Aku berdiri di samping adikku, Lukas, memperkenalkan seseorang yang baru ia temui hari ini. "Lukas, ini Putri Cleora dari Virelia, putri Adipati Bruno. Ia datang ke festival bersama ayahnya," ucapku dengan senyum ramah.
Lukas, yang lebih tinggi dariku, menatap Cleora dengan mata tajam yang biasanya hanya ia tunjukkan saat menilai seseorang. Namun, alih-alih menunjukkan ekspresi kaku seperti biasanya, ia malah mengangguk kecil dan tersenyum tipis. "Senang bertemu denganmu, Putri Cleora."
Cleora membalas dengan anggun, sedikit membungkuk sebagai tanda hormat. "Kehormatan di pihak saya, Yang Mulia."
Aku tersenyum melihat interaksi mereka sebelum akhirnya menggandeng tangan Cleora dan berjalan bersamanya menyusuri area festival. Suasana festival benar-benar luar biasa—bendera warna-warni berkibar, wewangian bunga serta makanan khas kerajaan memenuhi udara, dan rakyat terlihat begitu antusias dengan berbagai acara yang berlangsung.
"Aku tidak menyangka kau akan sehangat ini, Putri Lydia," ujar Cleora tiba-tiba, membuatku meliriknya dengan heran.
"Apa maksudmu?" tanyaku sambil tersenyum.
Cleora terkikik pelan. "aku baru bisa membicarakannya sekarang, aku dengar bahwa kau itu kejam dan tidak mudah didekati. Tapi ternyata kau sangat menyenangkan diajak berbincang."
Aku tertawa kecil. "Mungkin mereka hanya belum mengenalku dengan baik."
Kami terus berjalan, menikmati suasana, hingga tiba-tiba suara gaduh di tengah kerumunan bangsawan menarik perhatian kami. Aku berhenti melangkah dan menoleh, begitu juga Cleora.
Di tengah ballroom yang dipenuhi putri-putri bangsawan, aku melihat Irish berdiri dengan ekspresi penuh amarah. Ia dikelilingi oleh beberapa putri dari kerajaan lain, yang tampaknya sedang berbincang tentang sesuatu yang menarik—sesuatu yang jelas membuat Irish kehilangan kendali.
Salah satu putri bangsawan dengan suara lugu namun tajam berbicara dengan nada polos, "Putri Irish, aku percaya kau tidak mungkin memalsukan kehamilanmu dan mengaku bahwa kandunganmu gugur hanya karena Wolfsbane, bukan?"
Suasana langsung menjadi tegang. Aku menyipitkan mataku, menyadari permainan licik dalam pertanyaan itu. Putri itu berpura-pura lugu, tetapi jelas pertanyaan itu dirancang untuk menjebak Irish di hadapan banyak orang.
Seorang bangsawan lain berpura-pura membela, "Jangan bicara ini di sini, semua orang jadi mendengar."
Namun, justru kalimat itu menarik perhatian lebih banyak orang. Aku melihat beberapa tamu mulai menoleh, tertarik dengan percakapan ini.
Irish yang terlihat malu, tiba-tiba meledak, tidak sadar dirinya berteriak, "Hentikan omong kosong itu!"
Beberapa putri bangsawan pura-pura terkejut dengan reaksi Irish. Salah satu dari mereka menutupi mulutnya seolah baru saja mendengar sesuatu yang mengejutkan. "Yang Mulia, anda tidak perlu marah, bukan? Apalagi kalau ini tidak benar."
"Tapi..." seorang putri lain menyela dengan nada ragu, seolah berpikir keras. "Kalau bayimu gugur hanya karena bunga Wolfsbane, bukankah itu aneh? Apalagi kudengar kau hanya menyeduh lima puntung Wolfsbane dalam teh."
Aku hampir ingin tertawa. Jadi ini alasan mengapa rumor itu menyebar begitu cepat. Mereka tidak hanya mencurigai kebohongan Irish, tapi juga ingin memastikannya di hadapan semua orang.
Irish yang semakin terpojok mencoba mencari jalan keluar. "Kalian tidak tahu! Semua ini adalah akal-akalan seseorang! Dia tahu kalau itu adalah Wolfsbane tapi tetap menyuruh seseorang agar aku meminumnya!" serunya, mencoba membalikkan keadaan.
Seorang bangsawan langsung menimpali, "Siapa orang itu? Apakah itu Nona Lydia?"
Aku yang baru saja menyaksikan semua ini tertawa kecil dan berjalan mendekat, membuat beberapa putri yang mengenaliku langsung terdiam. Sebelum aku bisa menjawab, Cleora yang ada di sampingku justru melangkah maju lebih dulu.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Main Princess✔️
FantasyDalilah terperangkap di tubuh kembarannya sendiri, sejak kematian dirinya beberapa hari yang lalu. Highest rank #2 | Pahlawan (13 February 2025) #13 | 2023 (13 February 2025) #22 | Jiwa (13 February 2025)