Lanna's POV
Aku tiba tiba ingat sahabat baikku.. Yang selama ini ter abaikan olehku karena si Louis brengsek itu! Akupun menelpon Mita.
"Mita..?? "
"OMG LANNA KAMU KEMANA AJA?! AKU GAK BISA NELFON KAMU ATAUPUN BBM KAMU!! KAMU INI-"
"Mita.. Mendingan kamu ke rumah aku aja ya.. Biar ngobrolnya lebih enak"
"Oh.. Ok deh.. Tunggu ya.. 10 mnt lagi aku sampe sana"
Setelah kututup telfonnya aku pun terdiam. Memikirkan apakah ada jalan keluar?
Tok tok
"Loh katanya sepuluh menit.. Ini baru 3 menit.. Well, baguslah lebih cepat lebih baik" gumamku.
"Hai Mita maaf y-"
Tiba tiba aku disetrum dan semuanya menjadi gelap.Mita's POV
Pas aku sampe rumahnya Lanna kok seperti ada mobil yang keluar ya? Mobilnya mencurigakan sekali.. Aku cepat cepat mengcheck rumah Lanna."LANNA?! LANNA?!" Kok perasaanku gaenak ya?
Langsung kucoba untuk mengejar mobil itu. Dia mengarah ke taman. Aku berhenti dan memerhatikan dari mobil. Tidak lama aku melihat seorang gadis dikeluarkan dari mobil. Tunggu.. Aku mengenalnya.. Ituu.. LANNA! Astaga! Apa yang terjadi?!
Louis' POV
Aku tiba di taman. Tidak ada siapa siapa. Tiba tiba aku melihat seseorang yang sepertinya aku kenal.. MITA! Ngapain dia disini?? Diam diam aku mendekatinya.. "Hei!! heii! Mita.. Kamu ngapain disini" Mita terkejut atas kedatanganku.
"Astaga Louis! Kukira kamu salah satu pria jahat. Kamu ngapain disini?!"
"Aku yang harusnya tanya kamu.. Apakah kamu disini karena......."
"Lanna??" Kita bilang bersamaan.
Aku menceritakan apa yang terjadi begitu pula Mita."Mita, aku punya rencana."
Mita mendengarkan semua rencanaku dengan serius. "Oke?? Pokoknya setelah 5 menit ya.. Jangan kurang atau lebih!"
"Kamu yakin ini akan berhasil?"
"Aku tidak yakin sih tapi, untuk Lanna.. Akan kulakukan apa yang aku bisa."
"Baiklah"Jadi inti dari rencana tadi adalah aku akan menyerahkan diriku dan setelah 5 menit aku meminta Mita untuk menelfon polisi.
Aku perlahan masuk ke dalam taman.
"ELEANOR! Keluar lah! Kau menginginkanku bukan? Aku disini! Tunggu apa lagi?"
"Well, well, hai sayang. So? Aku harus menculik 'PEREMPUAN' mu? Baru kamu mau menemuiku?"
"Dimana Lanna? Aku ingin melihatnya!"
"Sabar lah loui sayang.. Kenapa gak 'main' sama aku dulu?"
"Ternyata kamu itu busuk! Kukira kamu baik!! Aku tak akan pernah mau balikan denganmu!"
"Oh ya? Mari kita lihat.. Apa yang bisa aku lakukan kepada PEREMPUAN MU!! HHAHAHAHA. HEI KALIAN! CEPAT BAWAKAN PEREMPUAN GAK GUNA ITU!"
"Baik bos!"
Tidak lama aku melihat Lanna di gendong oleh salah satu body guardnya Eleanor. Setelah itu dia melemparnya ke tanah. "HEI!" Aku cuman bisa bilang itu karena setelah itu Eleanor menodong pistol ke arah Lanna.
"Lihat? Dengan 1 alat aku bisa membunuhnya.."Tiba tiba terdengar langkah kaki
"Bos! Kita ada penyelinap!" Katanya sambil melempar seseorang ke tanah. MITA!!
"Hei! Kamu siapa?! Kok bisa ada disini?"
"Aku cuman jalan jalan kok.."
"Kalau begitu.. Apakah kau kenal dengannya?" Ele menunjuk ke arahku.
"Huh? Tidak.. Siapa dia.. Apa hubungannya denganku?"
"Baiklah kalau begitu.. Tapi karna kau disini.. Jadi lebih baik kamu jadi saksi dari semua hal yang akan terjadi. HAHAHA"Aku dan Mita berkomunikasi lewat tatapan mata. Dari yang kudapat sih.. Mita sudah menelfon polisi.
"El sudahlah.. Kau hanya menginginkanku bukan? Lepaskanlah mereka berdua" eleanor jalan ke arahku sambil mengayunkan pistolnya. Tapi kalau kayak gitu.. Dimana serunya?? HAHAHA"
"Kayaknya aku harus habisi Lanna dulu deh"
Eleanor jalan ke arah Lanna dan saat eleanor siap menembak aku lari ke arah Lanna dan mencoba untuk mendorong Eleanor. Lanna selamat.. Syukurlah Dia baik baik saja.. Tapi.. Sepertinya ada yang mengalir di bajuku.. Secara samar samar aku melihat ada banyak orang yang datang dan ada lampu sirine polisi. Akhirnya.. Tiba tiba semuanya menjadi gelap.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Impossible (One Direction Indonesia Fanfiction )
FanfictionSeorang gadis berumur 17 tahun bernama Lisanna dan temannya yang bernama Mita, nonton konser 1D, band favorite mereka. Namun, semua jadi berantakan