.
.
.
Jangan tanyakan tentang keadaan dirinya sekarang. Sungguh menggenaskan. Yerin mengira bahwa suaminya akan menjadi sangat baik hanya untuk menarik perhatiannya, atau kemungkinan untuk meminta permintaan maafnya. Tetapi tebakannya salah besar. Totally wrong. Pria brengsek itu justru terbang menuju negeri Jiran untuk perjalanan bisnis. Katanya bisnis dengan profit tinggi itu lebih berharga daripada istrinya sendiri.
Jangan salahkan Yerin jika saja dirinya membuat Bae Irene kehilangan wajah cantiknya. Siapa bilang dia akan diam saja?
Jihyo duduk disamping tempat tidur rumah sakit sambil mengupas buah pir dengan tenang. "Aku heran kenapa suamimu tidak menempatkan pengawal di depan kamar ini."
Mata Yerin memicing "Cih, benar-benar. Bisa bisanya lebih dari dua pengawal menjaga kamar wanita ular itu. Aku istrinya, dia lupa?"
"Bahkan di ruang VVIP, aku tidak menyangka."
"Wanita jelek itu pasti mengguna-guna suamiku."
"Hem, aku bukannya memberi sugesti yang tidak-tidak, tetapi ada kemungkinan ... kau ditinggal," kata Jihyo sambil menyuapkan satu buah pir ke dalam mulut Yerin. "Biasanya jika istri sah salah langkah, suami akan memilih selingkuhannya dan hal itu tidak boleh terjadi padamu."
"Tidak. Enak saja aku kehilangan kehidupan mewah ini." ucap Yerin. "Bagaimanapun aku tidak sepandai itu untuk mencari pria baru yang setara dengan Kim Taehyung. Rugi besar kalau aku menyerah."
"Wah, kau menikah dengan dia saja sudah termasuk hebat. Kim Taehyung itu luar biasa kata suamiku. Aku tidak tau luar biasa yang bagaimana tetapi jika Daniel sudah memuji orang sampai seperti itu, artinya memang Kim Taehyung memang sehebat itu."
Yerin mengusap infusnya, menatap ke arah atap. Mencoba mengingat-ingat alur cerita yang dia baca di dalam novel. Sepertinya dia melupakan sesuatu.
"Kau tau ... kasus rumah bekas di daerah selatan?" Jihyo melirik Yerin dengan pelan lalu kembali mengupas buah pir nya.
"Ya?Kasus pemerkosaan itu?"
"Ehem." Jihyo berdehem mengiyakan. "Katanya suamimu terlibat."
"Hah? Dia pelakunya?"
Jihyo menggeleng. "Bukan. Suamimu melindungi korban."
"Lalu?" Yerin sangat penasaran, hal ini tentunya tidak tertulis didalam novel. Memang mau sedetail apa cerita di dalam novel sampai semua kejadian masa lalu akan diceritakan?
"Pelaku pemerkosaannya menghilang, bahkan polisi tidak menemui jejaknya selama satu tahun lebih. Sampai polisi menemukan kuburan asing di dalam hutan dan diketahui identitasnya adalah pelaku pemerkosaan itu. Sungguh, kasus ini benar-benar memggemparkan korea saat itu. Kau tidak mengikuti kasusnya?" ucap Jihyo kembali menyuapkan buah pir ke Yerin.
Yerin menggeleng pelan.
"Memang korban dari kejadian itu siapa?"
Jihyo mengernyit sesaat sebelum menjawab. "Seorang wanita, katanya dia adalah mantan pacar suamimu. Dia sering bolak-balik masuk tv. Kau pasti sering melihatnya."
"Siapa? Kenapa aku tidak tahu?"
Jihyo mengedikkan bahunya. "Han Minji namanya."
Yerin meneguk ludahnya berat. Kenapa dia jadi tidak tenang begini? "Mereka ... berapa lama mereka berhubungan?"
"Hm. Sekitar enam tahun, aku lupa-lupa ingat."
"Benarkah?"
Jihyo mengangguk. "Dulu Jimin, asisten suamimu itu pacarku. Jadi aku kurang lebih tahu tentang hubungan mereka."

YOU ARE READING
Not My World
Fanfiction[Revisi] Yerin Ayasari, perempuan biasa yang tinggal di korea sebagai perantau untuk mencari benih benih uang. Semuanya terasa biasa saja sampai sebuah kejadian aneh terjadi. Dia masuk ke dalam sebuah cerita novel. Oh shit! ...