Typo Everywhere. Maafkan ya^^
***
Waktu itu bunda mengajak gua pergi ke sebuah restorant. Gua yang waktu itu baru pulang dari sekolah baru cuma ngegerutu ngga jelas.
Gua seminggu berada di sekolah itu. Tapi sekolah itu bener-bener ngga menarik.
Walaupun terkenal, tapi masa remaja sekolah itu suram.
Suram?
Awalnya gua berpikir seperti itu. Tapi setelah beberapa hari gua udah liat anak-anak yang bermasalah.
Dan lagi cowok itu.
Yang membuat gua naik darah.
"Mau ketemu siapa si?" tanya gua yang duduk di kursi sambil memainkan game.
"Sahabat bunda sama ayahlu, nanti baik-baik ya." jawab bunda sambil memakan stiknya.
Beberapa menit kemudian datang pria dan wanita yang seumuran dengan bunda dan ayah. Mereka langsung heboh dan berpelukan. Melepaskan rindu mereka. Bernostalgia sebentar lalu duduk.
"Anjir Ker, lu mah baru pindah coba ke sini. Sekarang lu tinggal di jalan mana?" tanya wanita itu.
"Maaf, gua juga 'kan pindah soalnya si Helle kuliah di sekitar sini sama Satrya. Dan si Hazel sekolah di sekitar sini. Si Leny- aduh Leny sakit lu mah ngga sopan sama orang tua. Malah nginjek."
Gua cemberut. Gilak aja ni bunda mau ngebocorin masalah gua?
"Ini yang namanya Hellenya Ker? Wah udah gede ya." ucap wanita itu. "Manggilnya bibi Quen aja ya. Ini paman King."
Gua cuma senyum semanis mungkin.
"Jadi lu punya anak berapa Dit?" tanya paman King.
"5 dong." jawab ayah sok.
"Anjir keren. Siapa aja namanya?" tanya bibi Quen.
"Pertama Farhelle Anugrah Putra Guenio, kedua Satrya Anugrah Putra Guenio, ketiga Hellenya Anugrah Putri Guenio, keempat Hazel Anugrah Putri Guenio, yang terakhir Ganyansha Anugrah Putra Guenio." jawab ayah, "karena mereka adalah anugrah yang diberikan Tuhan dan putra atau putri Guenio."
"Aaa namanya bermaknah walau hampir sama." komentar bibi Quen. "Anak kami cuma dua dan laki-laki semua. Namanya Aleonardes Bahari Yolio sama Adrianes Bahari Yolio."
"ADRIAN?!"
Teriakkan gua dapat membuat mereka berempat diam menatap gua yang kaget. Kami semua menoleh ketika melihat Adrian yang berdiri sambil membawakan nampan berisi minuman.
"Halo Hellenya."
*Flashback End*
Taks.
Adrian menahan tangannya. Perlahan Adrian mendekatkan wajahnya pada telinga Lenya.
"Aku ing-"
"KYYAAAA!!"
DUG!
"Papa jahat! Papa mau apain mama?! Papa ngga sayang sama mama?!" teriak Alena yang tengah memukul-mukul Adrian tanpa henti.

KAMU SEDANG MEMBACA
2. Dear Mantan: Cinta Butuh Kepastian [END]
General FictionSeri 2 dari Dear Mantan. Rilis: 15 januari 2016 - 2 juli 2016 *** Setelah beberapa tahun tidak ketemu dan sempat lost contac akhirnya Lenya dan Adrian bertemu kembali. Tapi kenapa anak kecil perempuan itu memanggil Adrian 'papa'? *** Baca cerita cin...