Pria yang sudah Zanna anggap sebagai pelindungnya, kakaknya, memiliki sisi tegas tapi juga lembut, perlahan mulai gila sejak ciuman pertama mereka. Seharusnya ciuman itu tidak pernah ada karena mengakibatkan hubungan keduanya menjadi rumit.
Arkan t...
Selama 3 minggu belakangan ini segala hal disekeliling Arkan seperti aliran maju yang dipercepat jauh bertolak belakang dengan apa yang ada dalam dirinya. Raganya boleh bergerak tapi pikiran dan jiwanya masih diam ditempat dimana Zanna meninggalnya. Arkan begitu tak menyukai perasaan tak berdaya ini. Jantungnya hanya berdetak untuk gadis itu. Kalau tujuannya hidup sudah tidak ada lagi disisinya jadi untuk apa ia hidup?
Satu-satunya yang masih mampu membuatnya sedikit waras adalah harapan bahwa tak lama lagi ia akan bertemu kembali dengan gadisnya. Fisiknya mewujud di depannya bukan lagi bayangan semu yang hanya membuatnya kehilangan akal karena rindu.
Berbeda dengan ketika gadis itu yang belum membalas perasaannya. Hantamannya kali ini begitu keras sampai ulu hati. Ia percaya bahwa suatu saat Zanna akan mencintainya juga seperti ia yang mencintai gadis itu. Namun kini, Zanna malah memilih meninggalkannya.
Kenapa? Bagaimana? Sampai kapan?
Pertanyaannya itu silih berganti menghantuinya setiap saat membuatnya makin frustasi.
Di siang hari ia akan membereskan satu per satu masalahnya dan berperilaku seperti pria tenang dan susah didekati. Akan tetapi pada malamnya...ia seperti serigala lemah yang kehilangan kawanannya. Serigala menyedihkan yang kehilangan betinanya. Seperti sekarang ia yang berbaring di kasur Zannna yang menyimpan aroma tubuh gadis itu, berharap hal itu mampu mengobati sedikit perasaan rindunya yang dalam.
Harusnya gadis itu melihat dirinya yang kesetanan mengobrak-abrik kamarnya hanya untuk mendapati kenyataan bahwa gadisnya telah kabur meninggalkannya tanpa sepatah katapun.
Harusnya gadis itu melihat bagaimana ia dengan frustasinya mencari tahu keberadaannya, memohon-mohon meminta penjelasan, mengemis-ngemis pada gadis kejam yang selalu saja menutup aksesnya untuk sekedar berbicara. Bahkan ia berkali-kali memaksa orang tuanya memberikan nomor baru gadis itu tetap saja tak berhasil dan pernah mencegat sahabat adiknya yang nakal, membuat orang-orang yang melihatnya memandangnya sebagai pria mesum yang berniat melecehkan seorang gadis, padahal ia hanya sedang mencari informasi akan keberadaannya. Namun, sedikit saja Zanna mengendus kalau ia berusaha mendapatkan informasi tentangnya, gadis itu langsung lenyap dan membuat segala usahanya terasa sia-sia.
Harusnya gadis itu tahu betapa besar pengaruhnya bagi Arkan. Setelah ia menemukan kura-kura pemalu itu, ia bertekad tidak akan pernah lagi melepaskannya. Arkan ingin tertawa, sejak dulu ia tak pernah ada niatan melepaskan Zanna, namun siapa sangka gadis itu malah kabur di saat ia lengah.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Sekarang giliranmu, Arkan" celutuk seseorang di samping Arkan.
Arkan ternyata baru menyadari bahwa dirinya daritadi melamun.
Ia sedang berada di lapangan hijau yang luas dengan pria tua kolega bisnis papanya karena pria tua itu mengajaknya bermain golf. Papanya yang mengusulkan ide bodoh ini dan membuatnya seperti perawat orang tua. Penting untuk mengakrabkan diri dengan rekan agar bisnis tetap maju begitu kata papanya.