"Happy Birthday untuk Sabrina yang ke dua puluh dua!"
"Make a Wish dulu Sabri!!"
"Foto dulu sebelum potong Sabriiiii! Ih! Fotonya jadi jelek!"
Dominic, Stefan dan Peter hanya diam dan menggelengkan kepalanya mendengar teriakan kencang Stephanie, Naela dan Lana. Untung saja beberapa tetangga di kawasan perumahan yang ditinggali Dominic dan Sabrina ini baik dan tidak mengajukan complaint kepada management office. Bahkan Sabrina yang berulang tahun hari ini hanya bisa pasrah melihat kehebohan teman-temannya.
"Kalian itu nyaring banget kalau sudah kumpul bareng gini," gerutu Peter namun tetap menjadi juru fotografer bagi keempat sahabat tersebut.
Dominic yang berdiri tidak jauh dari Peter hanya tertawa kecil dan tetap memperhatikan Sabrina dengan teliti. Setelah apa yang dilalui Sabrina selama setahun terakhir ini, Dominic menjadi lebih protektif terhadap wanitanya.
"Nah sekarang, first cake-nya kasi ke Dom dulu Sabri! Sana! Daritadi tampangnya uda mau nangis pas gue colek kuenya," kata Stefan sambil nyengir yang kemudian meringis kecil karena perut kerasnya dicubit oleh pacarnya, Naela.
Dominic hanya tersenyum melihat Sabrina yang mendekat, dan kemudian menerimanya dengan senang sambil berkata," Brina, makasih ya sayang. Happy Birthday for you."
Tidak hanya itu saja, dengan satu tangannya yang masih bebas, Dominic menarik tengkuk Sabrina agar lebih mendekat dan melumat bibirnya dalam satu ciuman panjang.
Ciuman itu pendek, namun cukup membuat kedua tungkai Sabrina lemas dan juga mukanya yang memerah karena disoraki teman-temannya dengan keras.
Dominic tidak peduli, karena Dominic terlalu gemas melihat Sabrina yang malu-malu ketika berjalan ke arahnya untuk memberikannya first cake. Dominic sebenarnya tidak terlalu memedulikan hal kecil tersebut, namun tampang Sabrina yang terlalu innocent membuatnya ingin menghempaskan tubuh molek wanitanya di ranjang sekarang juga.
"Please, jangan mengotori mataku yang masih indah sekarang!" Lana, junior Stephanie yang selama dua tahun terakhir ini resmi mematahkan julukan powerpuff girls untuk mereka bertiga.
"Please Lana, jangan ganggu waktu kami!" balas Dominic dengan galak dan masih merangkul pinggang Sabrina dengan erat.
"Ya ampun Dom, lo bukannya selalu 2 minggu sekali balik ke US? Sekarang giliran kita yang sudah setahunan ga ketemu Sabri mau kangen-kangenan!" ujar Naela dengan penuh semangat dan berusaha menarik tubuh Sabri yang sedang dirangkul oleh Dominic secara posesif.
"Nae sayang, lebih baik kangen-kangenan sama aku gimana?" tanya Stefan secara usil sambil berusaha mendekap tubuh Naela untuk menghentikan aksinya yang sudah sejak tadi dipelototi oleh Dom.
"Bukannya seminggu terakhir ini kalian sudah bareng terus? Girls-time yang ga penting itu?" rutuk Dominic sambil menganggukkan kepalanya kepada asisten rumah tangganya sebagai tanda bahwa makanan malam mereka boleh dihidangkan.
"Girls-time yang ga penting itu membakar kartu kredit kita Dom. Like seriously," tambah Peter yang langsung disambut gelak tawak dari Stephanie.
"Iya, gue sampai buru-buru pulang sehari lebih awal karena sudah seharian dihubungi ga bisa dan pas angkat langsung nangis." Stefan merengut sambil kembali menggelengkan kepalanya melihat Naela yang sekarang meringis tidak enak.
"Maaf dong. Itu kan idenya dari Steph," elaknya sambil kembali menggelayut manja di lengan Stefan.
"Ih! Dasar cengeng! Kan lo yang kalap sampai kartu kreditnya over limit terus nangis ga jelas takut dibabat Abang ganteng lo itu ah!"

KAMU SEDANG MEMBACA
Hello, Love (OneShot Collection)
RomanceBerisi kumpulan cerita pendek bertema romance yang ditulis penuh cinta oleh TheJenne :P Beberapa cerita pendek lainnya adalah spin-off dari Head Over Heels for You, Doctor (Completed), dan juga Ex with Benefits (Ongoing). Enjoy!