Aku baru aja turun dari kereta bisnis jurusan bandung-jakarta.
Aku merentangkan kedua tangan sambil menghirup udara jakarta yang panas ini. Ada beberapa orang yang sedang memandang ke arah ku dengan tatapan aneh, ya bodo amat lah mau mereka bilang aku orang norak,orang gila atau apalah. Tapi jujur selama aku hidup di dunia aku belum pernah ke jakarta, aneh sih emang tapi aku dari lahir selalu di bandung. So it's first time to me.
Apalagi semenjak perceraian kedua orang tua aku 5 tahun lalu yang ketika itu mengharuskan ku tinggal sama mama dan tetep stay di bandung. Dan papa yang langsung mutusin pindah ke jakarta sambil membuka bisnis di sini yang sekarang denger-denger udah sangat maju.
Aku pindah kejakarta karena suatu perjanjian diantara kedua orang tua ku, yaitu aku akan tinggal bersama papa ketika aku masuk sma sampai aku menyelesaikan pendidikan ku mungkin sarjana. Tapi mama baru bisa melepasku untuk tinggal dengan papa saat aku kelas sebelas sekarang.
"Hai, princess abel" sapa papa udah di hadapan ku sambil merentangkan kedua tangannya. Tanpa menunggu lama aku langsung lompat kedalam pelukan papa.
"Maaf ya papa nyuruh kamu ke jakarta naik kereta,soalnya papa lagi banyak urusan jadi engga sempet jemput kamu di bandung"
"Enggapapa kali pah, aku juga seneng naik kereta" aku tersenyum lebar untuk menutupi kekecewaan ,well mau diapain lagi kalo papa bener-bener sibuk.
Papa menatap barang-barang yang ku bawa.Yap aku sekarang cuma bawa tas ransel tanpa koper dll.
"Barang aku yang lain bakalan di anter mama minggu depan sekalian mau nengokin aku katanya"
"Oh gitu, yaudah yuk kita pulang. Kamu pasti capek kan"
Kita pun menuju mobil yang terparkir di depan pintu masuk yang pastinya itu mobil papa.
Kurang dari satu jam aku sampai di suatu rumah bergaya klasik kalo dilihat dari luar terlihat luas.
Satpam keluar dari pos nya berlari untuk segera membukakan gerbang sehingga mobil bisa masuk kedalam halaman rumah dangan rerumputan yang menghiasi halaman dan terdapat banyak bunga-bunga bermekaran seolah menyapa kehadiranku .Setelah turun dari mobil,papa merangkul pundaku untuk masuk kedalam rumah.
Pintu kayu besar di depanku terbuka menampilkan perempuan yang sudah paru baya mengenakan celemek bermotif bunga-bunga yang menutupi baju putihnya, rambutnya tersanggul rapih kebelakang.
"Silahkan masuk tuan"kata perempuan itu sambil agak membungkukan badanya.
"Perkenalkan abel ini mbok ina dia asisten rumah tangga disini"
Aku membungkuk dan tersenyum ke arah mbok ina.
"Yasudah lanjutkan pekerjaan mu kembali" perintah papa kepada mbok ina.
Papa mengajak ku menyusuri tangga menuju ke lantai dua rumah ini, disamping tangga terdapat lampu besar yang mempercantik dinding berwarna cream.
Kita berhenti tepat di depan pintu berwarna putih yang terpampang tulisan 'Abel's Room'.
Aku memandangi pintu kamar itu cukup lama lalu beralih menatap papa, papa menggerakan kepalanya mengisyaratkan aku untuk membuka pintu nya.
Aku membuka pintu putih ini,lalu mata ku langsung menatap kamar bernuansa pink dan putih isi dikamar ini cukup simple tapi aku suka sekali dengan kamar nya.
"Kamu suka?" tanya papa.
"Suka banget pa, makasih ya" aku memeluk pinggang papa dari samping.
"Huftt, papa takut kamu engga suka. Kalo gitu papa harus berterima kasih kepada herman" kata papa sambil mengelap keringat di keningnya dengan punggung tangannya.
"Herman siapa pa?"
"Oh itu asissten papa, papa meminta bantuannya untuk mendesain kamar kamu".
"Oh gitu" aku menganggukan kepala.
"Yasudah kamu istirahat dulu sana pasti capek"
Papa sudah pergi, menghilang di balik pintu.
Aku meletakan tas ku ke atas kasur yang berukuran queen size. Lalu merogoh sesuatu dari bagian samping ransel, mengeluarkan boneka kecil berwarna putih menggunakan gaun bermotif flora. Ku genggam boneka itu dengan erat seketika memori beberapa tahun yang lalu terulang di dalam pikiran ku ,hingga aku tak sadar sudah tertidur lelap karena lelah ku hari ini.
∞∞∞∞∞
Aku menyisir rambut basah ku didepan cermin ketika terdengar suara ketukan pintu kamar ku, dengan cepat aku menaruh kembali sisir ku lalu membuka pintu.
Papa sudah berdiri dibalik pintu ketika kubuka."Makan malam dulu bel, papa tunggu dibawah ya"
Itu ucapan papa sebelum akhirnya keluar dari kamarku.
Sebelum menyusul papa aku merapihkan tempat tidurku terlebih dahulu, setelah selesai aku mulai meninggalkan kamar dengan mengenakan piama teddy bear ku dan rambut yang ku cepol asal .
Aku melihat mbok ina yang sedang mempersiapkan makanan untuk malam ini. Di meja makan sudah ada papa duduk dikursi paling ujung dengan dua orang laki-laki dihadapannya. Salah satu diantara laki-laki itu terlihat seumuran dengan ku dan yang satu lah seumuran dengan papa.
Lalu aku menghampiri mereka, papa tersenyum menyambutku. Aku duduk di kursi kosong samping papa karna hanya kursi itu yang tersisa. Lalu aku menatap bingung dengan kedua laki-laki dihadapanku.
Seolah mengerti tatapan ku papa mulai angkat bicara.
"Abel, perkenalkan ini om herman asisstent papa" aku menyalami tangan om herman."Cantik,ternyata persis yang sering diceritakan papa mu" kata om herman.
"Dan yang ini anak nya om herman"
Karna papa tidak mengatakan namanya,laki-laki memperkenalkan namanya sendiri."Fernando gatara, panggil aja nando" dia tersenyum ramah kepada ku yang ku belas dengan senyum tipis.
Papa mulai merubah posisi duduknya agak lebih tegak seakan ingin membicarakan sesuatu yang agak penting. "Ok jadi langsung keintinya aja, nando ini akan menjadi kakak kelas kamu di sekolah kamu yang baru. Papa udah ngurus semua keperluan sekolah kamu, jadi besok kamu udah bisa masuk sekolah dan papa ingin nando menjaga kamu selama disekolah"
Aku sebenarnya tidak setuju dengan pernyataan papa tapi aku tidak terbiasa menentang kedua orang tua ku, lagipula kalo dipikir-pikir tak apalah nando akan menjaga ku disekolah baru ku nanti, karna pasti aku akan merasa invisible jika tak mengenal satu orang pun di sekolah nanti.
Aku hanya mengangguk patuh menjawab pernyataan papa tadi.
"Baiklah, kalo begitu mulai besok kamu akan berangkat bersama nando dan itu akan berlangsung setiap hari"
Ucapan terakhir papa sebelum mempersilahkan kita semua malahap makanan yang tersaji di atas meja.Acara makan malam ini berlangsung dengan papa yang selalu membicarakan perkembangan bisnis kantornya dengan om herman dan aku hanya memandangi piring kosong ku karna tak ngerti dan memperdulikan pembicaraan mereka.
Aku juga melihat bahwa nando juga kurang suka berada terlalu lama dimeja makan ini, bahkan ia malah asik menatap layar handphone nya.
Sedangkan aku lupa membawa ponsel ku yang tertinggal diatas meja belajar.Pukul 20.00 om herman dan nando pamit pulang,aku dan papa mengantarkannya sampai pintu masuk.
Hingga mobil om herman dan nando itu melaju keluar halaman dan tak terlihat lagi.
Papa mengelus rambut ku "tidur gih udah malem besok kan kamu mau masuk sekolah baru kamu jangan sampe telat"."Ayay kaptain" seru ku semangat sambil hormat layaknya papa ku seorang kaptain di sebuah kapal.
Aku melangkahkan kaki ku menuju kamar baru ku tercinta.
♥♡♥♡♥♡♥♡♥♡♥♡♥♡♥♡♥♡♥♡♥
Vote and comment ♡♡

KAMU SEDANG MEMBACA
Finding My Romeo
Novela JuvenilMasih teringat beberapa tahun yang lalu ketika dia meninggalkan ku dengan matahari yang hampir tenggelam seperti harapanku saat ini. Akankah dia akan menepati janjinya? Menemui ku kembali? Terkadang mungkin ini hanya terdengar seperti janji dari seo...