Yesss! *napeluthor
Aku kasih wajah Farrel tuh.
Ini pov author semua ya kawan..
------
Semenjak kejadian makan siang dan hampir menyentuh bibir itu atau lebih tepatnya kejadian 2 hari lalu, tidak membuat Farrel melupakan kembali keberadaan gadis berumur 21 tahun itu. Bahkan terkadang Farrel dengan sengaja menyapa atau sesekali mengobrol ringan dengan Mitha. Kegiatan atau hal kecil yang terkadang mereka lakukan membuat para karyawan lainnya naik darah, seperti saat ini. Mitha yang baru saja melangkahkan kaki di kantor besar itu langsung mendapat tatapan tajam dari karyawan wanita lainnya. Banyak sekali kata-kata yang keluar dari mulut mereka menghina gadis cantik ini.
'Dia kan yang ngegoda bos ganteng kita'
'Gila, anak baru aja belagu!'
'Apaan sih sok cantik!'
'Emang cantik bego!'
'Bitch ewh'
Mitha yang mendengar itu hanya tersenyum sambil memegang tas yang ada di tangan kanannya. Ia juga sedikit mendidih mendengar suara suara menyakitkan itu. Siapa yang tidak panas mendengar celaan dan hinaan itu. Kejadian makan siang itu juga membuat Mitha sedikit lebih emosional dari sebelumnya. Heran juga ia kenapa karyawan lainnya bisa mengetahui jika ia makan siang bersama bosnya itu.
'Emang susah ya punya muka cantik. Susah buat gak nanggepin haters, susah juga ngadepin para cowok nafsu." . Mitha berkata dalam hati mengeluarkan suara suara yang ada di kepalanya, hanya saja ia sedikit susah untuk tidak memperhatikan celotehan taik ayam para wanita centil itu.
Farrel yang kebetulan baru datang dengan jas yang tidak ia pakai seketika langkahnya terhenti melihat Mitha yang ingin memasuki lift dengan karyawan lainnya. Tatapan Farrel yang datar dan dingin berubah menjadi tatapan yang tidak bisa diartikan oleh Mitha, karyawan lain yang melihat pun sudah teriak teriak dan mengumpat kecil melihat hal itu. Tentu saja itu membuat mereka kesal setengah mati dengan Mitha.
Ketika pintu lift tertutup terdengar helaan dari beberapa karyawan yang melihat kejadian itu. Di dalam lift pun Mitha mendapat cibiran serta hinaan lagi untuk dirinya. Sedikit menyesal juga ia langsung menerima ajakan makan siang itu, lihat sekarang! Berujung penghinaan untuk Mitha. Mitha yang berusaha setengah mati menebalkan telinganya untuk tidak mendengar celaan tersebut. Bahkan ketika pintu lift terbuka, dengan sengaja wanita yang ada di belakang Mitha menyenggol bahunya dengan sedikit keras sehingga minta sedikit tersungkur dan menghantam lift bagian depan itu.
"Aduh.." ia mengaduh sambil memegang keningnya yang mengenai lift itu.
"Mampus!" seru wanita itu dengan senyum mengejek dan berjalan keluar lift yang diikuti karyawan lainnya.
Mitha hanya terdiam dan tidak memperdulikan tatapan orang lain terhadapnya. Ia pun berjalan keluar sebelum pintu lift itu tertutup kembali. Mood bagus di pagi hari yang ia dapatkan harus menghilang dengan berangsur-angsur ketika ia sampai di kantor. Akhirnya Mitha pergi ke toilet untuk membereskan dirinya sebelum bekerja, sebenarnya tidak perlu di bereskan pun dia sudah siap untuk bekerja. Hanya saja ia rasa ia harus membereskan wajahnya yang sangat tidak bersahabat pagi ini.
"Belum aja seminggu kerja, tapi aku udah diginiin!" katanya ketika ia sampai di kamar mandi.
Ketika ia berdiri di kamar mandi ia langsung melihat dirinya dari pantulan kaca yang cukup lebar itu. Mitha memegang keningnya yang sedikit memerah akibat hantaman kepalanya di lift tadi.
"Sshhh..sakit.." ia mengaduh sendiri ketika memegang keningnya. Keadaan toilet yang sepi membuatnya berani untuk menunjukkan bahwa ia tidak setegar itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
Cause Changing Someone
Novela Juvenil"If nothing ever changed, there'd be no butterflies" -unknown Farrel yang memilki watak keras, dingin dan mempunyai wajah yang membuat para wanita terpesona ternyata mempunyai sisi lain di dalam dirinya. Carmitha, cewek cantik yang mempunyai tiga ka...