4. Rahasia

18 1 0
                                    

Pagi-pagi, Arion Dimitri sudah menghadang Raina di pintu masuk menuju kelas. Sekali lagi, seorang Arion Dimitri menghadang Raina Alyssa!

"Rain, liat catetan Geografi punya lo, dong! Mau nyatet."

Gitu katanya. Raina pun menyerahkan buku bercorak kotak-kotak hitam merah itu pada Rio dan langsung disambar pria itu secepat kilat.

"Makasih, Rain!"

Raina menganggukan kepalanya lalu berjalan ke arah bangkunya. Di kelas sudah ada Dea -teman sebangku Raina- yang lagi-lagi sedang berbicara tentang bola bersama Aldi.

Dengan paksa, Raina menarik Dea agar duduk di bangku yang mereka tempati.

"De! Suruh si Bian ngambil hape gue di si Devin dong! Plis bantuin gue ya, De?!"

Dea yang pagi-pagi sudah ditodong seperti itu melongo. Dia tidak mengerti.

"Kok hape lo ada di si Devin?" tanya Dea penuh selidik. Sepertinya ada berita penting yang ia lewatkan.

"Ooh! Gue tau! Lo jadian sama si Devin, iya 'kan?" tuduhnya lagi. Raina mengutuk Dea yang tidak mengerti volume saat bicara itu.

Brak

Aldi menendang kursi hingga terjengkang. Sudah jadi rahasia umum di kelas X-2 jika Aldi menyukai Raina. Raina pun mengetahuinya, tapi dia tak merespon. Raina tidak menyukai Aldi yang agak emosional itu. Ditambah lagi wajah Aldi tidak masuk kriteria Raina. Bukan jelek atau gantengnya yang tidak termasuk kriteria, tapi lebih ke wajah sok kekanakan yang membuat Raina risih.

Itulah sebabnya Raina menjaga jarak dari Aldi. Dia tidak ingin Aldi berharap lebih darinya. Lalu nanti malah dia yang dikira PHP. Apalagi mengingat wajah dan sifat Aldi yang sama-sama kekanakan.

Devin yang masih kecil aja wajahnya lebih dewasa dari Aldi. Lah? Kok jadi Devin? Raina menggelengkan kepalanya dengan kuat. Dia tidak boleh memikirkan bocah itu sepagi jika tidak ingin memikirkannya hingga malam hari nanti.

"Si Aldi cemburu tuh, Na!" ucap Dea. Raina mendengus sebal.

"Bodo amat!" jawab Raina cepat. Secepat perasaan itu tumbuh pada seseorang yang saat ini sedang.... berjalan ke arah mejanya.

Eh?

Arion Dimitri sedang berjalan ke arah mejanya. Raina jadi gelagapan sendiri. Sementara Dea memicingkan alisnya tak paham.

"Nih, Rain. Makasih ya?" Raina mengangguk cepat. Pria bertubuh jangkung itu keluar kelas bersamaan dengan munculnya Kaira. Gadis yang memakai jaket merah bergambar Mickey Mouse itu duduk dengan wajah betenya.

"Kenapa lo?" tanya Dea. Kaira menoleh lalu menarik kursinya mendekati bangku Dea dan Raina.

"Masa doi gue taken beneran sih? Ah gak rela gue!!!" curhatnya pendek. Biasanya sebentar lagi Dea akan bertanya dan Kaira akan dengan panjang lebar menjelaskan kronologi kejadiannya.

"Si Fikri taken sama siapa? Ada yang mau emang sama dia?" Kaira langsung menggetok kepala Dea. Ya jelas ada lah! Siapa lagi kalau bukan dirinya dan pacar baru gebetannya itu?!

"Nih liat!" katanya sambil memperlihatkan ponsel android miliknya pada dua makhluk kepo di depannya. "Jadi kan gue sekarang demen stalking. Eh pas hari kelima stalking malah dapet status pacaran doi. Kan gue jadi galau,"

"Kasian ya lo. Move on aja deh!"

"Dikira move on itu gampang?! Noh liat si Raina. Sejak SD sampe sekarang gak bisa move on dari.... Anjrit!!!"

Kaira mengelus tangan kirinya yang sukses terkena tabokan super Raina. Dia memanyunkan bibirnya.

"Eh mulutnya cablak banget sih mbak?! Minta dicabein!!!"

Dea meringis. Posisinya sangat memungkinkan terkena serangan nyasar jika kedua orang ini bertengkar sungguhan.

"Mbak juga tangannya nakal, ya?! Maen geplak aja!!"

Dea mundur perlahan lalu bangkit dari kursinya. Lebih baik dia ke kelasnya Via atau Eca daripada harus berada di antara dua monster ini.

Raina mencekal pergelangan tangan Dea. "Mau kemana, De?"

"Ke kelasnya Via,"

"Oh ya udah," ucap Raina. "Terus apa rencana lo setelah ini, Kai?"

Kaira menggedikkan bahunya. "Tau deh. Jadi secret admirer kayak lo kali."

Dea menaikkan alisnya. Tak mengerti dengan jalan pikiran dua sahabatnya ini. Kadang berantem, kadang akur, kadang diem-dieman, kadang juga rangkul-rangkulan. Membingungkan!

============================================

Sementara itu, Devin sedang asik melihat galeri ponsel milik siapalagi jika bukan Raina?

Jam istirahat kali ini dimanfaatkannya untuk melihat-lihat ponsel Raina di belakang sekolah.

Bocah berkulit hitam manis itu terkekeh melihat foto aib Raina. Gadis itu sepertinya lebih suka selfie dengan gaya yang bikin ngakak dibanding selfie dengan gaya senyum sok manis dikit cekrek.

"Anjir aib semua. Haha!"

Tangannya terus bergerak menelusuri galeri. Hingga matanya menemukan sesuatu yang menarik fokusnya.

Itu adalah foto dirinya yang sepertinya diambil secara diam-diam dari akun facebook miliknya. Tak hanya satu. Hampir semua foto yang ia post di facebook kini berada di galeri Raina. Devin dibuat ternganga. Fakta ini mengejutkannya.

Devin beralih pada fitur catatan pada ponsel gadis itu. Sekali lagi ia dibuat terkejut. Semua tulisan itu diperuntukkan bagi dirinya.

Fakta yang didapat Devin cukup mengejutkan dirinya. Raina menyukai dirinya.

Apa Raina masih menyukainya setelah apa yang ia lakukan pada gadis itu? Setelah ia memberi harapan palsu pada gadis itu dan pergi meninggalkannya?

Jawabannya, ya. Gadis itu masih menyukainya. Bahkan mencintainya.

Oh, tolong jangan terlalu menyalahkan Devin. Ia hanya seorang remaja yang bahkan usianya baru menginjak empat belas tahun. Saat itu dia tidak bisa jika harus menunggu Raina yang sebenarnya juga menunggunya. Saat itu dia tak bisa menunggu hingga Raina menunjukkan rasa cinta kepadanya. Dan bodohnya, ia tak tahu bahwa cinta itu sudah tumbuh jauh sebelum Devin mengharapkannya.

Dia tak sadar apa yang telah dilakukannya. Dia telah menghancurkan sebuah kaca namun tak akan bisa memperbaikinya.

Hingga terakhir, ia membaca sebuah catatan yang tersisa.

Gue harus move on dari Devin! -RainaAlyssa

Devin menelan salivanya. Apa ia harus benar-benar pergi dari hidup gadis yang tulus mencintainya itu?

Dan apa ia juga harus menghapus rasa yang mulai tumbuh kembali untuk Raina?

"Argh!!!!"

=======================================

A/N: Kritik dan saran dong pren(?)

Regards,

GF✌

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 18, 2016 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

About LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang