Love Me Like You Love Her!

34 5 0
                                    

Percayakah kau pada 'Love at the first sight'?

Yah kufikir hal seperti itu hanyalah sebuah lelucon dan omong kosong tapi beberapa orang mempercayai dan mengalaminya, lantas bagaimana dengan 'First love and never dies'? Atau juga 'True love'?

Aku bertanya-tanya apa sebenarnya maksudnya akan tetapi jawabannya selalu sama yakni 'One day you'll know'

Baiklah aku mempercayai jawaban itu akan tetapi kapan kata 'One day' itu datang? Kapan hari dimana aku akan mengetahui hal itu terjadi?

It's like a mistery...

.
.
Aku menggeliat dan menuruni ranjangku, sudah 3 hari aku dan Nathan menginap divilla ini setelah memutuskan untuk berlibur selama seminggu.

Yah saat musim panas tentu sangat cocok dengan liburan dan pantai terlebih status kami yang merupakan puteri dan pangeran tentunya membuat hal hal sederhana seperti bersantai dan berleha leha menjadi sangat sulit terlebih aku yang dahulunya sangat pemalas dan benci bergerak.

Lagipula dengan keadaan yang pasif dan malas saja aku tetap sehat dan memiliki tubuh yang terbilang ideal bahkan perfect lagipula tak ada sesuatu yang dapat kulakukan bukan, ayah dan ibuku sibuk dengan pekerjaan mereka dan meski bukan puteri dari keluarga kaya raya aku terbilang mampu hingga tak perlu memikirkan uang ataupun makanan.

Its look like the same position from now...

Aku menyambar handukku dan segera merengsuk kekamar mandi, mengguyur tubuhku dengan pancuran bambu yang mengalirkan aliran segar nan bening yang membangunkan tubuhku secara utuh.

Setelah selesai kuraih handuk dan segera kukenakan pakaian santaiku. Hampir sama, namun kali ini kukenakan tanktop hitam berbalut kemeja putih tipis yang bagian pinggangnya kuikat sehingga mencetak lingkar pinggang langsing dan perut rataku.

Bawahannya kukenakan jeans berwarna gelap yang hanya seperempat paha sehingga sebagian paha dan betis jenjangku terekspose indah.

Kali ini kuikat asal rambut coklatku, terlihat berantakan namun bukankah ini termasuk style?

Aku lantas berjalan menuju ruang makan, namun masih kosong. Aku lantas berjalan menuju kamar Nathan yang ternyata masih bergelut dalam selimut dan gulingnya.

Posisinya meringkuk mendekap guling, mata lembayungnya terpejam imut dan entah mengapa wajahnya tampak tenang dan manis ketika tertidur, berbeda dengan saat ia terbangun yang umumnya tampak keren dan tampan.

Aku lantas mengguncang guncangkan bahunya, namun ia tetap bersikukuh untuk tidur dan justru menarik selimutnya hingga menutupi kepalanya.

Dengan kesal kutarik selimutnya namun ia justru memeluk erat gulingnya, kutarik juga gulingnya.

Beberapa saat ia diam dengan mata terpejam hingga tiba tiba ia menarik pergelangan tanganku yang berakhir aku terjungkal diatasnya dan.

"Ouch! Aw"

Desah Nathan lantaran sikuku yang mendarat lebih dulu didada bidangnya hingga akhirnya ia terbangun dengan mengelus dadanya yang sakit.

"Aww kau ini!"

"Salahmu menarikku seperti itu! Kau seharusnya bangun saat aku meneriaki namamu..."

Aku lantas merapikan selimut dan guling yang terhempas tadi dan kemudian menaruhnya kembali sementara Nathan hanya memandangiku polos.

"Hari ini aku ingin makan diluar! Ayo kita kepantai, ada kafe di bagian barat, kita bisa makan dihamparan pasir!"

"Berlebihan, aku tak mau pasir pasir berterbangan dimakananku, lagipula aku malas keluar!"

LOVE YOU PRINCETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang