.
.
.Segelas espresso hangat dihidangkan di depannya. Pemuda tampan itu tampak memberi seulas senyuman sebagai ganti terimakasih pada waitress yang mengantarkan pesanannya. Segera setelah gadis muda yang diperkirakan Al tidak lebih dari 20-an itu pergi, pemuda dengan iris onyx hitam pekat kembali menekuri laptop di depannya.
Al harus menyelesaikan deadline beberapa proyek tepat waktu. Dan dengan kebiasaannya yang selalu mengutamakan kesempurnaan, kali ini dia harus memastikan bahwa tidak boleh ada kesalahan.
"Al...?" Sebuah suara terdengar menyapanya dengan nada tak yakin. Al mengalihkan tatapan dan menemukan sosok Keyna, salah satu temannya dan seorang pria yang juga tampak akan memesan sesuatu di café tersebut.
Di tangannya, Keyna tampak menenteng beberapa kantung belanjaan.
"Beneran Al...? Ya ampun nggak nyangka ketemu di sini," ujar gadis cantik itu heboh sambil memeluk dan saling mengecup pipi. Al memang cukup lama dan mengenal Keyna dengan sangat baik.
"Ngapain di sini? Sendirian?" Tanya Keyna lagi. Dilihat dari penampilannya yang rapi tampaknya pemuda tampan itu sedang bekerja.
"Iya. Lagi nyelesaiin deadline." Jawab Al santai
"Oh iya kenalin, ini Reza. Sayang, ini temen aku. Namanya Al. Dia ini calon suaminya Ikuy..." gadis itu memperkenalkan Al pada lelaki yang berada di sampingnya. Keduanya berjabat tangan dan saling bertukar nama, juga senyuman.
Tapi mau tidak mau kening Al mengernyit mendengar nama gadis itu lagi. Apa Keyna belum tahu?
"Oh iya Al, undangan gue udah sampe kan?" Suara Keyna memecah keheningan yang tercipta saat Al sedang terdiam.
"Undangan ?" Al tampak tidak mengerti.
"Iya undangan pernikahan gue. Kan gue udah masukin lo sama Ikuy di list tamu istimewa gue." Jawab Keyna sambil terkekeh senang.
"O-oh... iya. Undangan itu, udah sampai," pemuda itu teringat akan undangan yang dia buang begitu saja karena tertera nama gadis itu di sana.
"Jangan sampe nggak dateng lho, awas aja..." ancam Keyna dengan tawa tergelak.
"Oh iya, lo di sini janjian sama Ikuy nggak? Tuh anak susah banget dihubungin. Lagi kemana sih dia?" Tanya Keyna lagi. Al langsung terdiam seketika. Dan hal itu tidak luput dari perhatian Keyna.
"Kenapa sih lo? Langsung tegang gitu. Lo sama Ikuy baik-baik aja kan? Gimana persiapan pernikahan kalian?" Tanya Keyna lagi. Gadis itu jadi tersenyum sendiri jika membayangkan pernikahannya dan sang sahabat, Yuki tidak akan terpaut jauh. Mereka akan sama-sama berbahagia dengan pasangan masing-masing.
"Gue... udah putus." Jawab Al pelan. Dia tidak ingin menyembunyikan fakta ini. Toh semua nanti akan mengetahui jika memang hubungannya dengan Yuki sudah tidak bisa diselamatkan lagi.
Tawa di wajah Keyna hilang. Wajahnya terlihat sangat kaget. Gadis itu kini memandang Al tajam, dengan tatapan seolah sedang menuntut penjelasan.
Dan karena pemuda itu hanya bungkam, Keyna terpaksa harus bertanya. Dengan suara tercekat dan lirih seolah masih tidak percaya. "Kenapa?"
"Karena gue udah tau semua tentang masa lalu Yuki." Jawab Al tidak sabar. Nadanya menukik tajam. Seolah menuduh dan menyudutkan. Masa lalu Yuki? Masa lalu yang mana?
"Apa maksud lo?" Keyna sudah berusaha menahannya, tapi geraman ini lolos begitu saja.
"Gue udah tau kalo Yuki... adalah cewek nggak bener. Cewek yang cuma suka ngambil harta dari cowo-cowo yang dia deketin." Jawab Al tajam.

KAMU SEDANG MEMBACA
A Gift From GOD ( AL/YUKI)
Random#AGFG #Drama A Gift From GOD Indonesian Fiction Created by Odes Dra/Ro Tidak diperkenankan di Re-Publish dan CopyPaste. ---00000---- Melupa... Itu yang tengah berusaha Yuki lakukan. Berharap semua luka dan dukanya menemukan sebuah muara. Agar dia bi...