Eleanor's POV
Aku kembali kedalam kelas untuk mengambil minumanku yang tertinggal dikelas. Ketika aku sampai di depan pintu, aku melihat Calum sedang bersama Jade didalam. Mereka terlihat sangat asik sekali mengobrol. Aku mendengar percakapan mereka.
Kau bilang aku tukang nguping?
Hey! Siapa yang tidak mau mendengar percakapan gebetan sama sahabatnya sendiri?
Let's be real guys.
Kata-kata yang Calum lontarkan kepada Jade sangat membuatku sakit. Aku tidak akan mendengarnya lebih lama lagi. Aku langsung menuju rooftop sekolahku. Aku berjalan ke bagian tengah dan akhirnya aku sampai kepinggiran. Aku bisa melihat semuanya dari sini. Semua terllihat indah. Tak, seperti hidupku. Terlalu menyedihkan.
Aku memejamkan mataku dan membiarkan angin menyapu wajahku. Tidak memperdulikan suara bel ĺmasuk yang telah berbunyi. Aku duduk dan membiarkan kakiku menggantung.
"Hey, El? What are you doing?"
Aku melihat darimana suara itu berasal.
"Hey, Ash. Hanya menikmati suasana disini"
"Pasti ada masalah sama Calum lagi, kan?"
"Dia sama Jade"
"Calum masih suka doang, kan?"
Aku mengangkat kedua bahuku tanpa menatap kearahnya.
"Sorry"
"Kok bisa kesini, sih? Ngapain?"
"Tadi si Mike bilang kalo lo lagi naik tangga buat ke rooftop. Karena Mike sama Luke gamau nyamperin ya udah, deh"
"Oooh. Oke, Ash kayanya gue mau balik ke kelas"
"Oke, yuk, turun"
Aku dan Ashton pun turun. Ashton segera menuju kelasnya dan aku menuju toilet untuk membasuh wajahku yang aku sudah tidak tau bagaimana rupanya ini. Aku membuka pintunya perlahan karena ya, kau tau sendiri. Aku sudah tidak mempunyai tenaga lagi sekarang. Aku melihat dua orang berada di dalam. Tapi, sepertinya bukan wanita dengan wanita.
wait.
Calum?
Jade?
Njir.
Temen macem apa, sih?
Aku memutuskan untuk langsung pergi ke kelasku dan mengikuti pelajaran. Tak berapa lama, Eleanor masuk, jalan ketempat duduk, dan duduk.
Gak merasa apa gitu?
Demi pupup kucing yang berterbangan diudara gua gamau ngomong sama dia lagi. Cih.
"El, kamu kenapa?"
Iya. Si pucing a.k.a pupup kucing itu nanya gue.
Bomat.
Pelajaran selesai. Saatnya pulang. Yeay. Sok bahagia, kan? Hahaha.
Aku mengambil tas ku dan berniat untuk langsung pulang.
"El, wait!"
Tau kan siapa yang manggil?
Aku langsung meng-upgrade langkahku dari jalan menjadi lari.
Di parkiran yang ramainya seperti pasar itu aku menabrak seseorang. Aku tidak bisa melihat orang itu. Yang jelas dia tinggi, pake jaket hitam, dan ... aku gak tau apa-apa lagi karena dia langsung menarikku ke lapangan belakang sekolah yang tidak seramai parkiran tadi.
