Holla aduh maafin banget ya karena aku slow update. Aku ngerasa bersalah banget sama kalian karena seminggu lebih gak update.
Chapter ini agak aneh dan pendek ;(
Hope u like it:)Lelaki itu melangkah masuk menuju area yang akan ia tempati saat ini. Rambut yang sedikit acak-acakan, t-shirt lengan panjang berwarna abu-abu, dan kupluk yang senada menjadikannya sorotan kaum hawa di sekitar. Sambil menggeret suitcase dan mengotak-atik handphonenya ia melangkah menuju ruangan yang ia tuju.
Keluar dari lift ia langsung melihat nomor ruangan itu satu per satu. Sambil mencocokkan nomor dan sesuatu yang berada di handphone. Sedikit kesulitan karena ransel yang cukup besar menjadi sedikit beban di punggungnya saat ini. Ia berhenti di depan pintu dan mulai memencet tombol itu. Tak lama pintu terbuka yang di sambut dengan lelaki berwajah datar. Jika di lihat sepertinya lelaki itu sedang tidur terbukti dengan rambut dan pakaiannya yang sedikit kusut.
"Assalamualaikum sepupu.." sapanya dengan senyum manis.
Lelaki gagah itu memandang Aldwyn dengan tatapan datar dan alis terangkat. Menyadari sang adik sepupu memberi salam ia pun akhirnya membalasnya. "Waalaikummusalam."
Mengkode Aldwyn untuk masuk ke dalam, dan menggesek kembali card itu agar pintu kembali tertutup. Aldwyn mulai menyapu pandangannya ke seluruh ruangan yang ada di ruangan. Cukup bersih dan rapih jika dilihat dari jenis penghuni yang menempati ruangan ini.
"Gue tidur dimana dah kak?" tanyanya kepada Farrel yang sedang berjalan kearah kamar tidur.
"Sebelah kanan."
Aldwyn yang mengerti langsung menengok kearah sisi kanan apartment itu. Dalam hatinya bertanya-tanya dengan nada yang di keluarkan Farrel. Dingin, dan cuek. Ia melihat kearah figura yang ada di meja dekat tv dan menyadari satu hal yang ia lupakan.
"Masih belum cair."
***
"SUMPEHH? GILE DEMI APE LO?!!"
Di sisi lain, teriakan itu menggema memenuhi ruangan bernuansa biru laut. Mitha yang sesekali memakan cemilan hampir tersedak mendengar teriakan itu.
Boy yang ada di sofa dengan stik psnya terpaksa menutup telinganya mendengar teriakan Netha."Ihh! Kamu itu apasih, biasa aja kali!" kata Mitha melempar boneka yang ada di sampingnya.
"Gilaaa ya met! Kalo kata gue sih bos lo itu ada rasa sama lo!!" ucap Netha sambil menggeser tubuhnya mendekat kearah Boy yang terdapat banyak makanan.
"Heh! Lo kira adek gua jamet di panggil gitu!" Boy langsung menatap tajam Netha dan disusuli dengan ringisan Netha setelahnya.
Mitha yang melihat adegan percekcokan antara Netha dan Boy tertawa kecil dan berjalan kearah meja riasnya. Sampai di meja rias ia langsung melihat satu per satu barang yang ada di meja itu. Sampai tatapannya berhenti di sebuah benda kecil di dekat bedaknya. Langsung ia buka tutup benda itu dan mengusapkan sedikit gel ke kening yang lebamnya sedikit pudar.
"Tuhkan bener deh Mith!! Pertama dia ngasih salep, kedua dia ngasih earphone!! Gak salah lagi udah." Netha yang melihat kegiatan Mitha langsung mengeluarkan dugaan-dugaan di otaknya.
Netha memang shock mendengar cerita yang keluar dari mulut Mitha. Walaupun kejadian itu kemarin lusa tetap saja Mitha masih mengingat dengan jelas kejadian di taman belakang kantor itu.
"Apadeh kamu itu! Bisa aja mas ganteng itu cuma kasian sama aku, atau mau balas budi gara-gara aku sempet nolongin mas ganteng. Lagian kalau mas ganteng suka sama aku juga aku gak peduli." jawab Mitha yang sudah berada di ranjang besar tempatnya tidur.

KAMU SEDANG MEMBACA
Cause Changing Someone
Teen Fiction"If nothing ever changed, there'd be no butterflies" -unknown Farrel yang memilki watak keras, dingin dan mempunyai wajah yang membuat para wanita terpesona ternyata mempunyai sisi lain di dalam dirinya. Carmitha, cewek cantik yang mempunyai tiga ka...