CH:14

329 12 3
                                    

"Capek nih."kata Sisi.

"Salah sendiri naik angkot."kata Nayla.

"Loe juga kan?"tanya Sisi.

"Ya tapi gue gak capek."kata Nayla.

Tiba tiba datang kel.Agra yang tak sengaja lewat.

"Hai Digo!"sapa Sisi.

Digo hanya bungkam 1000 bahasa.

"Mmm... Nay gue mau bicara ama loe."kata Tristan.

«««««»»»»»

"Bicara apa?

"Huft... gue... gu-gue... gue... gue suka sama loe."kata Tristan.

Nayla membelalakan maanya tak percaya dengan apa yang di dengarnya.Suka?

"Hah?"tanya Nayla tak percaya.

"Iya,mmm... sorry gue gak ada apa apa buat ngungkaapin ini."kata Tristan.

"Serius Tristan gue gak butuh begitu begituan.Gue cuman buth pembuktian cinta aja."kata Nayla.

"Jadi loe mau jadi pacar gue?"tanya Tristan.

"Kita liat aja.Selama gue masih bernafas selama itu juga gue akan tau siapa srbenarnga diri loe,keseharian loe,karena gue gak mau sembarangan.Mmm... tapi boleh iya juga sih."kata Nayla.

"Serius?"tanya Tristan.

"Apa kebahagiaan gue ini bercanda?"tanya Nayla.

"Gue bener bener seneng Nay,thanks banget."kata Tristan.

«««««»»»»»

"Si gue pergi dulu ya."kata Galang.

"Iya."kata Sisi.

Galang,Liora,dan Thea pergi meninggalkan Sisi dan Digo.

"Loe kenapa sih jadi cuek sama gue?"tanya Sisi.

Digo hanya menggeleng.

"Loe bisa gak,gak dingin sama gue."kata Sisi.

"Loe yang ngerubah sikap gue."kata Digo singkat lalu pergi.

"Gue?gue salah apa coba?gue tiap hari sapa dia,gue tiap hari ngobrol ama dia namun?aneh tuh cowok."ata Sisi lalu pergi.

~~~

Bel pulang sekolah berbunyi.Genk GNST pergi ke Kantin sekolah untuk makan.

"Guys kalian tau gak?"tanya Nayla.

"Kagak!"kata GST berbarengan.

"Huft... si Tristan tuh..."kata Nayla menggantung.

"Napa Tristan?"tanya Sisi.

"Dia Nebak gue!"kata Nayla.

"Hah?!serius?!di mana tembaknya?"tanya Sisi.

"Disini."kata Nayla sambil menunjuk hatinya.

"Omg hellow Galang... panggilin dokter."kata Sisi.

"Heh!bukan tembak magi."kata Nayla.

"Doktet jiwa maksudnya.Perasaan gue gak mimpi apa apa deh,cuman mimpi cowok mistrius itu doang."kata Sisi.

"Masih?wah... jangan jangan itu tanda tanda de javu."kata Nayla.

"Eww... de javu apaan?gue gak ngerasa berenkasrnasi ya."kata Sisi.

"Yakali loe hasil renkarnasi."kata Galang.

"Dari?"tanya Sisi.

"Gak tau.Nih list bisa jadi nya.Salsa,Sisy,Sina,Sani,atau..auk ah."kata Galang.

"Bentar bentar loe sebutin nama pertama coba."kata Galang.

"Salsa."kata Galang.

"Kayak pernah denger."kata Nayla ni.

"Sama."kata Sisi.

"Sama."kata Galang.

Keheningan muncul.Mereka sibuk dengan pikiran mereka masih masing hingga...

"MAS!!!TABAH 5 MANGKOK LAGI DONG!"kata Tobi.

"DUH TOBI!!!loe berisik banget!malah nambah 5 mangkok lagi!dasar gentong!"kata Sisi.

"Yaelah Si mumpung ada yang mau bayarin."kata Tobi.

"Loe mimpi apa semalem?perasaan gak ada yang mau bayarin!"kata Galang.

"Hah gak ada?!gue dah makana 10 mangkok."kata Tobi.

"Makanya jangan rakus."kata Nayla.

"Huaa... rugi dong gue."kata Tobi.

~~~
«««««»»»»»

'Si,kapan ya gue bisa ngungkapin rasa yang gue pendem selama ini?'

'Apa perlu gue... gak,dia udah punya pacar.'

_____________________________
HEY READERS!!!DATANG LAGI NIH DI BIDADARI MASA LALU... BIARLAH MASA LALU... JANGAN KAU UNGKIT JANGAN INGATKAN AKU... SORRY ALL... KANGEN BGT...

OH YA SEKEDAR INFO PENGEN AKU EDITING YA?BOLEH YA. .

NEXT...


Sedikit pemberitahuan, cerita ini sudah dibuat lama, dan baru dilanjut sekarang. Jadi gaya bahasa yang dulu dan sekarang, pastikan kalian bisa membedakannya kapan dibuat tahun 2016/2017, dan kapan dibuat pada tahun 2018. Terimakasih.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 16, 2018 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Bidadari Masa LaluTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang