SAYONARA!, END.

26 2 0
                                        

HAPPY READING
.
.
"Dunia mungkin kehilangan cahayanya, namun langit baru saja menyambut bintang yang paling bersinar."
.
.

Di rumah sakit, Evan, Byan, Keisya, Clarissa, Liza, Billa, Mulky, Bagas, Aidil, dan Rama berkumpul. Mereka semua terdiam, menemani Acha yang masih terbaring lemah dan tak kunjung sadarkan diri.

Semua anak anak thelion sudah kembali ke dunia mereka masing masing, walupun mereka sudah bubar tapi nama thelion akan selalu ada di diri mereka.

Di tengah kesunyian itu, Aidil akhirnya memecahkan suasana,"Btw awal lo ketemuan sama acha gimanaa si van, kepo gue" ucap aidil penasaran.

Evan terkekeh, lalu menoleh ke arah Aidil. "Kalau gue ingat-ingat lagi, rasanya aneh campur lucu.Dulu itu banyak banget yang deketin gue. Bukannya sombong, ya, tapi emang kenyataannya gue ganteng, jadi orang-orang pada nyerbu gue," ucap Evan sambil kembali tertawa kecil.

"Tapi beda banget sama Acha yang stecu sama gue. Dia nggak peduli sedikit pun, padahal hampir satu sekolah suka sama gue," lanjutnya. Tatapannya menerawang, mengenang masa lalu. "Sebenarnya ceritanya garing banget, persis kayak di novel-novel,gue malah jatuh cinta sama cewek yang paling stecu sama gue."

Evan menarik napas pendek, mengenang masa-masa itu. "Dari situ, gue mulai kepoin Acha. Jujur, awalnya gue sakit hati banget waktu pertama kali lihat Acha berangkat sekolah bareng Byan. Gue kira mereka ada hubungan spesial atau malah pacaran," ujarnya sambil melirik Byan sekilas.

"Gue benar-benar salah sangka, padahal ternyata Byan itu abangnya acha sendiri," lanjut Evan dengan tawa hambar. "Gimana gue nggak mikir macem-macem? Soalnya lo semua tahu sendiri, Byan mana pernah deket sama cewek mana pun selain almarhum Citra. Makanya pas lihat dia bareng Acha, gue langsung overthinking bjir. Tapi ya itu... gara-gara Acha yang stecu, justru gue jadi makin penasaran."

"gua kesel bet njir, byan tau gue suka sama acha tapi byan gak mau kasih tau gue kalo acha juga suka sama gue. mana suka sampe 3 tahun dulu baru di notic"

"ya lu biar dapet adek gue tu bener bener dapet bukan jalur gue" ucap byan

"tapi untungnya aja acha setelah 3 tahun itu mulai nunjukin rasa suka dia walupun samar samar"

"ye sama aja kalian deket jalur gua, kalo gak gua suruh acha berangkat sama lo waktu itu gak akan deket kalian"

"wah anjayy berarti kata katanya gini ni 'momen naik motor pertama kali bareng kamu gak akan aku lupakan'  bagus kan kata kata gue" sahut aidil

"yaelah modal nyontek tiktok aja udah lu bilang kata kata lu kocak" ucap mulky

"gini deh siapa si yang gak suka sama evan alexander"
ucap evan yang tak melengkapi namanya

"sanjaya" sambung bagas cicit, ia sengaja mengecilkan suaranya takut evan mengamuk, tetapi evan hanya menatapnya kesal tak begitu marah.

"yee kepedean mulu lo dari tadi,heran gue." sahut mulky sedikit jengkel

"Iya kan padahal gantengan gue" sahut bagas setuju

"gantengan gue kalik" ucap byan menambah

"NAH SETUJU!" ucap keisya tiba tiba reflek dengan suara sangat keras

"wah ada apa nih, gak sekalian cerita awal deket nya?" ucap liza serai menyenggol nyenggol tubuh keisya

"nonton film,tidur di bahu" lirih byan yang masih bisa didengar oleh mereka semua

CHAVAN [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang