THREE [ You, Again? ]

184 21 0
                                    

YOU, Again?

Diluar jadwal padat, tugas-tugas awal mencecar, masalah terbesar yang dimiliki Daniella selanjutnya adalah tempat tinggal. Dia sadar tak bisa terus-terusan menempati tempat tinggal kakaknya. Selain karena jarak dan biaya, Daniella tak mau merepotkan kakaknya dengan keberadaannya. Dia sudah sepakat ingin mengubah hidupnya menjadi anak yang mandiri dan tidak bergantung lagi pada orang lain, sekalipun itu kakak kandungnya sendiri.

"Huft..." Daniella menghembuskan napas melihat antrian acak mahasiswa didepan kantor administrasi. Berdasarkan informasi seorang temannya, kampus mereka menyediakan fasilitas asrama yang dapat dipergunakan mahasiswa. Biaya asrama akan dibebankan secara periodik melalui uang SPP tiap semester. Selain lebih efisien dibanding biaya kos yang kadang bisa meningkat dadakan, jaraknya yang tak jauh dari bangunan kampus memudahkannya untuk menghemat biaya.

Saran dari teman Daniella, untuk mendapat akses ke asrama dibutuhkan beberapa persyaratan. Salah satunya adalah KTM. Daniella memang sudah memilikinya secara elektronik namun pihak pengelola asrama masih memercayai bentuk fisik kartu bukannya yang dapat diakses. Jadinya Daniella pun berakhir seperti mahasiswa lainnya yang mesti keluar masuk kantor administrasi kampus.

Perlahan antrian mulai surut dan ditengah-tengah itu semua Daniella sempat menyaksikan kehadiran seseorang yang mengubah suasana siang itu. Siapa lagi kalau bukan Emmanuel Juan. Pemuda itu datang dengan santainya, melalui barisan antrian dan seenaknya masuk tanpa ditegur. Cih, siapa juga yang mau repot-repot menegurnya. Daripada berujung di ruang bimbingan dan ceramah dosen lebih baik diam saja.

Daniella merengsek ke depan untuk mencapai konter yang terhubung langsung dengan petugas administrasi. Dia tak menyadari kalau disebelahnya berdiri seseorang lagi. Saat udara hangat mendadak menyentuh tengkuk dan sisi wajah bagian kanannya, barulah Daniella menoleh. Shock karena cowok disampingnya sedang memerhatikannya dengan senyum dibibirnya. Daniella tak jelas memastikan ekspresi cowok itu karena terhalangi kacamata hitamnya.

Daniella hanya sedikit memastikan penampilan cowok itu agak berantakan dibanding saat pertemuan pertama mereka didepan kelas. Cowok itu mengenakan jeans sobek, sepatu kets dengan tali tak diikat benar. Kaos berwarna hitam dengan motif animasi dan rambut berantakan.

"Hei..." Sapanya sambil menyelipkan satu tangannya ke dalam saku jeansnya.

Daniella menggeleng acuh sebelum berbalik menghadap petugas administrasi yang tengah melayani keperluannya.

"Bikin KTM juga?!"

Daniella memilih membisu. Begitu urusannya selesai dia sadar harus segera menghilang dari tempat itu secepatnya. Perasaannya mendadak tidak enak menyadari kalau cowok pembuat masalah itu mengenalinya.

Beberapa detik berlalu, Daniella menghela napas lega karena tak ada sahutan dari sampingnya lagi. Dia yakin cowok itu sudah mengabaikannya seperti kemarin.

"Ng ada kecoak tuh di tas lo."

Daniella terpaku, sebelum bergerak reflex melepas backpack yang menempel dibahunya ke lantai. Ketika akhirnya barang-barangnya berceceran diatas lantai, semua orang pun memandanginya dengan bingung. Daniella menggigit bibirnya saat menyadari tak ada apapun ditasnya. Saat menoleh, cowok disampingnya sedang menunduk karena tak mampu menahan tawanya. Tawa itu menular, beberapa orang mulai memandangnya dengan senyum lebar.

"Sialan." Desis Daniella namun tak sempat didengar karena cowok itu sudah lebih dulu meninggalkannya.

*

Asrama kampus tampak lebih nyaman dibanding tempat tinggal lainnya diluar kampus, setidaknya itu karena design bangunan maupun keberadaannya. Tiap beberapa tahun sekali, bangunan itu akan mendapat renovasi. Sehingga tak ada keluhan dari mahasiswa. Emmanuel memandang semua itu tanpa kehilangan decak kagum sedikitpun, tak disangka bila hasil kerja keras ayahnya cukup menakjubkan.

Better EnemyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang