Perihal rindu, bisa saja aku cakarkan menjadi debu - debu berterbangan,
kerna rindu itu seperti dedaunan kering yang hanyut dibawa anginmenerawang jauh ke angkasa,
lantas menghilang dari pandangan mata,
seperti matinya anak pokok yang tidak dibaja, begitulah cinta yang semakin pudar serinya, kelopak mawar mulai berguguran, seakan mengerti sebidang kebun bunga, telah dimamah racun secara diam - diam.Ya sayang,
kita sudah terlupa akan serinya di waktu pagi.
Kita juga lupa, titisan kelopak mawar itu adalah yang terakhir.

YOU ARE READING
Sehari Selembar Puisi
PoetryMinda setumpul bilah Diasah bersama perahan limau Mengelar bait bait sepi Tajam dan sinis