HD | Canggung

182 20 0
                                    

HOT DUDA | Canggung

"O-Om.." lirih Ayana dengan wajah meringis.

Di depannya kini berdiri sosok Adam yang menatapnya dengan pandangan lurus. Membuat Ayana merasa gelisah di tempatnya berada.

"Dari mana?" tanya pria itu dengan suara beratnya.

Ayana menggigit bibir bawahnya gugup sembari menunduk. Gadis itu menatap ke arah Adam dengan ragu-ragu sebelum menjawab pertanyaannya.

"Dari kos, Om. Hari ini Ayana udah mulai pindah ke sana." jawab Ayana dengan suara pelan.

Netra Adam meruncing dengan raut wajah tegas. Sejak pembicaraan mereka semalam, Adam terus kepikiran dengan rencana Ayana yang ingin pindah dari rumahnya. Membuatnya uring-uringan tidak jelas hingga terpaksa pulang lebih awal karena suasana hatinya yang buruk. Untung saja jadwal mengajarnya hari ini tidak begitu padat seperti biasanya.

"Jadi kamu benar-benar pindah?" suara Adam terdengar pelan.

Ayana mengerutkan keningnya bukan karena pertanyaan yang Adam lontarkan. Melainkan suara pria itu yang terdengar kecewa. Apa mungkin dia salah dengar?

"I-Iya, Om." jawab Ayana seadaanya. Suasana di antara mereka terasa begitu canggung.

Ayana merasa tidak nyaman dengan situasi ini. Debaran di dadanya bercampur dengan rasa sesak yang pernah Adam torehkan padanya. Dan Ayana tidak ingin hal itu mempengaruhi suasana hatinya yang sedang dalam keadaan baik.

"A-Ayana permisi ke belakang ya, Om." Ayana mengatakan kalimat itu dengan kikuk.

Karena tidak mendapatkan respon dari Adam, Ayana pikir pria itu memperbolehkannya untuk pergi. Tapi langkahnya seketika terhenti ketika tiba-tiba seseorang mencekal pergelangan tangannya.

Ayana menatap pergelangan tangannya yang tengah dicekal oleh Adam dengan tatapan bingung. Kemudian mendongak hingga bertemu pandang dengan netra jelaga milik pria itu.

Keduanya saling terdiam dengan pikiran berkecamuk. Diam-diam Ayana berharap Adam menahannya untuk tetap berada di sini. Dan mulai jujur pada hatinya jika sebenarnya dia juga memiliki perasaan yang sama sepertinya.

"Bagaimana dengan Emily?" pertanyaan Adam sukses membuat Ayana tertegun. Lantas tersenyum kecut saat menyadari siapa sosok di depannya ini.

Sampai kapan pun Adam tidak akan pernah berbalik padanya. Pria itu sudah mengatakannya berkali-kali. Ayana saja yang bebal karena berpikiran jika cinta akan tumbuh karena terbiasa. Nyatanya sampai detik ini Adam masih mengunci hatinya rapat-rapat untuk Millie, gadis di masa lalunya.

Dengan lembut Ayana melepaskan cekalan tangan Adam. Menarik sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman untuk menutupi rasa kecewanya.

"Emily pasti baik-baik aja, Om. Ayana udah bicara langsung kok sama dia kemarin. Dan dia juga dukung keputusan Ayana buat pindah dari sini." jawab Ayana sedikit berbohong. Nyatanya Emily merasa berat dengan keputusan yang Ayana ambil.

Adam menghembuskan napas kasar dan mencoba untuk bersikap santai. Entahlah, hatinya merasa resah mendengar hari ini Ayana telah pindah dari rumahnya. Dia merasa tidak rela jika gadis itu pergi dari rumahnya. Tapi rasa itu hanya bisa Adam pendam di dalam hatinya rapat-rapat.

Hot Duda [Sequel of Sugar Baby]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang