Chapter 61: Back To NYC

76 1 1
                                    

Waktu liburannya di Edinburgh sudah selesai dan Valerie sangat sedih untuk meninggalkan rumah yang sudah menjadi tempat tinggalnya selama beberapa minggu terakhir ini. Ia merasakan semua kehangatan yang seharusnya dimiliki oleh semua rumah.

Meninggalkan si kembar akan sangat berat baginya sekarang karena ia sudah sangat terbiasa dengan keberadaan Camila dan Cecelia di hari-harinya, walaupun awalnya sangat sulit untuk mendapati hati Camila. Tetapi, sekarang? Anak itu sangat menempel dengannya.

Semua barang-barangnya sudah ada di bawah, tetapi Valerie masih ingin menghabiskan sisa waktunya sambil menunggu utusan Damien yang akan menjemputnya di atas tempat tidur ternyaman yang pernah ia tiduri bersama dengan pria yang ia cintai.

"Aku tidak ingin meninggalkan rumah ini," ucap Valerie seraya menarik tangan Ryke agar lebih erat memeluknya. "It felt like home, Ryke."

Ryke mencium kening Valerie. "You felt like home, baby."

"You are my home," kata Valerie sebelum keduanya mendengar adanya suara ketukan pintu yang berasal dari Rhae.

Adik perempuan Ryke itu memberitahu mereka bahwa jemputan Valerie sudah berada di depan rumah mereka. Dengan segera, Valerie dan Ryke pun keluar dari kamar untuk turun ke bawah dimana semuanya berada.

Camila dan Cecelia yang sudah memakai baju tidur mereka pun langsung memeluk Valerie dengan erat setelah ia menuruni anak tangga bersama ayah mereka. Ia merasakan begitu besar rasa sayang kedua gadis kecil itu terhadap dirinya, maka dari itu ia meneteskan air matanya.

"Why are you crying, Mummy?" tanya Cecelia seraya menghapus air mata di wajah Valerie setelah melepaskan pelukannya.

  "Yes, Aunt Valerie. Why are you crying? Is it because of me? Is it because I was a bad girl?" tanya Camila.

Valerie menggelengkan kepalanya. "It's because I don't wanna leave you, my beautiful girls."

Kedua anak itu hanya tersenyum dan memeluk Valerie kembali sebelum mereka berdua bersama dengan ayah dan bibinya mengantarkan Valerie menuju mobil.

Saat ia sudah berada di luar rumah tersebut, Valerie mengitari pandangannya ke sekeliling pekarangan depan beserta bangunan rumah di depannya itu lalu mendaratkan pandangannya kepada Ryke yang sudah melebarkan lengannya untuk membawa Valerie masuk ke dalam pelukannya dan menciumnya.

  "I'll see you again in two months, okay?"

Valerie hanya dapat mengangguk dan menangis sampai hidungnya berubah menjadi merah.

  "I'm going to miss you, Ryke," bisik Valerie. "And I'm going to miss Cece, Mila, and Rhae too."

  "Yes, baby. We're going to miss you too," kata Ryke seraya menarik Valerie kembali ke dalam pelukannya yang menghangatkan tubuh wanita itu.

Setelah melepaskan pelukan antara dirinya dengan Ryke, ia mengambil waktu untuk berpamitan dengan Rhae yang sangat amat baik kepadanya selama beberapa minggu ini.

  "Rhae, terima kasih banyak untuk semuanya dan jangan lupa untuk project kita berdua. Aku dan Damien sangat mengandalkanmu," kata Valerie.

Rhae tersenyum dan mengangguk. "I'll keep you posted, Val. Don't worry. And also, thank you for giving attention and affection to the twins. They really liked you, Valerie. A lot."

Irresistible Sight | Irresistible Series #2Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang