik-bisik membicarakan soal hubungannya dengan sang pacar.
Memangnya kenapa kalau anak berandal pacaran dengan anak culun?
"Jaemin.." Shotaro yang melihat Jaemin hendak berdiri menahan lengan kiri Jaeminnya, mengisyaratkan sang kekasih untuk tidak pergi melabrak siswi-siswi yang sedang membicarakan mereka tadi.

KAMU SEDANG MEMBACA
Bunny #cute_and_so_sexy
FanficPengen ikut-ikutan aja bikin oneshot Jaeminuke.. Gemes sendiri kalo baca book orang tuhh, pngen nuntut lebih rasanya..