Prajurit dan mimpi

91 7 0
                                    

Bernafas letih, entah sampai kapan lagi.
Satu hari bersedih sekedar mempertanyakan hari.
Di balik ragam nuansa hijau penuh lirih.
Prajurit pagi hingga malam hidup berdiri.

Sekali - kali mencoba curi waktu.
Berbayang langit cantik, akan anggun menunggu.
Esok kembali ber-jerih payah seraya merindukan yang jauh.
Namun tidak malam ini, boleh merengkuh anggun benalu.

Sampai langit menghilang berganti kelabu.
Dan udara bergetar, mendengus isak haru.
Prajurit berpulang pada tuntutan waktu.
Hanya satu malam itu.. Tuhan, dan langit yang tahu.

                           
                        - SNDiandra, September 2016

Aku dan TanyaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang