Kami tiba kembali di kampus di antar mobil mewah yang di bawa Mark tadi. Aku masih belum paham akan tindakan pria itu yang rela memanjakan ku dengan jasa antar jemputnya. Aku harap ini bukanlah sebuah jebakan.
Begitu ku injakkan high hill ku keluar, sorotan mata telah menanti ku, tak ada satu pun yg mengabaikan saat aku melangkah memasuki gedung mewah ini.
Kurasa aura ku telah menyala kembali, tak ada rasa canggung ataupun cemas semua terasa netral dan aku senang dengan penampilan ku sekarang."Malam nanti aku akan mengajak mu ke suatu tempat" Ujar Fei.
Aku hanya mengangguk karena sifat lugu masih melekat pada diri ku.
.
.
Aneh, tak ada rasa khawatir di fikiranku setelah mereka mengajak ku pergi larut malam apalagi hanya dengan pakaian minim yang menutupi sebagian tubuhku.***
Udara dingin yang begitu menyergap, menghantarkan kami pada sebuah night club, pendengaranku di sambut dengan suara musik yang menggetarkan jantung ku, tak ada rasa yang memberatkan perasaan ku lagi karena bukan hanya diriku yang berpenampilan vulgar namun ada begitu banyak gadis dengan pakaian melebihi batas.
Aroma alkohol yang menyengat,menusuk ke rongga hidungku setelah Mark menyodorkan sebuah gelas kecil ke hadapan ku.
"Tidak, aku tidak terbiasa dengan minuman ini Mark"sebuah penolakan ringan dariku.
"Cobalah sedikit, ini tak akan membunuh mu."Mark berusaha meyakinkan ku.
Aku meraih gelas dari tangan Mark dan mencoba meminumnya, rasa pahit terasa jelas di ujung lidah ku begitu menyentuh bibir gelas.
Aku mengerjapkan mata beberapa kali untuk menahan rasa pahit ini dan memaksa menelan semuanya. ternyata itu tidak terlalu buruk.
.
.
Ini adalah gelas kesepuluh, aku tak mau kalah dengan Fei dan Jia yang sudah lemas dari tadi.
Mark mencampurkan sebuah kapsul ke dalam minuman di tangan ku."Apa ini?"
"Minumlah! Anggap itu hanya sebuah penyedap, maka kau akan merasakan sensasinya."
Setelah meneguk beberapa kali, rasanya seperti bukan diri ku, semua beban hilang sesaat, aku merasakan bahagia yg tiada batas seakan ingin terbang menguasai dunia, aku tak peduli orang mengatakan ku gila, ini lah hidup ku sekarang dan aku bahagia dengan semua ini.
Bayangan mata ku mulai kacau, semua terlihat samar-samar, kaki ku sudah tak kuat lagi menopang berat badan ku dan akhirnya ku lepas tubuh ini dan terjatuh tepat di pelukan Mark.
***
Aku memaksa membuka mata ku yang terasa keram ini, aku mulai bergelut dengan rasa mual dan pusing, mungkin seperti ini lah rasanya mabuk.
Kutarik selimut di kaki ku karena cuaca semakin tak bersahabat, cuaca yang dingin dan aku mengenakan pakaian terbuka, itu sangat berlawanan..Setelah cukup sadar aku beranjak dari tempat tidur dan berjalan keluar, suasana cafe masih sangat ribut dan keramaian terasa begitu jelas.
"Siapa yg mengantarkan ku ke kamar tadi? Lalu dimana teman-teman ku?"
Dengan langkah yang berat aku berusaha mencari teman-teman ku, tangan ini masih mencengkeram erat di permukaan dinding sepanjang aku berjalan, karena kondisi ku yang belum sepenuhnya stabil.
Dari sudut cafe tempat ku berdiri aku melihat Mark bersama seorang pria, dan pria itu memberi sejumlah uang dengan nominal yang begitu besar uang padanya, tak hanya itu aku juga mendengar pria itu mengucapkan terima kasih pada Mark atas obat penenang yang diberikannya malam ini."Obat? apa yang dimaksud itu narkoba? Mark mengedarkan barang terlarang pada pria itu! Jadi aku pinsan karena benda itu juga!" gerutu ku dalam hati.
Setelah pria itu meninggalkan Mark inilah saatnya untuk ku menghampirinya.
Hei apa yg kau lakukan! Apa kau akan menjadi pengedar?"
"Sudahlah, bukankah itu menyenangkan? Jangan lihat sisi negatifnya tapi lihat keuntungannya" seru Mark sambil menyodorkan ku uang yg begitu banyak.
Kurasa itu tidak terlalu buruk, kertas-kertas bernominal itu seakan membutakan mata ku. Ada baiknya jika aku mengikuti jalan hidup seperti Mark.
.
.
Kini aku senang dengan profesi baru ku, tak peduli dikatakan pengedar dan pecandu, ini dapat menguntungkan diri ku, kuputuskan berhenti bersekolah dan mengikuti jalan kesenangan ini.Semua berubah semenjak narkoba masuk ke dalam hidup ku.
***
Seperti biasa aku kembali ke cafe dan menjalankan bisnis ku.
Hari ini banyak tamu yang menanti ku, akan banyak uang yg kudapatkan malam ini.Aku masih memposisikan diriku diambang pintu, dan suara keributan terdengar dari dalam, semua pengunjung menyelamatkan diri dari gerombolan polisi yang menodongkan senjata api.
Rasa takut, cemas, semua kekalutan itu beraduk menjadi satu setelah melihat Mark menyerahkan diri dan masuk ke dalam mobil tahanan.Mataku menyelinap ke segala arah, berbegas keluar dan bersembunyi jauh dari razia tersebut. Toilet adalah tempat yang aman bagiku, beberapa saat suasana mulai aman dan aku kembali mengendap ke dalam mencari Fei dan Jia, aku yakin mereka aman di persembunyiannya.
Semua sudut telah kosong, tak ada tanda-tanda seseorang sedang bersembunyi. Ku teruskan pencarian ku hingga menuju ke sebuah ruang kosong, hasrat ku begitu besar untuk memasukinya dan benar saja aku melihat kedua teman ku terbaring lemas di lantai dengan mulut yang di penuhi oleh cairan putih berbusa. Butiran kapsul berserakan di sekitar mereka. Sepertinya ini adalah efek overdosis narkoba.
Aku segera menghubungi ambulance untuk menyelamatkan nyawa kedua teman ku.
.
.
Di sela-sela rasa khawatir dan takut aku berusaha tetap terlihat tenang dan tetap pada posisi duduk ku yang semula.
Berharap dokter membawa hasil yg positif.
Semua berbalik dari yang kuharapkan, tak ada yang bisa ku katakan lagi setelah tau bahwa nyawa kedua teman ku tak tertolong.
Hanya tangisan penyesalan lah yang tertuang.
Aku takut jika aku bernasib sama seperti mereka."Apa ini artinya aku akan mati juga?"
Baiklah aku akan belajar untuk menjauhi narkoba mulai saat ini juga, aku akan kembali melanjutkan pendidikan ku dan menjadi novelis seperti impian ku sebelumnya..
Semua obat-obatan yang ada di dalam ransel, langsung ku banting keluar dan kuinjak-injak hingga tak menyisakan kepahitan lagi.
Aku ingat akan diary milikku, dengan penuh rasa penyesalan aku mendekapnya erat, air mata ku terus mengalir tiada henti hingga membasahi diary di pelukan ku.Sosok wanita cantik kembali menampakkan dirinya dari lorong kecil sudut rumah sakit dan tersenyum padaku, meyakinkan ku bahwa tindakan ini adalah jalan terbaik.
.
.
Waktu semakin bergulir...Aku telah berhasil menghadapi rintangan yang menyesatkan ini, narkoba bukanlah teman ku lagi, melainkan musuh terbesarku. Satu-satunya teman ku adalah diary ini yang selalu memberi ku motivasi untuk menjadi gadis yang lebih baik..

KAMU SEDANG MEMBACA
Secret DIARY
أدب الهواةMain cast: Bae Suzy, Choi Youngjae Support cast: Mark, Jinyoung, other cast Genre: Frienship-Romance, Horror Rating: General Leght: 10 chapter Summary: Mengulas kisah seorang gadis yg harus hidup di atas sebuah diary. Senang, sedih, pahit atau pun...