Di ruangannya, para petinggi Yabakune tampak terdiam. Beberapa hari telah berlalu dan sang ketua tampak belum kembali duduk di sofa kebesarannya.
BRAK!!
Terlihat kesal, Yona menendang meja kecil yang biasanya digunakan Naomi untuk meletakkan berbagai hidangan untuk Jessica.
"Apa-apaan, sih, Yon?!" Bentak Viny yang langsung berdiri menahan tubuh Yona.
"Aku kesel, Vin. Kesel. Kenapa... kenapa?! Sampe kapan?!"
"Tenanglah. Semua juga kesal. Semua juga kecewa dan bingung. Tapi kalau kaya gini gak akan menyelesaikan apapun." Untuk pertama kalinya, Viny yang biasanya diam jadi banyak bicara. "Semua juga pasti bingung. Tapi kalau kita marah-marah gak akan ada gunanya." Viny membalikkan badanya dan menghadap Naomi. "Kak Naomi, Majijo pasti gak akan tinggal diam, kan. Apa yang harus kita lakukan sekarang?"
'Je, kamu pasti udah duga bakal begini, kan? Makanya kamu nyuruh aku sama Yona keliling waktu itu. Tapi, kenapa harus seperti itu... Apa benar semuanya palsu termasuk...'
"Kak Naomi..." Panggil Viny kembali.
"Untuk sekarang tetap waspada dan jangan melakukan apapun sampai ada perintah untuk kalian." Ucap Naomi sebelum pergi meninggalkan Viny, Yona dan pasangan DesTa di dalam sana.
~~~
Asap yang dihasilkan karena bakaran sate mengisi penuh ruang kelas 2-4. Tentu saja itu hasil perbuatan Tim Gesrek yang duduk di belakang sambil mengobrol seperti biasa.
"Sampe kapan kita kayak gini, Bil?" Tanya Sisil.
"Ye meneketehe, Sil. Lagian gak cuman kite-kite doang yang nunggu. Tapi, juga semua murid Majijo." Jawab Nabilah.
Percakapan itu tentunya terdengar oleh semua murid kelas 2-4 termasuk Gracia. Gracia pun bangkit lalu pindah dan duduk di kursi Nabilah yang kosong.
"Apa yang kalian bicarakan?"
"Gra-Gracia?!" Kaget Tim Gesrek bersamaan, kecuali Ayana yang sedang tidur.
"Biasa aja. Kalian seperti melihat hantu saja. Sekali lagi, apa yang sedang kalian bicarakan?"
"Itu, keadaan Majijo. Lu tau lah Majijo dalam masa genting dan kebimbangan pasca kekalahan Kak Kinal atas ketua Yabakune." Jawab Nabilah.
"Cepat atau lambat, pasti akan ada pertarungan antar sekolah yang tidak dapat dihindari." Tambah Jeje.
"Memang, beberapa hari ini Rappapa dapat mencegah dan mengawasi agar itu tidak terjadi. Tapi, tetap saja kita tidak bisa terus menunggu. Murid Majijo banyak pula. Gak mungkin Rappapa bisa mengawasi semuanya terus menerus, kan?" Lanjut Nabilah kembali.
Gracia terdiam dan berpikir. "Kalian benar." Gracia pun kembali bangkit.
"Mau kemana?"
"Berbicara dengan Kak Melody." Jawab Gracia lalu pergi keluar kelasnya.
Sementara itu, di kelasnya, pikiran Elaine melayang tak memperhatikan pelajaran yang sedang diterangkan oleh guru hingga akhirnya bel istirahat berbunyi, sadarkan dirinya. Dan kebetulan saat itu, Frieska melewati dirinya.
"Frieska." Gadis itu menoleh. "Apa Kak Melody sudah memikirkan tindakan selanjutnya?"
"Gw gak tahu, karena gw bukan Kak Melody." Jawab Frieska sinis sebelum pergi keluar dari kelasnya.
Elaine hanya menghela nafasnya lalu bangkit keluar. Dan saat itulah dia melihat Beby dan Shania yang juga baru keluar dari kelas mereka.
"Kak Beby, Shania."

YOU ARE READING
Majisuka Gakuen (JKT48)
FanficFF Series JKT48 dengan genre Action-Romance-School Live yg terinspirasi dari Drama Series AKB48 dengan judul yang sama~ Singkat saja "Majijo" untuk menyebut ini FF~ "Majijo available on wattpad now" wkwk