Yerim melenguh kesal ketika dia terbangun. Sekali lagi, dia tidur di kamar orang lain! Cara dia bangun sudah sangat tak menyenangkan. Mata bengkak, kepala pusing, perut sakit, juga buang air kecil yang tidak tertahankan. Mulutnya tak sabar untuk mengomel, akan tetapi akan mengalah demi pergi ke toilet. Ketika dia mengangkat kepala dari bantal, rasanya seperti ada sekarung beras jatuh dari atas. Butuh beberapa saat baginya untuk sampai ke kamar mandi dan menyelesaikan urusan pembuangannya.
Ah, sial. Belum lima menit bangun, sudah lebih dari sepuluh umpatan keluar dari mulut Yerim. Ia tidak ingat banyak hal, namun sebatas itu saja, sudah cukup membuatnya melayangkan kata-kata kasar. Alkohol tidak pernah jadi kawannya. Bahkan hanya sedikit saja, dia sudah mabuk. Ia kira toleransinya akan meningkat, namun ternyata hanya semakin parah. Semoga ia tidak berkata macam-macam semalam atau Kai mungkin akan berpikiran buruk terhadapnya.
Yerim sama sekali tidak bangga dengan apa yang dia lakukan saat ini. Tidur dengan banyak lelaki bukan sesuatu yang dia ingin lakukan. Dia merasa sangat murah saat membiarkan orang-orang menyentuh dirinya. Sejak ibunya masih hidup, dia selalu diajari untuk menjaga harga dirinya sebagai seorang perempuan.
Namun semua itu sudah berlalu, tidak lagi relevan untuk disesali.
Setelah selesai dari kamar mandi, Yerim hanya bisa bersandar di ambang pintu. Dia ingat dia tidur di sofa pagi tadi. Entah apa yang terjadi sampai dia terbangun di kamar. Akan lebih baik jika ia tidur sendiri. Namun entah mengapa, laki-laki di apartemen itu punya dorongan besar terhadap dirinya—tidak bisa mengendalikan diri bahkan untuk martabat mereka sendiri.
"Yerim-a~"
Seorang pemuda—si pemilik kasur, bahkan kamar yang Yerim tempati melenguh sensual seraya menyusuri sisi kasur dengan tangannya yang panjang. Apakah itu? Sebuah mimpi erotis atau sikap tak tahu malu? Bukankah dia sudah berjanji untuk tidak berlaku seakan-akan terjadi sesuatu di antara mereka? Lalu apa yang dilakukannya sekarang?
Setelah meraba penuh sisi tempat tidur yang kosong, pemilik kasur itu menyadari bahwa orang yang seharusnya di sana sudah tak ada. Perlahan matanya terbuka, memastikan kalau inderanya tidak salah. Bukan jawaban, ia justru terperanjat saat melihat Yerim memperhatikannya dari ambang pintu. Sakit kepala otomatis datang kembali.
"Yerim!"
"Aku bukan hantu,"
Respons itu justru membuat si pemilik kasur kikuk.
Yerim bersedekap dan memasang ekspresi garang, "kenapa kau tidur di kasurku?"
"It's mine now."
"Lalu kenapa aku tidur di sini?"
"Kau bangun dan berpindah ke sini sendiri."
Kepala Yerim terasa gatal. Apa dia melakukan itu? Dia sudah tahu kalau dia memang akan jadi tak tahu malu ketika mabuk. Namun apa mungkin dia menerobos?
Tidak, itu bukan kesalahannya. Kalau memang dia menerobos, seharusnya pemilik kamar tidak mencuri kesempatan untuk bergabung dan tidur sambil berpelukan seperti tadi.
"Itu tidak menjelaskan kenapa kau ikut tidur bersamaku. Seharusnya, kalau aku mabuk, kau tahu untuk tidak mencari kesempatan."
"Aku juga ingin tidur, di mana lagi kalau bukan di sini? Aku tidak melakukan apapun. Pintu kamar juga tidak dikunci. Semua orang bisa masuk. Tadi Kai juga memeriksa ke sini. Taehyun dan Heeseung Hyung juga berlalu lalang. Aku hanya berbaring sebentar karena kepalaku sakit."
"Tapi saat aku bangun, kau memelukku."
"Aku pasti tidak sadar dengan itu. Aku tertidur karena efek obat."
Keributan memancing orang-orang mendekat, Yerim dan Jay otomatis terperanjat ketika pintu kamar dibuka dengan cepat. Kang Taehyun muncul di balik pintu. "Ada apa?" Pertanyaan itu tidak begitu menarik bagi kedua lawan bicara. Jawaban juga tidak terlalu penting karena pemuda itu dirasa mampu memahami situasinya sendiri. "Kau sudah bangun?"

KAMU SEDANG MEMBACA
THE GAMBLER 2: Big League🔞 | TXT & EN-
Fiksi Penggemar🚫PLAGIAT ADALAH TINDAKAN KRIMINAL🚫 HOTTER, BADDER, BRAVER Kim Yerim bersama kawan-kawan barunya memutuskan untuk membalas dendam pada orang-orang jahat di masa lalu. Namun, akankah semua berjalan sesuai rencana? .Kim Yerim (OC) .Lee Heeseung (ENHY...