01. Not Like The Movies - Fellicia (lavchoco)

272 12 0
                                    

Made by @lavchoco, August 17th 2015

Not Like The Movies - Katty Perry

Gue anak pindahan dari Newyork ke Jakarta. Hari awal gue masuk, gue sudah mendapatkan teman. Renna dan Alvaro. Alvaro selalu dekat dengan gue. Caranya perhatian ke gue. Disaat itu gue merasakan ada benih benih cinta untuk dirinya.

Cinta..

Cinta untuk dirinya...

Iya untuk dia..

Dia..

Alvaro

Godwin

Alvaro Godwin

Cowo yang berhasil ngebuat gue jatuh cinta.Karena sifatnya yang baik,perhatian,care ke gue. Eh tapi apa mungkin ke gue doang ?.

Ayolah El poting dong - batin Elvina.

"El," panggil Al.

"Eh apa Al ?" jawab gue.

"Kamu udah makan belum ?" tanya Al.

Baper mode on. Cara Al menatap gue itu uhh.. susah dijelaskan dengan kata-kata.

Pokoknya his smile very perfect.

"Hmm eh.. udah Al," jawab gue.

"Sip deh kalo gitu," ucap Al sambil mengusapngusap kepala gue.

Melting baper. Perasaan gue saat ini.

I hope you don't make me fall.

"El, kamu besok ada acara ga ?" tanya Al.

"Hmm gaada kayaknya Al emang kenapa ?" tanya gue.

Untuk Alvaro Godwin gue gaada acara kok. Apalagi kan, kata Renna.. Al suka sama gue. Sayang lah pasti kalo udah suka.

"Jalan bareng yuk ada sesuatu yang mau aku bicarain," ajak Al.

"Oh oke dimana ?" tanya gue.

"Nanti aku jemput aja," ucap Al.

Mau dong dijemput. Emang dijemput El.

"Okee Alvaro Godwin," ucap gue.

"El, aku pulang duluan ya bai," pamit Al sambil dada gitu tangannya.

Kira-kira Al mau ngomong apa ya ? gue jadi penasaran gini. Ayo dong cepet besok ayodong. Ah ! jadi penasaran gue. Al selalu buat gue penasaran. Al juga selalu buat gua nunggu. Padahal nunggu itu ga enak. GA ENAK BANGET.

Tapi banyak aja cowo yang bikin nunggu.

"Mimpi indah ya Alvaro semoga di mimpi kamu ada aku disitu," ucap gue ngadep langit jendela kamar gue.

***

Huh !

Akhirnya hari yang udah gue tunggu dari kemarin.

Hari ini gue uda siap-siap buat dijemput Al. Gue memakai baju croptee 'you can see' warna putih dengan celana panjang hitam. Untuk Sepatu, gue pakai sepatu converes.

***

Gue udah dijemput Al. Ternyata dia ajak gue ke Café. Gue pikir ini Café yang paling romantis. Kenapa ? Soalnya kayak untuk orang pacaran gitu.

Ada apa dengan tempat ini ? Kenapa Al ngebawa gue ke tempat ini ?

"El.." panggil Al.

"Ada apa Al ?" tanya gue.

"Aku kesini ai-" "Hai bev udah lama ?" potong cewe itu eh itu kan Nana.

"Na..na Lo ngapain di sini ?" tanya gue.

"Ya gapapa lah El gue kesini," jawab nana.

Gue langsung meninggalkan tempat itu. Gue merasakan hati gue kayak ditusuk-tusuk jarum berkali-kali.

Apa ini yang mau Al bicarain ? Please Al gue ga suka lo ngajak gue kesini.

Lo...

Lo firstlove gue tapi lo uda buat hati gue hancur untuk pertama kalinya ? PERTAMA

Sumpah lo tega El. Gue ga habis fikir. Gue kira lo s... u... k... a... Ah! impossible El! .

***

1 bulan berlalu.

Setelah kejadian 1 bulan yang lalu. Alvaro dan gue jaga jarak. Hmm mungkin ini bukan jaga jarak. Tapi Alvaro menjauh. Gue bertemu dengan dia saja, Langsung ada aura dingin. Ga senyum sama sekali. I still love him.

"El.. huh huh huh," ucap Renna.

"Apaan ?" tanya gue.

"Gu.. gue a.. ada ka.. bar buruk," ucap Renna.

Gue mengerutkan alis gue. Maksud Renna apa ?

"Al.. Al jadian sam-" "Nana" potong gue.

"Iya El, Al jadian sama Nana," jelas Renna.

Wajah Renna langsung khawatir dengan gue. Keadaan gue yang hancur mungkin. Tik.

Cairan bening itu keluar dari mata gue.

"Astagah El plis lo jangan nangis, lo.. lo harus lupain dia El," ucap Renna. Renna sangat merasa bersalah karena telah memberi tahu gue bahwa Al jadian.

Alvaro kamu jahat... Kamu perhatian,baik,care sama aku. Dan aku kira kamu suka aku terus kamu berubah drastis. Dan aku dapet kabar kamu jadian ? sama nana ?

Gue bahagia liat lo bahagia. Tapi apa lo tau gue disini sengsara ? gue disini sakit hati karena lo dan dia. Dia pacar lo.

Lo egois Al. lo Cuma fikirin perasaan lo. Lo ga fikirin perasaan gue.

Cinta ternyata bisa sadending. Kayaknya gue terlalu polos jadi gampang ditipu.

"It's not like the movies, oh,

But that's how it should be, yeah.

When he's the one,

You'll come undone,

And your world will stop spinning,

And it's just the beginning...."

Inget ya ini kehidupan nyata. Bukan kehidupan film yang akhirnya selalu happyending. Di kehidupan nyata kita akan merasakan bagaimana sadending itu.

Rhythm of LifeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang