Typo everywhere.
***
Lenya's Point of View.
Beberapa detik yang lalu aku sudah deg degan menunggu reaksi Adrian saat Nayel tiba-tiba bilang begitu.
"Saya Adrian, suami Lenya." Adrian menjulurkan tangannya niat bersalaman dengan Nayel. Nayel menyambut uluran tangan itu.
"Senang bertemu dengan suami Lenya."
Aku cukup was was melihat mata mereka saling menyipit, bibir mereka yang tersenyum miring, dan aura hitam yang kental.
Adrian menarikku ke belakang tubuhnya, "sepertinya kami harus pergi. Senang juga bertemu dengan cinta pertamanya istriku."
***
Semenjak itu Adrian seperti mendiamkanku. Walaupun kadang ia juga bersikap romantis seperti biasanya tapi mimik wajahnya dingin dan datar.
Itu membuatku gelisah setiap saat.
"Udah pulang?"
Adrian berjalan melewatiku dengan setelan jas kerjanya. Ia menyimpan tas kerjanya di kasur lalu ikut duduk di sampingku.
"Drian, kamu marah ya? Soal Nayel." tanyaku.
Adrian melirikku sekilas lalu kembali menatap layar televisi, "engga tuh."
"Akhir-akhir ini kamu berubah," lirihku.
"Dia cuma cinta pertamamu kan? Berbeda denganku yang menjadi suamimu." ucap Adrian lalu menatapku yang menunduk, "jangan mikir yang macem-macem, nanti anak kita ikut mikirin yang macem-macem."
Aku mendongak, wajah Adrian begitu dekat denganku. Ia mengelus pipi kananku seolah-olah memberitahu kalau dia baik-baik saja. Tangannya membimbing tubuhku untuk bersandar pada dada bidangnya.
"Apa ini alasan kamu jadi playgirls dulu?"
Aku mendongak, rupanya Adrian menyadari itu. Alasanku selalu berganti-ganti pacar, alasanku tidak serius berpacaran, dan alasanku cuek.
***
Author's Point of View.
Lenya dan Dara sedari tadi asik mengobrol sepanjang kolidor sekolahnya. Kadang mereka tertawa pelan sambil nunjuk-nunjuk orang lewat.
Kedekatan Lenya dan Dara memang sangat lekat. Mereka sudah bersahabat sejak kelas 1 dan tidak ada yang bisa memisahkan mereka berdua. Bagi Lenya, Dara adalah sahabatnya untuk hari ini dan selamanya.
Tapi saat mengingat masalalunya saat TK dulu membuat dadanya sesak.
"Apa gua harus mencintai gebetan sahabat gua?"
"Leny gua duluan daahh!" pamit Dara sambil memasuki mobilnya. Ibu Dara membuka kaca mobil dan tersenyum pada Lenya.
Lenya menghela nafas, Dara adalah anak yang baik. Tapi Lenya juga menyukai Nayel. Lenya menyukai Nayel sejak TK.
"Lele? Pulang bareng?"
Dan kini orangnya ada di samping Lenya. Nayel menarik tangan Lenya pergi dari gedung sekolah itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
2. Dear Mantan: Cinta Butuh Kepastian [END]
General FictionSeri 2 dari Dear Mantan. Rilis: 15 januari 2016 - 2 juli 2016 *** Setelah beberapa tahun tidak ketemu dan sempat lost contac akhirnya Lenya dan Adrian bertemu kembali. Tapi kenapa anak kecil perempuan itu memanggil Adrian 'papa'? *** Baca cerita cin...