Mulai Berubah

2.8K 112 23
                                    


"Udah sampe," Ali menghentikan mobilnya, menoleh ke arah kursi penumpang dan menyadari bahwa gadis di sampingnya hanya diam menatap kosong sekitarnya dari kaca jendela mobil.

"Prill,"
"Prilly,"
"Hei, Sayang,"

Ali yang menyadari Prilly tidak merespon panggilannya segera memegang dan menarik tangan Prilly pelan membuat gadis itu melihat ke arahnya.

"Kita udah sampe," ucap Ali lembut sambil mengelus pelan tangan gadis itu digenggamannya.

"Eh?" Prilly menatap Ali bingung.

"Kita udah sampe kampus kamu," Ali sedikit terkekeh melihat ekspresi Prilly.

"Ahhh...ya kampus," seketika Prilly sadar dan langsung memperbaiki posisi duduknya sambil menarik kasar tangannya dari genggaman Ali membuat pria itu sedikit kecewa.

"Yaudah, gue masuk dulu ya, loe bisa langsung ke kampus loe," ucapnya kemudian tanpa memandang Ali.

"Hari ini aku gak ada jadwal kuliah, aku cuma pengen ngantar kamu,"
Prilly tak merespon ucapan Ali dan langsung membuka pintu mobil. Dia kemudian langsung pergi tanpa permisi meninggalkan Ali yang hanya dapat menatap kecewa dari balik kaca mobilnya.

"Heh...perjuangan gue masih panjang," Ali menghela napas dan segera melajukan mobil meninggalkan halaman kampus tersebut dengan wajah masam.

Padahal hari ini, Ali sudah mengumpulkan keberaniannya untuk menemui Prilly, setelah hampir dua bulan dia menghilang dan memutuskan tinggal di Bandung sementara. Ali sangat ingin memberitahunya bahwa dia menyesali perbuatannya selama ini dan berjanji akan merubah perilakunya karena dia sangat mencintai gadis itu.
Dan semalam, sesampainya dia di Jakarta, Ali langsung menelpon seseorang untuk menanyakan jadwal kuliah Prilly. Dan saat mengetahui Prilly ada jadwal kuliah pagi tadi, maka Ali pun langsung menjemputnya. Tadinya, dia berharap selama diperjalanan ke kampus,dia bisa mengobrol banyak dengan gadis itu. Namun rencananya gagal, karena dari awal bertemu, Prilly terlihat mengacuhkannya dan memilih diam selama perjalanan. Dan saat mereka sampai tadi, Ali juga berusaha mengajak bicara gadis itu, karena mengetahui jadwal kuliahnya masih sekitar 30 menit lagi namun Prilly kemudian langsung pergi meninggalkan mobilnya.

Ya, sepertinya perjuangannya tidak akan semulus pikirannya.

-----
"Hei ngapain lagi loe nyari gue," Kevin yang baru saja break syuting segera menghampiri Ali yang tengah duduk di sebuah sofa yang berada sudut ruangan, di belakangnya Mila mengikuti.

"Lama banget sih loe syutingnya, gue masih mau jemput Prilly lagi nih," Ali langsung berdiri menyambut kedatangan Kevin namun kemudian mengernyitkan dahi melihat ada Mila ditempat itu.

"Loe udah balik syuting, Mil?" tanyanya heran.

Mila hanya mengangguk kecil tidak berniat merespon apapun ucapan Ali. Dia kemudian pergi ke arah kasur kecil dekat jendela dan merebahkan diri sambil memainkan Iphone-nya.

Mila memang baru kembali syuting beberapa hari lalu setelah akhirnya Kevin mengalah dan memberikannya izin. Hal itu dikarenakan Kevin sempat melarangnya kembali syuting setelah kejadian penusukan kemarin dengan alasan keamanan. Bahkan Kevin diam-diam memutuskan dan men-cancel semua kontrak kerja yang sudah disepakatinya, termasuk sinetron yang dibintanginya saat penusukan terjadi. Mila tentu saja sangat marah mengetahui hal itu, walaupun tidak ada yang memintanya membayar ganti rugi pembatalan kontrak, mengingat semua kontrak kerjanya kebanyakan berhubungan dengan PH milik papa Chandra dan Kevin mengatakan bahwa dia yang bertanggung jawab seluruhnya atas ganti rugi, namun tetap saja Mila tidak menerimanya. Mila merasa bahwa kekhawatiran Kevin tidak beralasan. Bukannya sudah jelas penusukan kemarin terjadi karena kecemburuan mantan pacar Kevin padanya, dan masalah itu sudah selesai dan tidak ada orang yang mengancam nyawanya lagi. Lagipula dia sudah sangat nyaman berada di lokasi syuting dan memiliki aktivitas padat selama 5 tahun ini, dan dia cukup senang bisa dikenal banyak orang dan memiliki sejumlah fans selama itu.

Ketika Cinta BerbicaraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang