Chapter 7#
"Aku bukan bunga matahari yang selalu mengikuti dirimu, dan kau bukan matahari-
Aku hanya ingin ada angin dan meniupku kepadamu-
Dikala aku merindukan dirimu. . ."
Akhirnya aku akan berpisah dengan mas Dewa dan sepertinya kami tidak akan pernah bertemu lagi.
Tapi biarlah semuanya menjadi kenangan yang indah yang tak'kan terlupakan oleh kami berdua. Nyatanya Mas Dewa tidak sendirian lagi sekarang ini.
Aku memang masih memiliki rasa cinta dan suka kepada Mas Dewa, Tapi tidak salahkan kalau aku masih memiliki perasaan itu? Toh akukan belum menyatakan atau mengganggu Mas Dewa dengan perasaan yang aku miliki ini. Aku tidak salah toh memiliki perasaan ini.
Setelah berberes-beres, aku memapah ibuku turun dari ranjang dan setelah itu kami telah menuju koridor menaiki lift atau menunggu datangnya lift.
Mas Dewa tahu kalau hari ini adalah terakhir ibuku keluar dari Rumah sakit ini. Tapi dia belum mencariku atau menyempatkan dirinya untuk. . . ya sekedar basa-basi, harapku.
Sekarang kami telah berada di lobi rumah-sakit, dan menyelesaikan admitrasi. Setelah selesai aku menuntun ibuku yang sedang duduk dikursi roda, dan menuju kepintu besar yang berkaca berlapis. Sekarang kami telah berada didepan atau tepatnya dibelakang pintu.
" Bu, tunggu sebentar dulu, ya aku mau ambil mobil" kataku sambil menatap kearah beliau. Tapi beliau hanya mengangguk saja. Jadi akupun pergi menuju ketempat pakiran mobil.
Aku panik karena hari ini adalah hari dimana kami tidak akan pernah berjumpa lagi dan semua itu membuat otaku berputar-putar tak menentu arah, sehingga pekerjaanku terbengkalai dan menjadi sebuah kesalahan dalam hal berpratek. Sekarang ini aku terus mengejarnya menaiki tangga dalurat, karena lift sedang penuh dan tidak ada yang menuju kelantai dasar. Jadi aku terpaksa bercucuran keringat mengejar Devi. Aku belum tahu apa yang harus aku lakukan dan apa yang harus kukatakan apabila aku menemukan dirinya. Itu semua karena kepanikan ku sendiri yang menjadi momok. Aku mengambil istirahat sebentar karena kedua kakiku terasa lemas dan tak bertenaga. Padahal tinggal tiga lantai lagi. Mudah-mudahan saja aku bisa mengejarnya. Doaku didalam hati kecilku. Akhirnya aku telah sampai didepan pakiran mobil diruang bawah tanah dan aku terus mencari sosok Devi dan kuperhatikan dibeberapa barisan mobil yang diam begitu tenangnya seolah semua itu adalah sebuah arena pameran mobil. Aku mendengar bunyi mobil nging. . . apa bila kunci mobil ditekan tombolnya dan akan keluar bunyi yang sangat nyaring. Dan aku langsung menuju ketempat suara itu berasal. Dan sekarang aku benar-benar merasa lega dan aku menenangkan diriku agar nafasku teratur kembali. Dengan perlahan-lahan aku mendekati Devi. Kini kami saling berhadapan dan ia seperti terdiam dengan pintu mobil terbuka lebar-lebar. Kini jarak kami sudah tidak adalagi.
"Mas Dewa" tanyanya dengan suara yang tersendat dan dengan mimik wajah yang tidak percaya. "Maaf aku baru tahu dan aku bertanya kepada para perawat lainya." Kataku sambil menatap seluruh wajah wanita yang ada didepanku ini. Karena aku tidak ingin melupakan wajah cinta pertamaku ini. Dan kemudian ia mengangguk seolah ia sedang mengenyahkan sesuatu.
" Tidak apa-apa, Mas" katanya dengan suara yang masih sama dengan yang dulu kudengar.
"Ada masalah apa? Sampai-samapai Mas Dewa mengejarku" aku seperti mati atau melayang ditempat karena pertanyaan itu sama percis seperti yang aku duga dan aku belum tahu apa alasan sebenarnya dan apa yang inginku katakan.
Sepertinya ia menanti jawabanku sambil menautkan kedua alisnya.
" Aku hanya dilanda panik, aku kira kita. . ." Aku terhenti karena bukan itu yang ingin aku keluarkan, aku hanya ingin mengatakan hati-hati dan aku pasti akan merindukan dirimu. Karena aku masih berada didalam alam pengejaran jadi aku salah. Ia menatapku dengan bingung.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Lost Of Wedding Gown
RomanceDevi bermimpi tentang gaun pengatinya hilang dan kemudian mimpi itu menjadi nyata dan apa yang akan terjadi kepadanya dan apalagi calon suaminya tidak hadir diupacara pernikahan mereka Apakah kisah mereka hanya akan sampai disini sajakah? Dan siapa...