Typo everywhere.
***
Di dalam ruang kerjanya Lenya asik membuat desain baju untuk fashion sow musim panas minggu depan. Sesekali ia berbincang dengan Relya mengenai desain bajunya.
Saat mereka asik berbincang pintu ruang kerja Lenya diketuk oleh seseorang. Setelah memberi isarat untuk masuk pintu itu terbuka.
Mereka berdua menatap datar wanita yang berdiri di hadapan mereka.
"ANJIR ELSA LU NGAPAIN DI SINI!" pekik Relya sambil berlari memeluk sahabat lamanya itu.
"Lu tuh kalau mau dateng kabarin dulu kek," timpak Lenya masih duduk di mejanya.
"Pulsa gua beak (abis) tahu! Cuma hari ini gua bisa bebas dari tugas kantor. Pengen banget Reuni euy." jawab Elsa sambil duduk di sofa, ia melihat majalah butik bersama dengan Relya.
"Terus anak lu gimana? Kenapa kaga bawa ke sini? Pengen banget gendong." tanya Relya.
Elsa menatap Relya gusar, "Liel kaga inget emaknya anjir, gua sibuk sih, jadi Liel deket sama mama gua dan lupa sama emak aslinya."
"Sesibuk apapun juga harus ada waktu sama anak." ucap Lenya yang masih duduk di kursinya.
"Nah lu juga, kapan punya anak?" tanya Elsa membuat Lenya berhenti menggambar. Ia menatap sahabatnya itu masam.
"Yaa entah(?)" jawab Lenya apa adanya.
Elsa dan Relya hanya mendesah, "lu juga, kapan nikah?"
Merasa dirinya ditanya Relya hanya mengedikkan bahu, "yaa entah(?) (2)"
"Kenapa kaga sama Rafa aja? Lu berdua cocok kali." usul Elsa membuat Relya hampir tersedak air liurnya.
"Tah! Kalau eta setuju gua, kenapa kaga sama Rafa?" timpal Lenya semangat.
"Kalian berdua tuh pen ngejodohin gue ya."
"Btw, gua jadi kangen sama Rafa, lu sih Elsa ngomongin dia."
Merasa dirinya tidak salah Elsa langsung berkacak pinggang, "kok gue di salahin?"
Mereka langsung tertawa, berbincang-bincang banyak melepaskan rindu.
Tapi tanpa kehadiran Keren kurang lengkap. Perempuan yang selalu ngomong apa adanya itu sudah berdiam diri di new york. Diantara mereka berempat Kerenlah yang menikah duluan dan Relya yang sampai sekarang belum nikah.
***
Suara pintu butik berbunyi menandakan ada pelanggan masuk. Lenya yang saat itu tengah memeriksa pakaian yang terpajang dengan asistennya Rena.
"Lenya."
Merasa namanya di panggil ia menoleh, Hana ada di hadapannya dengan senyum simpul di wajahnya.
"Ada apa Han?" tanya Lenya berusaha menutupi rasa gugup ketika berhadapan dengan Hana.
Hana menunjuk wajah Lenya dengan telunjuknya membuat Rena yang ada di belakangnya bingung.

KAMU SEDANG MEMBACA
2. Dear Mantan: Cinta Butuh Kepastian [END]
Fiction généraleSeri 2 dari Dear Mantan. Rilis: 15 januari 2016 - 2 juli 2016 *** Setelah beberapa tahun tidak ketemu dan sempat lost contac akhirnya Lenya dan Adrian bertemu kembali. Tapi kenapa anak kecil perempuan itu memanggil Adrian 'papa'? *** Baca cerita cin...